• Home
  • Sultra
  • GPMI Minta PT VDNI Morosi Segera Ditutup dan Tangkap Tenaga Kerja Ilegal Asal Cina
Selasa, 16 Mei 2017 | 22:00:09

GPMI Minta PT VDNI Morosi Segera Ditutup dan Tangkap Tenaga Kerja Ilegal Asal Cina

Sahwan
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Kendari - Puluhan masaa yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) menggelar aksi menuntut agar PT VDNI Morosi segera ditutup dan menangkap tenaga kerja ilegal asa Cina yang dipekerjakan perusahaan tambang tersebut.

"Pemerintah Indonesia sudah menerapkan sistem ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dalam menjalankan program industri Nasional dan melibatkan peran serta kaum Buruh. Namun, yang telah terjadi di PT VDNI Morosi, perusahaan tambang di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut malah melakukan sebaliknya," ungkap Armin, Koordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya di depan Kampus UHO atau lebih dikenal dengan Universitas Halu Oleo, Selasa, (16/5/2017).

Lanjut Armin, perusahaan atau PT. VDNI MOROSI telah melanggar UU Nomor 13 tahun 2013, tentang ketenagakerjaan. Ironisnya, pelanggaran tersebut sudah dilegalkan oleh aparat penegak hukum. Padahal seharusnya mereka tidak boleh melanggar itu. 

"Seharusnya buruh yang berada di perusahaan ini 30 % dari Luar Negeri dan 70% asli penduduk Sultra. Ini hampir semuanya adalah buruh dari Cina," imbuhnya. 

Armin juga menduga, pihak Imigrasi dan Dinas Ketenaga Kerjaan Provinsi Sulawesi Tenggara kurang teliti dan pengawasan yang intens, sehingga di Sultra banyak sekali warga asing (Cina) ilegal.

"Sudah nampak jelas dipermukaan, bahwa yang menguasai PT. VDNI MOROSI adalah rata-rata buruh Cina Ilegal. Maka kami dari GPMI meminta agar PT. VDNI di tutup dan tangkap buruh Cina Ilegal MOROSI. Kami juga meminta Kepala IMIGRASI Sulta segera mundur dari jabatanya apabila membiarkan tenaga kerja Cina Ilegal berada di Sultra. 

Oleh karena itu, puluhan massa tersebut meminta kepada DPRD Sultra untuk membentuk Pansus yang melibatkan Mahasiswa dan pihak terkait. 

"Selamatkan Buruh Indonesia atau tangkap dan adili, juga penjarakan pengusaha nakal," pungkas Armin. (Wan)

BERITA LAINNYA
Kamis, 29 Juni 2017 | 21:03:40
Asal Muasal Tari Balumpa dan Atraksi Pajuju
Rabu, 28 Juni 2017 | 20:52:06
Pemkab Wakatobi Gelar Festival Pulau Tomia
BERIKAN KOMENTAR
Top