• Home
  • Sumut
  • Berbiaya Rp5,4 Miliar, Pembangunan SMKN 1 Sei Kanan Belum Rampung
Senin, 1 Juni 2015 | 16:38:47

Berbiaya Rp5,4 Miliar, Pembangunan SMKN 1 Sei Kanan Belum Rampung

LABUSEL - Proyek pembangunan gedung SMKN 1 Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) yang telah menghabiskan uang negara Rp5,4 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2014, menuai berbagai pertanyaan bagi warga Kabupaten Labusel.

Pasalnya, dana begitu besar dihibahkan pemerintah untuk menopang peningkatan pendidikan di Kabupaten Labusel terkesan sia-sia.  Buktinya pembangunan SMKN 1 tersebut belum selesai juga namun sudah dibayarkan 100 persen. Demikian dikemukakan T Gunawan (43), warga Sei Kanan bersama rekannya, Ringan S (42).

Bahwa, anggaran Rp5,4miliar yang digunakan untuk membangun 32 ruang kelas baru SMKN 1 Sei Kanan itu terlalu besar.
Namun begitu, mereka tetap senang karena untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Yang lebih mengherankan lagi, penggunaan dana diduga banyak penyimpangan. "Buktinya, dana pusat yang ditransfer ke rekening sekolah kok ditransfer ke rekening lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan swakelola. Kan itu swakelola,"ungkap Gunawan yang diamini rekannya Ringan S, Minggu (24/5) lalu.

Disebutkan, walau tahun anggaran sudah berakhir dan masa perawatan juga sudah berakhir pembangunan sekolah juga tidak kunjung rampung. "Kan sia-sia uang miliaran yang dihibahkan negara untuk membangun sekolah tersebut. Saya pun tukang, jadi tahu kalkulasi dana untuk membangun 32 ruang kelas baru tersebut. Makanya saya heran, kok bisa dana Rp5,4 miliar tapi pembangunan sekolah tak siap. Ada apa ini "tanya mereka.

Terpisah, Ketua DPRD Labusel Edimin ketika dimintai konfirmasi melalui selulernya selaku pengawas pemerintahan di Labusel terkait pembangunan SMKN 1 Sei Kanan Rp5,4miliar TA 2014, hingga saat ini belum selesai dikerjakan mengatakan, tidak tahu. "Tidak tahu kami karena belum siap, akan kita periksa itu,"katanya.

Ketika disinggung kembali bahwa pembangunan dikerjakan 2014 dan sudah lewat masa pemeliharaannya, Ketua DPRD Labusel, Edimin tidak menjawab.

Sekadar untuk diketahui, Nurwanuddin yang kala itu, Kepala SMKN 1 Sei Kanan selaku penerima dan pengguna dana swakelola tersebut sama sekali tidak mengetahui pengerjaan proyek pembangunan ruang kelas baru SMKN 1 Sei Kanan tersebut, sementara penggunaan dana secara swakelola.

"Itu pak, saya sendiri pun tidak tahu pak, tau sudah begitu lah. Kapan dimulai, kapan peletakan batu pertama, bentuk sekolah gimana, bestek gimana, siapa yang mengerjakan, saya tidak tahu,"kata Nurwanuddin.

Katanya, dia diperintahkan dari Dinas Pendidikan Labusel agar dana yang masuk ke rekening sekolah ditransfer ke rekening lain. "Bu Linda suruh saya transfer ke rekening Amin Wahyudi Harahap. Terus jumpalah kami di Bank Sumut Langga Payung,"bebernya.

Sementara, salah seorang warga yang enggan disebut namanya ini mengungkapkan, Amin Wahyudi Harahap yang disebutkan Nurwanuddin
merupakan rekanan yang sering menangani proyek-proyek di Labusel.

"Kalau menurut Kepsek Nurwanuddin, dia diperintahkan mentransfer dana tersebut ke rekening Amin Wahyudi Harahap, itu mungkin saja. Karena, setahu saya dia biasa menangani proyek di Labusel. Dia disebut sebagai Ketua Gerakan Masyarakat Labuhan Batu (Gemala) di Labuhan Batu. Tak heran kalau Amin Wahyudi Harahap dikaitkan dengan aliran dana proyek,"celetuknya.(Haryan)

BERITA LAINNYA
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:20:59
Oknum Satpol PP Asahan Diduga Lecehkan Profesi Wartawan
Senin, 15 Januari 2018 | 23:54:24
Gubsu Tengku Erry Bersyukur Miliki Ibu Yang Bertuah
Senin, 15 Januari 2018 | 23:39:25
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
Kamis, 11 Januari 2018 | 22:46:45
Wagub Resmikan Huntara Pengungsi Sinabung
BERIKAN KOMENTAR
Top