• Home
  • Sumut
  • Nyaris Bentrok, Preman Portal Pintuk Masuk Pasar Inpres Kisaran
Senin, 8 Agustus 2016 | 21:45:08

Nyaris Bentrok, Preman Portal Pintuk Masuk Pasar Inpres Kisaran

Irwan saputra
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Kelakuan oknum preman yang melakukan pemungutan liar (pungli) di pasar Inpres Kisaran semakin menjadi-jadi. Kali ini, oknum preman itu memasang palang besi (portal) di depan pintu masuk pasar Inpres Kisaran sehingga menghalangi pengunjung yang akan masuk.

Akibatnya, para pedagang mengamuk dan terlibat 'perang urat saraf' dengan beberapa oknum preman yang berada di lokasi kejadian, Minggu,(7/8/2016) sekira pukul 18.00 Wib. Pedagang merasa keberatan palang besi itu dipasang karena masih ingin melakukan transaksi jual beli.

Informasi diperoleh dilapangan, insiden kericuhan itu dipicu oleh oknum preman yang memasang palang besi penutup pintu masuk. Palang besi sebatas lutut itu membuat pengunjung yang masuk merasa tidak nyaman.

Entah apa maksudnya, palang besi itu sengaja dipasang ketika sore hari saat para pedagang ingin tutup. Akan tetapi, saat itu para pengunjung masih hilir mudik ingin membeli keperluan di pasar Inpres Kisaran tersebut.

Kericuhan itu akhirnya reda setelah para pedagang membuka palang besi penutup pintu masuk tersebut. Sedangkan oknum preman tersebut langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian setelah melihat beberapa pedagang mulai mengamuk.

"Kami tak terima palang besi ini dipasang karena mengganggu pengunjung yang akan masuk. Kenapa palang besi ini dipsang dengan seeenaknya saja tanpa ada aturan", teriak mak Marta salah seorang pedagang.

Pedagang mendesak Pemkab Asahan melakukan tindakan tegas terhadap oknum preman yang berbalut baju OKP tersebut. Pasalnya, kejadian ini mengganggu kenyamanan mereka mencari rezeki karena membuat pengunjung enggan masuk.

Sedangkan, oknum preman itu mengaku diperintah oleh pihak dinas tatakota agar menutup pintu masuk dengan palang besi. Penutupan itu juga dilakukan pada sore hari ketika para pedagang akan menutup kios miliknya.

Rencananya, pedagang pasar Inpres Kisaran juga akan mendatangi kantor Dinas Tatakota. Mereka akan mempertanyakan keberadaan sekelompok oknum preman yang telah bertindak sewenang-wenang di pasar Inpres Kisaran itu.

Bahkan, para pedagang berencana akan menutup seluruh kios dagangannya jika oknum preman masih berada di sekitar pasar Inpres Kisaran."Kalau memang pihak Dinas Tatakota Asahan  masih memelihara oknum preman kami akan berhenti jualan dan menutup seluruh kios milik kami," kata Ida salah seorang pedagang.(Irwan Saputra)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top