• Home
  • Sultra
  • Warga Mandati I Kembalikan 750 Sak Beras Raskin Berdebu dan Berkutu
Sabtu, 17 Juni 2017 | 20:04:11

Warga Mandati I Kembalikan 750 Sak Beras Raskin Berdebu dan Berkutu

Sahwan
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Warga Kelurahan Mandati 1, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengembalikan raskin (Beras Miskin) yang telah berdebu, apek dan juga berkutu, Sabtu (17/06/2017) kepada Bulog Kabupaten Wakatobi.

Lurah Mandati 1 melalui sekretarisnya, La Ode Ahmad Raya Yasin, SH, mengatakan, kendati beras tersebut dibeli dengan harga cukup murah, namun dirinya beserta masyarakat di kelurahan tersebut tetap menolak karena menurut mereka beras yang berasal dari bulog Wakatobi ini, tidak layak untuk dikosumsi manusia.

Ahmad dan warganya besepakat menolak dan dikembalikan, karena kualitas yang sangat buruk. Penolakan tersebut dilakukan pertamakali di Mandati 1, kendati kondisi beras serupa juga terjadi pada pembagian sebelumnya.

"Pada pembagian sebelumnya warga masih menerima dan bersabar karena kemungkinan kualitas yang tidak baik. Namun untuk pembagian kali ini warga benar-benar menolak karena kondisi serupa juga terjadi. Beras seperti ini kalau kita makan, nantinya akan membawa penyakit, bukan sehat. Dan kami ini manusia, bukan binatang," ungkap Ahmad, saat di konfirmasi Wartawan Patrolinews.com di ruang kerjanya pada, Sabtu (17/06/17).

Menurut Dia, beras raskin yang sebelumnya masih didalam karung ketika dibuka langsung mengeluarkan bau apek yang menyengat ditambah lagi sejumlah binatang hitam kecil (Kutu) terlihat berkeliaran didalam karung beras yang membuat bulu kuduk merinding.

Bukan hanya itu, Ahmad juga mengatakan, ketika beras dipegang dan dipindahkan dari dalam karung, berlumuran debu dan langsung memenuhi udara sekitar.

"Saat diturunkan dari mobil kemarin sebenarnya kita sudah merasa curiga cukup banyak debu putih. Demikian juga dengan gudang tempat penyimpanan raskin. Tembok dan lantai ruangan dipenuhi dengan debu," kata Sekretaris muda ini seraya meminta pihak Bulog ke depannya mengganti beras yang lebih layak serta lebih bagus lagi.

Terpisah Kepala Bulog Kabupaten Wakatobi, Dedy Jenggot, ketika dikonfirmasi mengaku bahwa sebelumnya ia sudah mengkomunikasikan dengan pihak Kelurahan dan Desa. Namun menurut Dedy, Pihak Kelurahan dan Desa ini memaksa agar beras yang tak layak konsumsi itu segera dibagi.

"Kita juga sudah beritahukan ke mereka juga, bahwa kondisi beras sekarang ini agak begini. Tapi mereka mau menyalurkan terlebih dahulu. Dan pas kita salur, mereka juga menolak. Padahal saya sudah bilang, ini harus di proses dulu. Artinya  di Blowing. Dan itu kan cuma debu saja, bukan tidak layak," kata Dedy. (Wan) 

BERITA LAINNYA
Minggu, 16 Juli 2017 | 21:31:50
Wow..!! Sampah Menggunung Hiasi RSUD Wakatobi
BERIKAN KOMENTAR
Top