• Home
  • Sumut
  • Pemkab Samosir Kecewa, Anggaran Rp 21 Triliun Bangun Jalan Lingkar Danau Toba Belum Turun
Minggu, 2 Oktober 2016 | 22:38:03
Ngadu ke Komisi D DPRD Sumut

Pemkab Samosir Kecewa, Anggaran Rp 21 Triliun Bangun Jalan Lingkar Danau Toba Belum Turun

Selesai 2019 Hanya Angan-angan
Ilustrasi
PATROLINEWS.COM, Medan - Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Nezar Djoeli mengungkapkan kalau anggaran Rp 21 Triliun untuk pembangunan destinasi danau toba dan peningkatan jalan sebagai prioritas pada 2016, yang dijanjikan Presiden RI Jokowi  ternyata sampai sekarang anggarannya belum turun alias tak cair sehingga membuat masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Samosir merasa kecewa.

"Anggaran Rp 21 triliun yang dijanjikan pemerintah pusat sampai sekarang belum juga turun, sementara untuk pembangunanya  pemerintah hanya mengucurkan dana senilai Rp 10 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan sekitar Rp 11 triliun lagi berasal dari dana pihak swasta  itu belum juga turun. Hal inilah yang membuat masyarakat dan Pemkab Samosir merasa kecewa dan mengadu kepada DPRD Sumut," demikian diungkapkan Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Nezar Djoeli kepada wartawan di Medan kemarin.

Lebih jauh Nezar menungkapkan, kekesalan tidak turunnya anggaran Rp 21 triliun untuk membangun destinasi dan jalan lingkar Danau Toba ini terkuak saat Komisi D DPRD Sumut melakukan kunjunan kerja ke Kabupaten Samosir yang langsung diterima Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga belum lama ini.

Dalam pertemuan itu, kata Nezar, Wakil Bupati Juang Sinaga mengungkapkan dari program yang sudah dicanangkan pemerintah hanya membangun jalan tol dan infrastruktur lain seperti bandara dan pembersihan kawasan Danau Toba. 

"Jadi total sekitar Rp 10 triliun untuk investasi dari pemerintah, sisanya dari pihak swasta, seperti pembangunan hotel, lapangan golf. Sementara kalau anggaran ini bisa dipercepat turun, maka Komisi D DPRD bisa melakukan pengawasan untuk pembangunan destinasi dan jalan lingkar danau toba tersebut," ujar Nezar Djoeli.

Terkait pengembangan akses jalan, lanjut politikus dari Partai Nasdem Sumut ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya mengatakan proyek jalan ligkar ini nantinya  menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

Untuk akses Danau Toba dan Pulau Samosir serta 9 destinasi wisata prioritas lainnya sepanjang 500 kilometer, membutuhkan dana sekitar Rp 400 miliar per tahun. Artinya, kalau 100 kilometer dikali Rp 4 miliar, jadi pemerintah harus punya Rp 400 miliar setiap tahun untuk kawasan wisata.

Namun, kata Nezar Balai Besar Pengembangan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah-I Sumatera Utara, sendiri sudah mengajukan daftar usulan paket kegiatan untuk tahun jamak (multi years) 2016-2019.Tahap pertama biayanya mencapai Rp 20 miliar lebih dan selanjutnya diperhitungkan Rp 51,5 miliar hingga Rp 97 miliar setiap tahunnya, hingga 2019 nanti," tukasnya.
 
Jalan Provinsi Belum Mantap
 
Terkait kondisi jalan provinsi sepanjang 74 km, kata Nezar belumlah mantap karena masih banyak ditemukan jalan yang rusak.

Kerusakan jalan tersebut diakui kalau anggaran pemeliharaan jalan yang tersedia di Dinas Bina Marga Provinsi Sumut sangatlah minim sehingga dikhawatirkan kondisi ini akan diperparah lagi dengan dikuranginya angaran dari APBN .

Sementara Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menjadikan program pembangunan dan peningkatan jalan sebagai prioritas pada 2016, setelah banyak program yang ditangguhkan pada tahun lalu.

Bahkan, ungkap Nezar dalam rapat kerja Komisi D dengan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara pernah terkuak kalau instasi itu  menargetkan mampu membangun atau meningkatkan jalan 69 ruas atau 167,68 km, maka pascapengurangan pada rancangan APBDP 2015, pihaknya hanya menargetkan pengerjaan 52 ruas jalan atau 112,18 km.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga Sumut, hingga akhir tahun lalu, pembangunan jalan dengan kondisi mantap di provinsi itu telah mencapai 74,42% dengan rincian, kondisi baik .1.190,19 km atau 39,04% dan kondisi sedang 1.078,56 km atau 35,38%'Sementara itu, masih ada jalan rusak ringan 259 km atau 8,5% dan rusak berat 520,75 km atau 17,08%.

"Artinya melihat kondisi terkait peningkatan jalan dan pembangunan destinasi danau toba yang diprediksikan selesai 2019 hanyalah angan-angan dan berkurangnya anggaran APBN kita sekarang, "ujar Nezar.(Erris)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
Selasa, 21 November 2017 | 21:58:40
Bupati Asahan Lepas Kafilah Ikuti MTQ ke XXXVI Provsu
Senin, 20 November 2017 | 21:08:49
Puting Beliung Hancurkan Rumah Warga di Karo
BERIKAN KOMENTAR
Top