• Home
  • Sultra
  • Aspri Bupati Wakatobi Intimidasi Wartawan Saat Meliput
Rabu, 5 Juli 2017 | 22:06:12

Aspri Bupati Wakatobi Intimidasi Wartawan Saat Meliput

Sahwan
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Tindakan semena-mena dan pelarangan wartawan dalam peliputan kini kembali lagi terjadi di masa pemerintahan Bupati Wakatobi, H. Arhawi. Dimana tindakan tersebut malah dilakukan Suwarno SE alias Boby selaku Asisten Pribadi (Aspri) Bupati.

Aksi tersebut bermula, saat sejumlah wartawan hendak ikut masuk rangka peliputan aksi ke ruang Bupati yang dilakukan Forum Komunikasi Mahasiswa Hukum Wakatobi (FKMH -W) terkait dugaan penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD/DD) 2016-2017, serta meminta keterbukaan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) para Kepala Desa (Kades), pada Rabu (5/7/2017).

Keempat wartawan yang tergabung dalam suatu organisasi Gabungan Wartawan Daerah (GAWAD) Wakatobi, diantaranya, kru Patrolinews.com,Kepton Pos, Sultraline.Id.co, Buton Pos, hendak masuk ke ruang Bupati, setiba diruangan secara mendadak Asisten Pribadi Bupati datang dan mendorong secara kasar para awak media ini keluar dan melarang melakukan peliputan pertemuan itu.

"Media, kalian keluar dulu di luar, nanti sebentar baru konferensi Pers. Kalian keluar karena ini kantor,"Kata Asisten Pribadi Arhawi, Boby saat itu dengan nada kasar sambil mendorong para awak media ini. Aneh..?

Melihat tindakan Suwarno, para awak media pun merasa heran dan bertanya-tanya mengapa Suwarno melarang peliputan pertemuan tersebut. 

"Kami tak mau bergeming, karena kami harus tau apa yang di katakan Bupati saat bertemu dengan para pendemo itu. Sebenarnya apa yang disembunyikan Bupati dan Asistenya. Lagian para Aktivis itu juga mereka pengen media tau apa bicaranya Bupati ke mereka. Ini kan aneh sekali cara La Boby ini," terang SahWan, yang juga sebagai Wartawan media ini.

Terpisah, menaggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Wartawan Daerah (GAWAD) Kabupaten Wakatobi, Deny, SH, mengatakan, pelecehan yang dilakukan oleh Asisten Pribadi (Aspri) Bupati Wakatobi, Suwarno alias Boby, merupakan tindakan yang tidak patut di contohkan karena kehadiran wartawan di kantor Bupati dalam rangka melaksanakan tugas jurnalistiknya.

"Saya sebagai Ketua Gawad Wakatobi sangat menyayangkan perlakuan Aspri Bupati, alias Boby. Saya meminta bupati untuk mengevaluasi kinerja Asprinya agar memahami tugas PERS dan UU Pers. Apa salahnya teman-teman meliput pertemuan itu, lagian itu aspirasi yang harus diketahui masyarakat, kan wajar kalau mereka meliput. Terus ada apa kah, sampai wartawan tidak boleh meliput pertemuan itu," tutur Deny, yang sangat kecewa dengan perlakuan Boby. 

Menurut pantawan media ini, selama ini kalangan wartawan sudah sering menerima keluhan berbagai pihak terkait sikap Boby sebagai Asisten Pribadi Bupati Wakatobi yang kurang bersahabat dan over akting.(Wan)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top