• Home
  • Sultra
  • RasKin Berdebu dan Berkutu, Kabulog Wakatobi Salahkan Gubernur Sultra
Minggu, 18 Juni 2017 | 21:41:51

RasKin Berdebu dan Berkutu, Kabulog Wakatobi Salahkan Gubernur Sultra

Sahwan
Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy saat dikonfirmasi awak media, Minggu (18/6/2017) sekira 11.00 WIT.
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy mengatakan penyebab keterlambatan penyaluran Beras Miskin (Raskin) membuat beras lama mengendap digudang. Akibatnya beras tersebut menjadi berdebu, bau apek dan berkutu. Menurut Dedy rusaknya beras raskin ini bukan salah Bulog, melainkan salah Gubernur Sulawesi Tenggara (Nur Alam-red).

"Sebenarnya pemda menunggu instruksi dari Gubernur juga. Sekarang anda lihat nggak di koran-koran baru mulai kapan beras di salurkan. Justru di Kendari pun karena SK dari Gubernur baru terlambat keluar makanya beras baru kami salurkan. Kendalanya seperti itu, kami juga tidak menyalahkan pemda. Karena semua ini karena tidak ada SK dari Gubernur baru keluar bulan ini saja, jadi beras mengendap lama di gudang selama 6 bulan," ungkap Dedy dihadapan para wartawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Minggu (18/6/2017) sekira 11.00 WIT.

Tak hanya Gubernur Sultra, sebelumnya juga Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy juga menyalahkan pihak kelurahan dan desa yang memaksa agar beras yang tak layak konsumsi itu segera dibagi.

"Kita juga sudah beritahukan ke mereka juga, bahwa kondisi beras sekarang ini agak begini. Tapi mereka mau menyalurkan terlebih dahulu. Dan pas kita salur, mereka juga menolak. Padahal saya sudah bilang, ini harus di proses dulu. Artinya  di Blowing. Dan itu kan cuma debu saja, bukan tidak layak," kata Dedy. 

Diberitakan sebelumnya, Warga Kelurahan Mandati 1, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengembalikan raskin (Beras Miskin) yang telah berdebu, apek dan juga berkutu, Sabtu (17/06/2017) kepada Bulog Kabupaten Wakatobi.

Lurah Mandati 1 melalui sekretarisnya, La Ode Ahmad Raya Yasin, SH, mengatakan, kendati beras tersebut dibeli dengan harga cukup murah, namun dirinya beserta masyarakat di kelurahan tersebut tetap menolak karena menurut mereka beras yang berasal dari bulog Wakatobi ini, tidak layak untuk dikosumsi manusia.

Ahmad dan warganya besepakat menolak dan dikembalikan, karena kualitas yang sangat buruk. Penolakan tersebut dilakukan pertamakali di Mandati 1, kendati kondisi beras serupa juga terjadi pada pembagian sebelumnya.

"Pada pembagian sebelumnya warga masih menerima dan bersabar karena kemungkinan kualitas yang tidak baik. Namun untuk pembagian kali ini warga benar-benar menolak karena kondisi serupa juga terjadi. Beras seperti ini kalau kita makan, nantinya akan membawa penyakit, bukan sehat. Dan kami ini manusia, bukan binatang," ungkap Ahmad, saat di konfirmasi Wartawan Patrolinews.com di ruang kerjanya pada, Sabtu (17/06/17).

Menurut Dia, beras raskin yang sebelumnya masih didalam karung ketika dibuka langsung mengeluarkan bau apek yang menyengat ditambah lagi sejumlah binatang hitam kecil (Kutu) terlihat berkeliaran didalam karung beras yang membuat bulu kuduk merinding.

Bukan hanya itu, Ahmad juga mengatakan, ketika beras dipegang dan dipindahkan dari dalam karung, berlumuran debu dan langsung memenuhi udara sekitar.

"Saat diturunkan dari mobil kemarin sebenarnya kita sudah merasa curiga cukup banyak debu putih. Demikian juga dengan gudang tempat penyimpanan raskin. Tembok dan lantai ruangan dipenuhi dengan debu," kata Sekretaris muda ini seraya meminta pihak Bulog ke depannya mengganti beras yang lebih layak serta lebih bagus lagi.

Terpisah Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy Jenggot, ketika dikonfirmasi mengaku bahwa sebelumnya ia sudah mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan dan Desa. Namun menurut Dedy, Pihak Kelurahan dan Desa ini memaksa agar beras yang tak layak konsumsi itu segera dibagi.

"Kita juga sudah beritahukan ke mereka juga, bahwa kondisi beras sekarang ini agak begini. Tapi mereka mau menyalurkan terlebih dahulu. Dan pas kita salur, mereka juga menolak. Padahal saya sudah bilang, ini harus di proses dulu. Artinya  di Blowing. Dan itu kan cuma debu saja, bukan tidak layak," kata Dedy. (Wan) 

BERITA LAINNYA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:49:27
Panita Pelaksana Wakatobi WAVE 2017 Resmi Dibentuk
Senin, 2 Oktober 2017 | 23:31:12
WON, Cagub Sultra Asal Desa Liya Togo
Kamis, 28 September 2017 | 20:38:29
Sekda Wakatobi Sambut Kedatangan 112 Jemaah Haji
Sabtu, 16 September 2017 | 17:39:06
Festival Bharata Kaledupa Lahirkan Wajah Leluhur
Senin, 28 Agustus 2017 | 20:08:44
Prona Tahap II di Kota Baubau Beraroma Pungli
BERIKAN KOMENTAR
Top