• Home
  • Sumut
  • Proyek Pembangunan Infrastruktur Di Kab Padang Lawas Asal-asalan
Kamis, 26 Mei 2016 | 23:37:29

Proyek Pembangunan Infrastruktur Di Kab Padang Lawas Asal-asalan

Syamsuddin Sianturi
Salah seorang warga saat mengecek pekerjaan Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen Cipta Karya Wilayah Sumut, pada Proyek Pembangunan Infrastruktur kawasan pemukiman perdesaan Kab Padang lawas Sumatera Utara Rp, 3.322.660.000. lokasi Desa Sidomulio Kec Barumun Selatan.
PATROLINEWS.COM, Padang Lawas - Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen Cipta Karya Wilayah Sumut, pada Proyek Pembangunan Infrastruktur kawasan pemukiman perdesaan Kab Padang lawas Sumatera Utara Rp, 3.322.660.000. lokasi Desa Sidomulio Kec Barumun Selatan yang bersumber dana APBN TA 2016 yang di kerjakan PT Razasa Karya, konsultan pengawas CV Khalimal terlihat asal dikerjakan.

Hasil pantauan wartawan media ini Kamis (26/5/2016) dilapangan pembangunan infrastuktur kawasan pemukiman perdesaan di Desa Sidomulio Kecamatan Barumun Selatan Kab Padang Lawas, lapen yang di kerjakan di duga asal asalan tidak melalui spesifikasi pengerjaan, lapennya gampang terkuak hingga berlobang alias berserak.  

Martinus yang mengaku  kepercayaan dari pihak pemborong, saat dikonfirmasi Patrolinews.com mengatakan kegiatan pengaspalan lapen tersebut telah sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

"Sudah sesuai RAB dan aspal yang terkuak akibat baru siap dikerjakan biasanya yang sering kami kerjakan satu bulan baru kering," ujarnya berdalih.

Sementara hasil pantauan bahwa kegiatan lapen tersebut dan pengakuan dari warga setempat menunjukkan kondisi tersebut memang tampak asal dikerjakan.

"Setelah 5 hari selesai dikerjakan memang begitulah keadaannya kurang baik, asal-asalan dikerjakan," ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menyikapi keluhan dari masyarakat terhadap proyek pembangunan pada aspal dan saluran air kiri/kanan di desa Pagur Satio Kec Barsel tidak menerima kwalitas pembangunannya, sebab pada drainasenya campurannya satu sak semen banding delapan angkong pasir hingga banyak yang telah runtuh. 

Masyarakat minta kepada penegak hukum dan pihak terkait agar meninjau ulang kegiatan tersebut dan besar dugaan masyarakat adanya persekongkolan antara rekanan, pengawas, dan pihak PU Provinsi.

Mengingat UU Jasa Konstruksi Nomor 18 Tahun 1999 Pasal 25 Ayat 3 mengatakan, Kegagalan bangunan ditentukan oleh pihak ketiga selaku Penilai Ahli. Dan Pasal 43 menyatakan, Barang siapa yang melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang mengakibatkan kegagalan pekerjaan konstruksi atau kegagalan bangunan dikenai pidana paling lama lima tahun penjara dan didenda sesuai UU tersebut.

Atas dasar keluhan masyarakat pengguna jalan yang  meminta Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas PU dan penegak hukum menindak tegas pelakunya, yang kuat dugaan kong kalikong dalam kepengawasan proyek walau pengaspalan lapen dan drainase serta segera menindak ulah dari pemborong nakal yang hanya mengeruk keuntungan semata tanpa memikirkan kwalitas dari proyek yang dikerjakanya. (Syamsuddin)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top