Kamis, 1 Februari 2018 | 00:16:46

Sutrisno Pangaribuan Sambangi Masyarakat Pemulung

Patrolinews.com/Ist
Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan foto bersama dengan masyarakat pemulung di Desa Helvetia Kecamatan Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (31/1/2018).
PATROLINEWS.COM, Medan - Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan yang dikenal akrab dengan masyarakat pinggiran alias kaum marginal kembali menyambangi warga yang dominan bekerja sebagai pemulung di Desa Helvetia Kecamatan Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (31/1/2018). 

Kedatangan Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan itu guna memenuhi undangan Ketua Komunitas Pemulung Uba Pasaribu  sebelumnya.  

Di perkampungan pemulung, satu persatu warga yang didominasi para ibu-ibu, menyampaikan segala permasalahan yang sedang mereka alami. Mulai dari ketiadaan jaminan kesehatan, pendidikan, Kartu identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte Lahir dan sejenisnya.

Menurut warga, keberadaan pemerintah hingga saat ini belum dirasakan. Karena, segala hak yang seharusnya mereka dapatkan, belum dirasakan. Termasuk juga segala bentuk bantuan apapun dari Pemerintah.

Seperti yang diungkapkan Mery Waruhu. Warga yang mebetap di Desa Helvetia tersebut merasa kecewa dengan salah satu sekolah, yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mengikuti Pelatihan Kerja Lapangan (PKL), dikarena belum membayar kewajiban sekolah.

"Sedih kali aku lihat anak ku itu Pak, sudah berulangkali dibilangnya untuk bayar uang sekolah, tapi aku tak punya uang," kata Mery yang sudah menjanda 12 tahun.

Bagitupun, anakku itu tetap ngotot mau sekolah. Sudah pergi anakku sekolah, kalau tidak dibayar, kata anakku besok enggak dibolehkan masuk ikut PKL, ucapnya.

"Tolong saya pak, susah kali rasanya, apalah saya ini, hanya seorang pebototnya, apalagi harga botot lagi turun,"sebut Mery sambil diamini warga lainnya.

Selain permasalah tersebut, warga lain juga menyampaikan ketiadaan identitas diri, sehingga untuk mengurus apapun jadi sulit.

"Masih banyak warga disini (Desa Helvetia) belum terdaftar di e-KTP,  termasuk memiliki KK dan akte kelahiran,"sambung warga lain.

Ketua Komunitas Pemulung Uba Pasaribu juga mengamini apa yang disampaikan warga. Menurutnya, selama ini dirinya kerap disebut 'calo' saat membantu warga mendapatkan KTP, KK dan Akte Kelahiran di Disdukcapil.

"Ada 50 KK binaan dari komunitas pemulung, setiap kali saya mengurus identitas warga, saya selalu dikatakan 'calo', tapi tak apalah, demi masyarakat," ungkap Uba dilokasi.

Sebagai permerhati warga miskin, dirinyapun mengaku selalu dilibatkan dalam kepengurusan warga miskin yang ingin berobat kerumah sakit. 

"Pintu rumah saya, 24 jam siap terbuka untuk warga, jadi silahkan saja, dan saya siap memfasilitasinya," terangnya.

Usai mendengar segala keluh kesah warga, sebagai pembina Pemulung, Sutrisno Pangaribuan langsung meminta warga agar memberikan identitas diri dan dikumpulkan. 

"Setidaknya, Jumat (2/2/2018) saya sudah mendapatkan seluruh data warga, dan Senin (5/2/2018), saya bersama Pak Uba akan menghadap Bupati Deliserdang. Tentunya, dengan menghadap Bupati, permasalahan warga yang selama ini kurang ditanggapi, dapat diselesaikan secepatnya," ungkap Sutrisno memberikan solusi bagi warga pemulung. (Nando) 

BERITA LAINNYA
Kamis, 22 Februari 2018 | 21:13:02
17 PKS di Labuhanbatu tak Miliki IPAL
BERIKAN KOMENTAR
Top