• Home
  • Sumut
  • Pungutan Parkir di Pasar Inpres Kisaran "Mencekik" Leher
Senin, 8 Agustus 2016 | 22:15:42

Pungutan Parkir di Pasar Inpres Kisaran "Mencekik" Leher

Irwan saputra
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Pengunjung Pasar Inpres Kisaran resah dengan pungutan parkir yang dilakukan sekelompok oknum preman berkedok Organisasi Kepemudaan (OKP) di Asahan. Pasalnya, pungutan parkir yang berada di pasar Inpres Kisaran itu diluar batas kewajaran dan tanpa aturan yang jelas.

Sekelompok oknum preman dengan wajah yang bengis memaksa pengunjung harus membayar retribusi parkir sesuai nilai yang tertera pada karcis. Ironisnya, karcis parkir berwarna kuning dengan tarif Rp 5000 Ribu rupiah penuh coretan spidol berlogo rambate rata raya simbol Kabupaten Asahan.

Yayang Zuya (22) salah seorang pengunjung, Senin (8/8/2016) mengaku terkejut dengan pengutipan parkir yang dinilai diluar batas kewajaran tersebut. Menurutnya, ada kejanggalan dengan kutipan parkir yang dilakukan sekelompok oknum preman itu. Soalnya, pada karcis parkir yang diberikan oknum preman itu tertulis sepeda motor Rp 2000, Mobil Rp 5000 rupiah. Akan tetapi,tulisan Rp 2000 dan mobil dicoret dengan spidol hitam dan hanya tertera tariff parkir sebesar Rp 5000 Rupiah.

Bahkan, Yayang sempat protes pengutipan retribusi parker yang terkesan liar ini melalui akun facebook miliknya. Isinya, dirinya minta agar Bupati Asahan, Drs Taufan Gama Simatupang tanggap dengan pengutipan parker diluar aturan tersebut. Dirinya juga minta agar segera mengusut kasus pemungutan parkir yang terkesan liar sehingga  meresahkan warga Kisaran.

Sama seperti Rina(35) pengunjung pasar Inpres Kisaran,mengaku heran dengan sikap oknum preman yang melakukan pengutipan parkir tersebut. Oknum preman yang berkelompok tanpa mengenakan seragam parkir itu langsung menghampiri dirinya ketika masuk kedalam pasar.

Dengan sikap sedikit kasar dan raut wajah bengis oknum preman itu langsung minta uang parkir sembari memberikan selembar karcis.Dengan berat hati dirinya terpaksa membayar uang parkir sebesar jumlah yang tertera dalam karcis tersebut yakni Rp 5000 Ribu rupiah.

"Kalah pula harga parkir di mall besar di kota Medan," katanya.

Hal tersebut juga dialami oleh pedagang yang memiliki kios di pasar inpres kisaran ini, seperti salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya nengatakan kepada 88,bahwa mereka diminta parkir perbulannya sekitar Rp 35.000 s/d 40.000"sebagai bukti diberikan stiker yang ada logo pemkab Asahan ini," katanya sambil menunjukan stiker tersebut kepada Patrolinews.com.

Kejadian tersebut membuat dirinya tak nyaman dan merasa takut mengunjungi pasar inpres Kisaran untuk belanja kebutuhan.Dikhawatirkan rasa tidak nyaman dirasakan oleh pengunjung lainnya sehingga berdampak sepinya transaksi jual beli para pedagang.

Ketua PD GAMI (Pengurus Daerah Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia) Kabupaten Asahan, Andi Abdul Rahim,SE akhirnya angkat bicara. Menurutnya,tindakan pengutipan yang dilakukan oknum preman itu merupakan praktek illegal dan harus ditertibkan.

Dijelaskannya, soal pengutipan parkir ditempat umum tanpa adanya payung hukum yang jelas merupakan perbuatan illegal. Untuk itu, pihak yang berwenang harus segara mengambil sikap tegas agar tidak semakin meresahkan.

"Apa dasar dan payung hukumnya pengutipan parkir dengan tarif luar biasa itu,kalau ada aturannya dari mana," jelasnya.

Apalagi, katanya, masyarakat Asahan tidak bodoh dan tidak ingin dibodoh-bodohi dengan pengutipan liar tersebut.Apakah sudah diberlakukan Perda Parkir Pasar Inpres Kisaran itu?. Jika belum ada PERDA parkir tersebut, dan adanya LOGO Rambate Rata Raya dan nominalnya Rp.5.000. Sangat jelas hal ini merupakan perbuatan melawan hukum.

"Kalau melawan hukum,tangkap oknum preman yang melakukan pungli  itu", tegasnya. (Irwan saputra)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top