• Home
  • Sumut
  • Proyek Miliaran Pembangunan Jaringan Perpipaan IKK Sibuhuan Kab Padang Lawas Tidak Berfungsi
Jumat, 13 Mei 2016 | 21:30:26

Proyek Miliaran Pembangunan Jaringan Perpipaan IKK Sibuhuan Kab Padang Lawas Tidak Berfungsi

Syamsuddin Sianturi
PATROLINEWS.COM, Palas - Pembangunan saluran air minum bersih pada masyarakat sibuhuan  tahun 2015 yang lalu sebesar kurang lebih 6 miliar untuk bak penampung dan pembangunan jaringan perpipaan IKK Sibuhuan thn 2015 Rp 3.8 milyar yang bersumber dana APBN, belum bisa di mampaatkan masyarakat Kab Palas khususnya kota Sibuhuan, sementara dana  pembangunan nya dinilai sangat besar  mencapai biaya hampir 10 miliar.

Hal tersebut sesuai dengan temuan yang dikatakan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Kab Padang Lawas Agnesty, Jumat (13/05/16) di kantornya.

Masyarakat menduga pengerjaan nya tidak sesuai dengan RAB/ spesifikasi, sebab penanaman perpipaannya pada bahu jalan dan ruas jalan merusak aspal yang sudah ada. Ironisnya proyek tidak memasang plang merk, padahal dalam Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah diwajibkan untuk memasang papan merk proyek.

Lanjut Agnesty, Direktorat Jenderal Cipta Karya Provsu Ir Sahta Bangun dan PPK Popiy Prayudi Hastuty ST harus bertanggung jawab dalam hal ini, besar dugaan adanya persekongkolan antara Owner dengan penyedia barang,

Pembangunan jaringan perpipaan IKK Sibuhuan  Kab Padang lawas yang bersumber dana APBN Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 3,8 Miliar satuan kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Prov Sumatera Utara tidak transparansi pada masyarakat (plang merk) tidak ada di pasang sampai selesai kegiatan di laksanakan, kegiatan tersebut mengangkangi Kepres No,80 thn 2003 terbukti  belum bisa di pungsikan masyarakat dan sangat amburadul.

Pantauan awak media ini dilapangan, bak penampung yang di bangun terletak di Aek Lobu yang bersumber dari Aek Siabu tidak mampu menampung airnya hingga meluap dari tong/ bak tidak tau entah apa penyebabnya saluran perpipaan belum bisa difungsikan, besar dugaan tidak akan lama lagi mengakibatkan jebolnya ambruk pundasi bak yang di bangun hingga merugikan Negara maupun Rakyat.

Sementara ketidakadaan plang proyek atau papan nama proyek seakan disengaja pihak kontraktor  agar masyarakat tidak dapat mengetahui spesifikasi rincian proyek, semuanya serba misterius, lantas dari mana masyarakat bisa mengontrol pekerjaan ini kalau informasi untuk itu tidak ada, masyarakat minta pada Gubernur, anggota DPR dan penegak hukum  juga di harap jangan diam saja.

Suatu kebiasaan yang tidak terpuji tentang kegiatan kegiatan suatu proyek, pihak yang terkait selalu ada cara untuk memilih langkah modus memperkaya sendiri, dengan berbagai dalih, tidak pasang papan merk untuk cara mengamankan diri lebih banyak keuntungan mengabaikan kwalitas," tutup Agnesty. (syamsudin)

BERITA LAINNYA
Selasa, 21 November 2017 | 23:16:46
Rapat Fokopimda Sumut, Wagubsu Ajak Perangi Narkoba
Selasa, 21 November 2017 | 22:00:31
Banjir di Kabupaten Asahan Tidak Rusak Areal Persawahan
BERIKAN KOMENTAR
Top