• Home
  • Sumut
  • Galian C Ilegal Dibeking Penegak Hukum dan Pemkab Labusel
Rabu, 1 April 2015 | 22:48:50
Masyarakat Sekitar Kesulitan Air Minum

Galian C Ilegal Dibeking Penegak Hukum dan Pemkab Labusel

Galian C illegal di kawasan hutan lindung Desa Hutagodang dan Desa Sampean Kecamatan Sei Kanan Labuhanbatu Selatan.
Labusel - Warga sekitar Desa Hutagodang dan Desa Sampean Kecamatan Sei Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) resah dengan aktifitas penambangan liar yang diduga dikelola pengusaha kuat di Kecamatan Sei Kanan Labusel.

Keterangan dihimpun Aktual dari warga sekitar Desa Hutagodang dan Desa Sampean mengatakan, aktifitas penambangan liar yang dikelola oknum pengusaha kuat dan kebal hukum di Sei Kanan Labusel itu terlihat aman-aman saja karena diduga ada "main mata" dengan instansi penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Anehnya, meski saat ini Polres Labuhanbatu telah melakukan penertiban galian C illegal dengan menerapkan UU Pertambangan dan Mineral Pasal 158, namun bisnis galian C illegal yang dilakoni oknum pengusaha kuat dan kebal hukum di Sei Kanan Labusel, tetap seperti tidak mengindahkan larangan.

Menyikapi hal itu, warga meminta Poldasu segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pengelola galian C ilegal di daerah Kecamatan Sei Kanan Labusel karena penambangan galian illegal tersebut berdampak pada kerusakan kawasan hutan lindung dan persawahan warga Desa Huta Godang dan Desa Sampean Kecamatan Sei Kanan Labusel. Dan akibat galian C ilegal masyarakat menjadi kesulitan dan terganggu dalam kebutuhan air minum dan  mandi karena air sudah keruh.

Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak,longsor dan berimbas resiko cukup besar bagi masyarakat dengan rusaknya lahan pertanian di sekitar pinggiran sungai. Bisa dikenakan sangsi pidana denda Rp.10 miliar kurungan penjara 15 tahun penjara  telah melanggar UU No. 32 Tahun 2010 tentang  kerusakan lingkungan. Rawan kecelakaan sejumlah supir truk pengangkut batu yang mengejar trip ugal-ugalan masyarakat jadi was-was. Jalan rusak berdebu dan berlobang yang menimbulkan sejumlah masyarakat sekitar jalan lintas terkena penyakit batuk dan asma apalagi ditambah selama bulan februari ini dilanda kemarau yang panjang.

Ketika terjadi aksi protes masyarakat bersama OKP Pemuda Pancasila terhadap keberadaan galian C Ilegal tersebut, masyarakat meminta Kapolsek Sungai Kanan AKP J. Tarigan supaya  menutup keberadaan pengusaha galian C yang tidak memiliki izin tesebut. Bila Kapolsek tidak sanggup, sesegera mungkin meletakkan jabatan dari Kapolsek Sungai Kanan. Jangan ada terkesan ada main dengan pengusaha galian C yang telah membuat masyarakat resah. 

Kerusuhan bermula anggota Pemuda Pancasila yang mewakili warga untuk melakukan pungutan terhadap supir truk pengangkut batu Rp.2000 s/d Rp.5000 setiap truk yang melintasi jalan desa Huta Godang  yang diperuntukkan untuk pembangunan masjid. Salah seorang supir merasa keberatan dan terjadi cecok dan  oknum PP  memukul tangan sopir kemudian  melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik usaha galian C tersebut.

Pemilik usaha galian C bersama kawanan preman datang menemui oknum PP sehinga terjadi pengeroyokan terhadap oknum anggota PP. Masyarakat yang melihat akhirnya ikut ribut terhadap pemilik galian C dan meminta supaya melakukan penutupan galian c ilegal tersebut. Tak lama kemudian Polsek Sungai Kanan tiba di TKP sekitar pukul 18.00 wib untuk mengamankan, jelas warga saat ditempat kejadian di Desa Huta Godang.

Kapolsek Sungai Kanan AKP J. Tarigan  melalui telpon seluler mengatakan, masyarakat belum ada melapor supaya Galian C itu ditutup yang ada hanya melaporkan tentang penganiayaan namun hal penutupan dapat dikomfirmasikan ke Polres Labuhanbatu melalui Kabag Humas. Dari Polsek sudah menelpon Kepala desa Huta Godang supaya pengusaha galian C menghentikan kegiatan,jelasnya.(LBS.01)


BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top