• Home
  • Sumut
  • Umat Islam di Langkat Gelar Aksi Demo Tangkap Ahok
Sabtu, 5 November 2016 | 12:10:13
Dugaan Pelecehan Surat Al-Maidah Ayat 51

Umat Islam di Langkat Gelar Aksi Demo Tangkap Ahok

Syah
Usai demo, pihak Kepolisian Polres Langkat, membantu melakukan melangsir massa pendemo dari Masjid Raya Asy-Syuhada, menuju Masjid Raya Stabat, Jumat (4/11).(Syah) Dikirim dari Ponsel Huawei saya
PATROLINEWS.COM, Langkat - Masa umat Islam yang tergabung dalam Forum Pemuda Langkat Bersatu Kabupaten Langkat, Jumat (4/11/2016) melakukan aksi demo damai seusai sholat Jumat, di Stabat.

Sebanyak 400 Orang masa Orasi berdemo di Stabat, tepatnya di halaman Masjid Raya Stabat, dan berjalan ber orasi menuju Masjid Raya Asy-Syuhada di komplek Perkantoran Bupati Langkat, di Stabat.

Sebelumnya diketahui, ratusan massa tersebut akan berdemo di Mapolres Langkat. Namun dikarenakan, Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK sudah turun lansung, dan bersholat Jumat berjamaah bersama para aksi pendemo di Masjid Raya Stabat, Kapolrespun meminta, isi penyampaian sikap orasi di bacakan di halaman masjid raya Stabat.

Selanjutnya, dalam pernyataan sikap pendemo, mereka meminta Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditangkap dan diadili, dikarenakan telah melakukan penodaan dan penistaan Agama serta
Al-Quran sebagai Kitab Sucinya Umat Islam.

"Kami minta Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Langkat, di Stabat, merekomendasikan penangkapan Ahok, atas ucapannya, di Kepulauan Seribu itu,"sebut, Rismadianto Karo-karo, didampingi Edi Syahputra, dan Heri Widianto.

Massa pendemo menilai sangat syarat dengan penodaan dan penistaan Agama dan Al-Quran (Kitab Suci Umat Islam) yang telah meresahkan dan menyakiti masyarakat muslim sedunia dan Indonesia khususnya, maka kami yang tergabung dalam elemen masyarakat Islam Kabupaten Langkat yang tergabung dalam Forum Pemuda Langkat Bersatu, menyatakan sikap, diantaranya, mendukung sepenuhnya fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tentang penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam yang di lakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu terkait Surat Al-Maidah ayat 51.

Massa juga meyakini fatwa yang dikeluarkan MUI itu sudah melalui proses pengkajian berdasarkan sumber hukum dalam Islam. Dan meminta kepada aparat penegak hukum Republik Indonesia, agar terus konsisten melakukan tindakan hukum sesuai degan perundang-undangan Republik Indonesia terhadap pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama tersebut yang sangat merugikan dan menistakan Umat Islam.

"Kepada penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al Quran serta ajaran agama sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Penegak hukum untuk proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegak hukum sehingga tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum,"sebut para pendemo.

Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin, SIK dalam sambutannya mengatakan, pihaknya akan menyampaikan rekomendasi permintaan para pendemo ke atasannya, yaitu ke Malpodasu, di Medan.

Pantauan Patrolinews.com, aksi demo dikawal 3 Pleton pihak Kepolisian Polres Langkat, serta pihak Kodim 0203 Langkat dan personil Marinir Tangkahan Lagan, serta pihak Satpol PP Langkat.(Syah)

BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top