• Home
  • Sumut
  • Sidang Prapid Kapolres Asahan, LBH Trisila Medan: Proses Penangkapan Tidak Sesuai Prosedur
Kamis, 11 Agustus 2016 | 15:03:39

Sidang Prapid Kapolres Asahan, LBH Trisila Medan: Proses Penangkapan Tidak Sesuai Prosedur

Irwan saputra
Perseteruan dua orang aktivis Asahan ‘Melawan’ Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja kembali terjadi. Hal itu terjadi dalam sidang Praperadilan yang digelar Pengadilan Negeri Kisaran, Rabu,(10/8/2016) sekira pukul 13.00 Wib.
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Perseteruan dua orang aktivis Asahan 'Melawan' Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja kembali terjadi. Hal itu terjadi dalam sidang Praperadilan yang digelar Pengadilan Negeri Kisaran, Rabu,(10/8/2016) sekira pukul 13.00 Wib. 

Sidang dengan agenda pembacaan replik dari kuasa hukum pemohon dari LBH Trisila Medan, Sumatera Utara, Ismail SH. Sidang tersebut dipimpin hakim tunggal Eva Rina Sihombing SH dibantu Panitera Pengganti, Ali Ustadz SH.

Usai dibacakan, sidang Praperadilan itu rencananya akan dilanjutkan kembali pada Kamis (11/8/2016) dengan agenda pembacaan duplik. Dalam persidangan pihak termohon di hadiri Kasubbag Hukum Polres Asahan, AKP Warsiman,SH dan anggotanya Aiptu BJ Sihombing, SH.

"Yah,baiklah sidang akan kita lanjutkan esok hari dengan agenda pembacaan duplik", ungkap Eva Rina Sihombing,SH hakim tunggal sidang Praperadilan tersebut. 

Replik atas eksepsi pemohon yang dibacakan Kuasa Hukumnya menyatakan bahwa termohon tidak dapat menyangkal proses penangkapan yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Selain itu, upaya paksa dalam melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para pemohon telah melanggar amanat KUHAP.

"Kita menyakini bahwa termohon tidak dapat menyangkal proses penangkapan tidak sesuai prosedur.Termohon dalam poin 13 dan poin 18 dalam KUHAP sebenarnya sangat bertentangan menempatkan posisi tersangka his entity dignity as a human being artinya harus memperlakukan sesuai dengan nilai luhur kemanusiaan," ujar Ismail.

Usai mendengarkan replik dari kuasa hukum pemohon majelis hakim akhirnya menutup persidangan. Majelis hakim mengagendakan kembali siding Praperadilan terhadap Kapolres Asahan oleh dua aktifis masing-masing Azhari Arbain dan Adha Khairuddin dilanjutkan esok. 

Seperti diketahui, sidang Praperadilan tersebut terkait penangkapan dua aktivis yang terlibat kasus perkelahian biasa masing-masing Adha Khairuddin (31thn) dan Azhari(35thn) dengan nomor perkara 01//Pid.Prap/2016/PN-Kis. Keduanya ditangkap secara terpisah ditempat yang berbeda tanpa adanya surat perintah penangkapan dengan penangkapan yang luar biasa.

Peristiwa perkelahian terjadi, Selasa (14/6/2016) lalu sekira pukul 19.30 Wib di Jalan Panglima Polem Gang H.Patomi Kisaran antara pemohon dengan M Nawawi dan Mewaldi Pratama. 

Warga sekitar akhirnya berusaha melerai perkelahian agar tidak semakin memanas. Setelah kejadian pemohon Azhari pulang ke rumah neneknya yang berada di Jalan Hasanuddin Kisaran.

Sedangkan, pemohon Adha Khairuddin pergi menuju kantor MPC Pemuda Pancasila Asahan untuk menemui Ketua MPC PP karena pemohon juga merupakan Ketua Sapma PP Asahan. Tak lama kemudian,sekira pukul 20.15 Wib puluhan personil Polres Asahan bersenjata lengkap mendatangi rumah mertua pemohon yang berada di Jalan Sisingamangraja Kisaran. 

Puluhan personil Polres Asahan itu melakukan penggeledahan tanpa memperlihatkan surat penggeledahan dan tidak mengikutsertakan Kepling.

Usai mengacak-acak rumah mertua pemohon petugas langsung meninggalkan rumah tanpa rasa bersalah karena tidak menemukanyang dicari. 

Akhirnya,sekira pukul 20.40 Wib pemohon, Adha Khairuddin berhasil ditangkap petugas Polres Asahan ketika berada di kantor MPC PP Asahan yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto Kisaran. Setelah ditangkap pemohon diboyong ke sasana Tinju Pertina yang berada di Jalan Waja Kisaran dan ditempat itu telah menunggu Kasatreskrim Asahan, AKP Anderson dan Ketua MPC Pemuda Pancasila, Donal Panjaitan.

Dihadapan ketua PP Asahan itu pemohon diinterogasi dan dipaksa membuka baju yang dipakainya. Seterusnya, pemohon diborgol dan dibawa ke Mapolres Asahan guna interogasi lanjutan. 

Secara terpisah, sekira pukul 21.30 Wib pemohon Azhari yang sedang duduk di depan rumah neneknya didatangi beberapa orang oknum preman dan langsung melakukan pemukulan dan menangkap pemohon. warga sekitar terkejut melihat kejadian itu dan berusaha memberikan pertolongan.

Akan tetapi, oknum preman itu mengaku petugas yang sedang melakukan penangkapan terhadap pemohon.

"Jangan ikut-ikutan kalian kami petugas, nanti kalian yang kami angkat," teriak salah seorang preman tersebut yang diketahui bernama Ucok Sakir dan Romex. Tak lama kemudian, puluhan petugas Polres Asahan datang ke lokasi dan memboyong pemohon ke komando.

Para pemohon akhirnya mendekam kedalam jeruji besi Mapolres Asahan berdasarkan laporan polisi No.LP/470/VI/2016/SU/RES.ASH tanggal 14 Juni 2016 dan surat perintah penangkapan No.SP-Kap/371/VI/2016/Reskrim yang ditandatangani AKP Anderson Siringo-ringo.

Anehnya,surat perintah penangkapan itu diserahkan salah seorang oknum petugas dengan tergesa-gesa, Rabu (15/6/2016) sekira pukul 05.00 Wib pagi kepada istri pemohon Adha Khairuddin. (IS)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top