• Home
  • Sultra
  • Lokasi Pembuangan Sampah Didepan UGD RSUD Wakatobi Ternyata Tanah Milik Warga
Rabu, 16 Agustus 2017 | 23:54:05

Lokasi Pembuangan Sampah Didepan UGD RSUD Wakatobi Ternyata Tanah Milik Warga

Sahwan
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) didepan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata bukan tanah milik Pemda Wakatobi melainkan milik warga sekitar rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Kabupaten Wakatobi, dr.Munardin Malibu, kepada awak media ini mengakui terkait tanah atau tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) didepan UGD atau rumah sakit umum bukan tanah milik pemda.  Dirinya juga mengatakan, pemerintah daerah (Bupati) juga telah menginstruksikan kepada pihak RSUD untuk membeli tanah tersebut. Sehingga pada saat itu juga pihak rumah sakit mencari pemilik tanah tersebut yang sekarang dijadikan tempat pembuangan sampah sementara ini, hingga ditemukan.

"Bupati sudah menyerahkan menginstriksikan kepada kami dan kami langsung mencari tahu siapa pemilik tanah itu.  Setelah kami tahu siapa yang punya dan ternyata ada empat orang pemilih tanah itu (4 Sertifikat). Yang lainya udah setuju, tapi tinggal satu yang tidak mau, dia adalah Masriati. Awalnya kami sudah memegang foto copy sertifikatnya, tapi beberapa minggu ibu Masriati ini ambil kembali katanya ada masalah dalam keluarganya. Cuma satu itu yang buat kami belum bisa beli tanah itu," katanya.

Sementara, Masriati membenarkan, bahwa tanah yang sekarang digunakan oleh pihak RSUD untuk tempat pembuangan sampah adalah merupakan tanah miliknya. 

"Tanah di depan Rumah sakit itu tanahku bukan tanah rumah sakit. Kenapa pihak RSUD seenaknya saja gunakan tanahku itu sebagai tempat pembuangan sampah mereka. Kalau mau, ya beli aja tanah itu. Atau tanya dulu baik-baik ka sama kami, jangan asal gunakan aja tanah itu," ungkapnya lewat via telepon, Rabu (16/8/2017).

Dirinya juga mengaku bahwa tanah tersebut sudah pernah ditawarkan oleh pihak RSUD, akan tetapi ia menolak. Alasan Ati hingga ia menolak adalah, dirinya tak mau tanah miliknya dibeli oleh orang atau pihak ke 3 (Makelar-red).

"Kami mau jual tanah itu, tapi kami tidak mau tanah kami itu dibeli melalui makelar tanah yang tak jelas. Kami mau pemda yang ketemu langsung sama kami, jangan melalui makelar atau siapapun," ungkap Ati.

Senada juga disampaikan La Ode Mailagi, yang merupakan salah satu pemilik tanah di areal tersebut. Mailagi mengatakan awalnya keluarganya sudah bersepakat untuk menjual tanah tersebut sesuai dengan permintaan Bupati belum lama ini. Namun akhirnya mereka batak menjual ke pihak rumah sakit.

"Kami dari pihak keluarga sudah aman semua. Kami sudah sepakat untuk menjual tanah itu pada saat bupati ketemu saya dan meminta tanah itu. Tapi yang membuat kami belum jual kembali tanah ini adalah kalau melalui makelar, dan bukan pemda yang serahkan harga tanah itu. Sebab kami sudah trauma soal beli tanah lewat makelar ini," katanya, Rabu (16/8/2017).

"Kami tau dulu tanah kami dibelakang itu dibeli dengan harga berapa/meter. Masa tanah kami dibagian depan ini mau dibeli dengan harga Rp.60.000/meter, jelas kami tidak mau to. Logikanya biar anak SD juga tidak mau kalau dengan cara seperti itu," tambah Mailagi.(Wan)

BERITA LAINNYA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:49:27
Panita Pelaksana Wakatobi WAVE 2017 Resmi Dibentuk
Senin, 2 Oktober 2017 | 23:31:12
WON, Cagub Sultra Asal Desa Liya Togo
Kamis, 28 September 2017 | 20:38:29
Sekda Wakatobi Sambut Kedatangan 112 Jemaah Haji
Sabtu, 16 September 2017 | 17:39:06
Festival Bharata Kaledupa Lahirkan Wajah Leluhur
Senin, 28 Agustus 2017 | 20:08:44
Prona Tahap II di Kota Baubau Beraroma Pungli
BERIKAN KOMENTAR
Top