• Home
  • Sumut
  • Perdagangan Wanita Marak Di Wilayah Hukum Polres Labuhanbatu
Jumat, 10 April 2015 | 15:59:25

Perdagangan Wanita Marak Di Wilayah Hukum Polres Labuhanbatu

Labusel - Sindikat perdagangan perempuan terus melancarkan aksinya tidak pandang bulu baik anak dibawah umur yang penting uang.

Hasil konfirmasi Aktualonline.com dari seorang wanita berusia 15 tahun korban dari perdagangan wanita sebut saja DI siswi MTSN Muara II Kabupaten
OKU Selatan Palembang di temukan menangis di Kafe HS Langgapayung Kecamatan Sei Kanan Labusel (3/4) Wanita malang ini membeberkan semua kejadian yang dialami pada bulan Februari lalu. DI (15) didatangi peria bernama Edi (28) warga Tanjung Beringin Kecamatan Muara II Kabupaten OKU Selatan Palembang berulangkali setiap DI(15) pulang sekolah membujuk untuk ikut bersamanya dengan menawarkan hasil yang besar tampa kerja keras yaitu "nyantai duduk dapat duit", inilah modal Edi (28) ternyata berhasil menjaring 5 wanita.

Sebelumnya diberangkatkan dari Palembang menuju Labuhanbatu. Kelima wanita DI(15),HI(20),WN(20),LA(20) dan MS(20) menginap di rumah Edi selama dua hari. Edi mengantar 5 wanita menaiki bus ALS tujuan Rantau Prapat Kota Batu pada kediaman saudaranya tenar dijuluki," Bu Yani". Lima wanita ini diberi kerja sementara ngutip brondolan sawit selama dua minggu barulah diantar Bu Yani ke Kafe Eben jalan Baru Rantau Prapat disekap selama  seminggu terjadi pemaksaan terhadap kelima wanita malang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu dan melayani nafsu om-om, mau tidak mau harus. Dan anehnya sikorban tidak mendapatkan uang.

Menurut keterangan DI(15)kepada Aktual mengatakan, berselang beberapa hari terjadi penggerebekan terhadap kafe Eben oleh oknum Polres Labuhanbatu. Kelima wanita ikut terjaring lalu diserahkan ke Serikat Perempuan Indonesia (SPI) di Rantauprapat di Rumah Aman. Anehnya, DI (15)  melarikan diri dari Rumah Aman tersebut bertemu dengan peria bernama Tobing(26) dikediamannya Jalan Baru Rantauprapat. Dengan ijin orangtua Tobing  menyuruh untuk diselamatkan agar DI(15) dapat secepatnya di kembalikan keorangtua DI(15),paparnya.

Menurut keterangan Tobing(26) kepada Aktualonline.com mengatakan,dia membawa DI(15) dengan mengendarai sepeda motor pada hari selasa sore 31 Maret 2015 menjumpai wanita bernama DW di kafe HS Langgapayung dengan tujuan mencari dana ongkos pulang DI(15). Anehnya, pada malam tanggal 1  April 2015 sekitar pukul 4.00 wib pagi DI(15) diajak tiga orang lelaki salah satu HG dan dua aparat Polisi yang tidak mau disebut namanya jalan-jalan ke Paluta. Lalu Tobing dan DW yang dianggap dewa penyelamat DI(15) mengabulkan permintaan HG asal kita berenam. Sesampainya di Paluta keenam orang istirahat pada penginapan sekitar Hutaimbaru Paluta selama enam jam lalu berbelanja pakain untuk DI(15) dan DW. Berlanjut mereka berenam jalan-jalan menuju Tran Batangpane III tempat kediaman HG dan daerah TL. Dua anggota Polisi sore harinya diantar pulang ke Kafe HS di Langgapayung.
Pada hari jumat tanggal 3 april 2015 sore masyarakat memberi imformasi kepada petugas Polsek Sei Kanan Labusel dengan cepat ditanggapi langsung dijemput Kanitreskrim IPDA A.M Purba bersama anggota di kafe HS.

Guna penyelidikan keesokan harinya DI(15) dihantar petugas polisike Serikat  Perempuan Indonesia (SPI) di Rantauprapat yang diketuai Ibu Atun. Pada tanggal 5 april 2015 Ibu Atun selaku pengurus SPI dihubungi Aktual mengatakan, masih berada dalam pengawasnnya,jelasnya. Akibat perlakuan oknum yang pantas dihukum itu, DI(15) mengalami trauma dan menangis tidak tahan lagi mengalami hidup seperti ini,ujarnya sambil tersedu-sedu. (Lbs.01)




BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top