Senin, 6 November 2017 | 23:20:03

Nezar: BNN Harus Sebutkan Kuliner Mengandung Narkoba di Medan

Jika Kesulitan, Terjunkan BBPOM
Erris
Anggota Komisi E DPRD Sumut HM Nezar Djoeli ST
PATROLINEWS.COM, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut harus menyebutkan secara gamblang jenis-jenis kuliner yang mengandung narkoba (narkotika obat berbahaya) du Medan, agar masyarakat dapat menghindari untuk tidak mengkonsumsi.
     
"Harusnya BNN jangan asal sebut, tapi umumkan kuliner apa saja yang mengandung narkoba," ujar Anggota Komisi E DPRD Sumut HM Nezar Djoeli ST kepada wartawan, Senin (6/11/2017) di ruang kerjanya gedung DPRD S uumut Jalan Imam Bonjol Mwdan.
        
Sebelumnya Penyuluh ahli madya BNN Sumut Luhut Mawardi Sihombing dalam seminar di Medan menyebutkan, temuan BNN ada kuliner di Medan mengandung narkoba dari jenis biji ganja bercampur ramuan rempah.
       
Disebutkan, kuliner khas secara kasat mata dan rasa, tidak dapat diketahui, tapi hal utama yang terasa bila kuliner itu dicampur zat adiktif berbahaya bila dinikmati menimbulkan ketagihan dan si pengkonsumsi merasa haus berkepanjangan.
        
Anggota FPNasDem DPRD Sumut ini menyatakan, pihaknya mengapresiasi temuan BNN Sumut tersebut, tapi harus benar-benar dapat dibuktikan, dengan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kuliner-kuliner yang diduga mengandung jenis narkoba.
     
"Jika BNN merasa sulit meneliti kuliner bercampur rempah-rwmpah, terjunkan Balai besar pengawasan obat dan makanan (BBPOM) untuk melakukan investigasi menelitinya. Apakah campuran ampetamen atau canabis, BBPOM bisa menelitinya, agar tidak menimbulkan fitnah," ujarnya.
       
Anggota dewan dari dapil (daerah pemilihan) Sumut I kota Medan ini juga mengingatkan, statemen yang dikeluarkan BNN kuliner mengandung narkoba jangan sampai memfitnah para pedagang kuliner umumnya rakyat kecil, karena bisa meresahkan dan merusak perekonomian rakyat.
      
Tapi, tandas politisi NaDem ini, kalau terbukti kuliner percampurannya jenis narkiba ampetamin dan canabis, silahkan tangkap dan doproses sesuai hukum yang berlaku, meski pedagang kecil sekalipun dengan azas praduga tak bersalah. 
      
Sebaliknya, sebut Nezar lagi, kalau kuliner yang dicurigai tidak terbukti bercampur narkoba, silahkan minta maaf atas staemen yang dikeluarkan BNN. "Masalah narkoba ini sangat sensitif dan sudah sampai ketaraf mencemaskan," ujarnya menambahkan.(Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 20:53:00
Pemko Medan Belum Serius Tangani Kemacetan dan Banjir
Kamis, 16 November 2017 | 21:59:50
DPRD Sumut Ngaku Prihatin Dengan Kinerja PT PPSU
Selasa, 14 November 2017 | 22:23:11
DPRDSU Minta Pemkab/Pemko Segera Bentuk BLUD-RS
Selasa, 7 November 2017 | 22:31:43
DPRDSU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Trafficking TKW
Kamis, 2 November 2017 | 21:46:32
DPRD Sumut : UMP Sumut 2018 Belum
BERIKAN KOMENTAR
Top