• Home
  • Sumut
  • Pelaku Bebas Berkeliaran, Kasus Pengrusakan Warung Makan "Mengambang" di Mapolres Asahan
Senin, 8 Agustus 2016 | 21:57:57

Pelaku Bebas Berkeliaran, Kasus Pengrusakan Warung Makan "Mengambang" di Mapolres Asahan

Irwan saputra
Rumah makan milik Diana yang dirusak oleh pelaku.
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Polsek Kota Polres Asahan diduga tidak menindaklanjuti kasus pengrusakan warung makanan milik Diana (40) warga Jalan Penggalang Gang Ubudiyah Kisaran. Pasalnya, hingga kini para tersangka masih bebas berkeliaran hingga membuat korban trauma melihat pelaku.

Korban menduga polisi tidak berani melakukan penangkapan karena para tersangka selama ini merasa kebal hukum dan punya backing oknum polisi Padahal kasus pengrusakan tersebut telah dilaporkan secara resmi pada tanggal 26 Juli 2016 berdasarkan laporan polisi nomor LP/105/VII/2016/Res ash/Sek Kota.

Akibatnya, korban merasa kecewa dengan kinerja Polres Asahan yang terkesan melakukan pembiaran dan berpihak kepada para tersangka."Dimana letak keadilan di negeri ini, mengapa orang susah seperti saya ini terkesan dipermainkan dan laporan tidak diproses", lirihnya sembari mengeluarkan air mata,ketika ditemui Minggu,(7/8)sekira pukul 15.00 Wib di Kisaran.

Apalagi menurutnya,akibat warung tempatnya menggantungkan hidup dengan empat orang anak dihancurkan.Kini dirinya tidak mempunyai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya yang masih kecil.

Bahkan, kedua orang anaknya terancam putus sekolah karena tak bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan, para tersangka pengrusakan warung tersebut, Romed(40thn) dan Ucok Sakir(45) warga Jalan Panglima Polem Kisaran sering terlihat hilir mudik di sekitar kediamannya.

Kedua tersangka katanya, sering mengaku tak takut dengan polisi karena tak ada yang berani menangkapnya. Mengetehui kedua tersangka hingga kini masih sering terlihat mondar-mandir dan membuat korban merasa takut dan trauma dengan kejadian pengrusakan itu.

"Tolonglah kami yang orang susah ini,takut kali aku rasanya melihat orang itu.Orang itu bilang tak ada yang berani menangkapnya karena dekat sama Polres Asahan", ujar korban sembari memohon pertolongan. 

Kedekatan para tersangka pengrusakan itu terlihat ketika korban pertama kali melaporkan kasus pengrusakan tersebut.
Saat ingin membuat laporan ke Mapolsek Kota, korban dianjurkan membuat laporan ke Mapolres Asahan. Dan, saat di Mapolres Asahan korban disuruh melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek kota dengan alasan tempat kejadian wilayah Polsek Kota. Akan tetapi, ketika kembali melapor ke Mapolsek kota, laporan korban tidak diterima dengan alasan tak cukup bukti yang kuat.

Karena merasa diabaikan dan  tidak digubris akhirnya korban sempat melaporkan kasus pengrusakan warung tersebut ke Mapoldasu pada tanggal 25 Juli 2016 lalu. Oleh SPK Poldasu saat itu, korban disarankan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota dibawah arahan, Kompol Enjang. Korban akhirnya pulang ke Kisaran dan resmi membuat laporan ke Mapolsek Kota setelah pihak Polsek Kota dihubungi oknum Mapoldasu tersebut.

Kasus pengrusakan warung itu itu terjadi, Selasa (14/6/2016) sekira pukul 23.00 Wib di Jalan Sisingamangaraja Gang Karya Kisaran. Malam itu kedua tersangka dengan membawa senjata tajam secara bersama membabibuta menghancurkan warung makanan milik korban.

Kedua oknum preman itu leluasa menghancurkan warung yang menjadi sumber kehidupan itu tanpa hambatan dari pihak manapun. Pasalnya, warga sekitar takut dan tak berani mencegah aksi main hakim sendiri yang dilakukan kedua tersangka.Usai melakukan pengrusakan kedua tersangka meninggalkan lokasi kejadian tanpa rasa takut dan bebas melenggang.

Akibat pengrusakan warung itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 19 Juta rupiah dan tak bisa berdagang kembali.Sedangkan, barang-barang elekteronik milik korban yang berada di warung tersebut seperti kulkas, televise dan tape tak luput dari pengrusakan. Makana dan minuman yang dijajakan semuanya berserakan.

Sementara itu, Kapolsek Kota Polres Asahan, AKP Tombak Samosir ketika dikonfirmasi via seluler, Minggu (7/8) sekira pukul 17.00 Wib membantah pihaknya memendam kasus pengrusakan warung tersebut. Menurutnya, pihaknya tetap memproses secara hukum laporan yang dibuat korban.

Bahkan, kasus pengrusakan warung itu telah dilimpahkan ke Mapolres Asahan untuk segera ditindaklanjuti."Kasus itu tetap kita proses dan tak mungkin kita memendam laporan korban. Kasus itu sudah ditangani oleh Mapolres Asahan dan SP2HP nya udah kita serahkan kesana," ungkap Tombak. (Irwan saputra)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top