Iklan bank sumut
  • Home
  • Sultra
  • Perombakan Perangkat Desa Waelumu Langgar Permendagri
Sabtu, 3 Juni 2017 | 20:15:27

Perombakan Perangkat Desa Waelumu Langgar Permendagri

Plt Jayadin: Perombakan Adalah Perintah TIM Sukses
Sahwan
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Pengangkatan dan Pemberhentian para perangkat Desa Waelumu Kecamatan WangiWangi Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang ditetapkan oleh PLT. Jayadin SE pada Jum'at (2/6/2017) kemarin, dinilai memicu konflik antar warga. 40 orang Prangkat desa yang baru di pecat ini mengatakan, PLT Desa tersebut sudah melenceng dari aturan Permendagri No.83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentiaan Perangkat Desa.

Salah satu Perangkat Kantor Desa Waelumu, La Soro (35) dihadapan para awak media menyampaikan, dirinya sangat kecewa dengan cara PLT baru (Jayadin-red) yang semena-menanya mengobrak abrik semua perangkat desa tanpa ada musyawarah sebelumnya dan dilakukan secara serentak.

"PLT kami yang baru (Jayadin-red) ini telah melakukan pergantian aparatur desa tanpa melalui proses evaluasi terhadap sejumlah kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan kepada kami sebagai aparatur desa yang lama. Dia perlukan kami seperti binatang yang tidak punya harga diri," tutur La Soro, pada Sabtu (3/6/2017).

Tak hanya itu, menurut Darni, yang bertugas sebagai Staf Pelayanan di Kantor Desa Waelumu ini juga mengatakan, Jayadin (PLT) melakukan pergantian total, mulai dari Aparatur di dalam sekretariat, pengurus Mesjid, Guru ngaji, petugas kebersihan, sara hukumu, LPM, tenaga pengajar TK, PAUD dan para Kader.

"Saya merasa bahwa kinerja kami selama tidak dihargai sama PLT baru ini. Kalau mau di malas, toh saya tidak pernah terlambat masuk kantor, dan pulang jiga sesuai dengan jam yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Sebenarnya ini masalah politik atau apa ini. Ataukah ini adalah dendam yang mereka lampiaskan. Karena menurut isu yang kami dengar, bahwa kami di pecat karena kami adalah pendukung Marah (PDIP-red)," sesal Darni. Seraya menambahkan, "Anehnya, Guru ngaji di turunkan kerjaanya menjadi tukang sapu mesjid,".

Lain lagi dengan ungkapan PLT baru Desa Waelumu, Jayadin SE, ketika di konfirmasi para awak media ia mengaku, perombakan Perangkat Desa tersebut adalah perencanaan yang sudah di atur oleh para TIM. Ia juga mengatakan, pemberhentian yang dirinya lakukan memang sudah di tetapkan dalam aturan perundang-undangan dalam pemerintah Desa, bahwa seorang PLT bisa melakukan hal itu (Pemecatan-red).

"Kenapa PLT tidak bisa. Kenapa Raifudin bisa baru saya tidak bisa. Saya juga bisa mengambil langkah itu, karena itu adalah aturan dari pemerintah desa. Dan itu adalah kerja-kerja TIM kan, yang sudah di atur disana. Dan itu TIM adalah masyarakat disana. Masyarakat ini meminta agar mereka ini harus diganti. Itupun juga saya harus klarifikasi. Jadi kehadiran saya disana itu untuk menghilangkan yang namanya Biru (PAN) dan Merah (PDIP), semua yang masuk disana adalah masyarakat desa waelumu. Sy juga mau hilangkan ini yang namanya politisasi di desa waelumu," gumam Jayadin,  saat di temui para awak media di depan rumahnya pada Sabtu (03/06/2017).

Sambungnya, sebagai perangkat tidak melaksanakan tugasnya secara paten tapi melayani masyarakat dengan memilih-milih masyarakat. "Dan kenapa guru ngaji dan perangkat mesjid saya ganti. Karena, ada guru ngaji yang tidak tau mengaji dan ada orang mesjid yang tidak tau Azan. Saya ini mau jadikan Desa Waelumu sebagai desa yang islamiah,"tambah jayadin.

Ketika di pertanyakan soal Bumdes, Jayadin juga menjawab bahwa ia akan mengevaluasi kembali para perangkatnya, "Itu Bumdes saya tidak akan bubarkan karena itu adalah program kerja pemerintah, hanya saya akan mengevaluasi kembali terutama perangkat itu cocok kah untuk ditaru disitu dan ketuanya juga harus orang yang mengerti wirausaha dan tidak mempunyai pekerjaan dimana-mana,"ungkapnya.

Tak hanya itu, PLT Desa Waelumu (Jayadin), yang baru 6 hari menduduki kursi sofanya ini juga sempat menyindir mantan Kades dan PLT lama terkait kinerja mereka yang menurutnya tidak betul dalam mengelola ADD/DD.

"Sudah dua pemimpin di Waelumu tapi waelumu begitu-begitu saja coba lihat sana. Kan bisa dilihat sendiri tidak usah saya bicara. Jadi saya masuk itu bukan tujuan untuk berpolitik disana, tapi saya ingin mengembalikan waelumu itu seperti dulu," bangganya. (Wan).

BERITA LAINNYA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:49:27
Panita Pelaksana Wakatobi WAVE 2017 Resmi Dibentuk
Senin, 2 Oktober 2017 | 23:31:12
WON, Cagub Sultra Asal Desa Liya Togo
Kamis, 28 September 2017 | 20:38:29
Sekda Wakatobi Sambut Kedatangan 112 Jemaah Haji
Sabtu, 16 September 2017 | 17:39:06
Festival Bharata Kaledupa Lahirkan Wajah Leluhur
Senin, 28 Agustus 2017 | 20:08:44
Prona Tahap II di Kota Baubau Beraroma Pungli
BERIKAN KOMENTAR
Top