• Home
  • Sumut
  • Kadis Tata Kota Asahan Diduga Aktor Pengeroyokan Pedagang Pasar Inpres Kisaran
Kamis, 11 Agustus 2016 | 14:58:54

Kadis Tata Kota Asahan Diduga Aktor Pengeroyokan Pedagang Pasar Inpres Kisaran

Irwan saputra
Hendra Syahputra, korban pengeroyokan yang dilakukan preman yang diduga suruhan Kadis Tata Kota Asahan.
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Kasus pengeroyokan terhadap seorang pedagang Pasar Inpres Kisaran akhirnya menjadi buah bibir masyarakat. Berbagai kalangan menyesalkan peristiwa penganiayaan yang dilakukan sekelompok preman tersebut.

Bahkan, beberapa kalangan di Asahan  menuding dalang pengeroyokan tersebut adalah Kepala Dinas Tata Kota Asahan, Drs Witoyo. Dugaan kepala dinas Tata Kota sebagai dalang pengeroyokan tersebut didasari kedekatannya dengan para pelaku.

"Kita menduga dalang pengeroyokan pedagang yang protes pungutan liar parkir itu adalah kepala Dinas Tatakota Asahan. Yah, bisa saja itu terjadi karena para pelaku memang mempunyai kedekatan dengan Witoyo(kadis Tatakota-red) yang resah dengan para pedagang," ungkap Afiffudin Sekjen DPP Pusat LSM Bara API (Barisan Rakyat Anti Penindasan dan Korupsi) ketika dikonfirmasi, Rabu (10/8/2016) sekira pukul 11.00 Wib.

Menurutnya, sudah jelas pelaku penganiayaan terhadap pedagang itu merupakan orang suruhan Kadis Tatakota Asahan. Apalagi, sebelum peristiwa penganiayaan itu terjadi pedagang yang protes soal pungli parkir sempat terlibat debat kusir dengan Kadis Tatakota tersebut.

Usai terlibat debat kusir dengan para pedagang, Kadis Tatakota itu pergi meninggalkan rauangannya. Karena tak direspon, pedagang juga keluar ruangan dan berniat meninggalkan kantor Dinas Tata Kota Asahan.

Tak berapa lama, ketika para pedagang masih berada di halaman kantor akhirnya penganiayaan itu terjadi.Tanpa basa-basi puluhan preman itu langsung mengancam para pedagang dan melakukan pemukulan terhadap korban, Hendra Syahputra.

"Berarti kejadian itu sudah dikondisikan dan sangat terencana.Mengapa tiba-tiba ada puluhan preman mendatangai kantor Dinas Tatakota Asahan itu", ujar Afifuddin yang merupakan putra Asahan.

Begitu juga dengan tanggapan Tengku Yans fauzie SE, ketua Lembaga Lingkar Demokrasi Indonesia mengatakan bahwa aksi premanisme yang berujung penganiayaan itu tak bisa dibiarkan dan harus segera ditanggapi oleh pihak yang berwenang.

"Kalau penganiayaan yang dilakukan preman itu dibiarkan bisa merusak tatanan Demokrasi dan hukum di Indonesia Berarti sudah kembali ke jaman orde baru yang melakukan kekerasan kepada orang yang menyampaikan aspirasinya," tegasnya Rabu,(10/8/2016) kepada awak media. 

Melalui seluler, Hendy Laksamana, Rabu (10/8) Dharma, salah satu pengurus di MPW PP Sumut mengatakan bahwa tindakan yang dilakakukan oleh ketua PP (Pemuda Pancasila) Asahan melalui anggotanya begitu memalukan PP. "Seharusnya sebagai PP menunjukkan sikap seorang Pancasilais seperti mottonya Pancasila Abadi," katanya

Sementara itu, Kadis Tatakota Asahan, Drs Witoyo,ketika dikonfirmasi, Rabu (10/8/2016) pukul 12.00 Wib membantah tudingan kalau dirinya dalang penganiayaan tersebut. Dirinya, mengaku tidak tau menahu soal pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan preman yang terjadi di depan kantornya tersebut.

"Ah nggak ada itu mas, saya nggak tahu menahu soal pengeroyokan itu sumpah mas. Saya saja nggak kenal sama para preman yang melakukan pemukulan itu, kok saya yang dibilang menyuruhnya," ujar Witoyo.

Dijelaskannya, sebelum kejadian memang ada para pedagang menemui melakukan protes tentang adanya pungli parkir di Pasar Inpres Kisaran. Akan tetapi, dirinya telah menjelaskan soal pungutan parkir itu bukan liar karena walaupun belum ada aturannya tapi menggunakan azas penunjukan kepala Dinas sendiri," katanya.

Mengenai pengelolaan parkir itu juga diserahkan kepada pihak ketiga sebagai kordinatoranya ketua salah satu OKP di Asahan. Dan, uang parkir yang dikutip itu dikumpulkan untuk operasional  anggota yang bekerja di pasar Inpres Kisaran itu, ujarnya.(IS)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top