• Home
  • Sorotan Wakil Rakyat
  • Anggota DPRDSU Tinjau Penanganan Medis Irwan, Bocah Penderita Infeksi Usus di RS Santa Elisabeth
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 18:23:36

Anggota DPRDSU Tinjau Penanganan Medis Irwan, Bocah Penderita Infeksi Usus di RS Santa Elisabeth

Nando
Anggota Komisi B dari F-Demokrat, Jenny Riany Lucia Berutu, SH (baju merah) bersama keluarga pasien, Rosidah br Gultom (nenek pasien) dan ayah pasien saat mendengarkan penjelasan pihak rumah sakit terkait hasil diagnosa yang telah dilakukan terhadap bayi Irwan Banurea, Sabtu (28/10/2017).
PATROLINEWS.COM, Medan - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRDSU), Jenny Riany Lucia Berutu, SH mendatangi Rumah Sakit (RS) Santa Elisabeth Medan guna memastikan penanganan medis terhadap Irwan Banurea (2,7), bocah penderita infeksi usus pasca operasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan mendapat perawatan dengan baik, Sabtu (28/10/2017) sekira pukul 09.00 Wib.

Jenny Riany Lucia Berutu menjelaskan bahwa dirinya memamng meminta agar pihak RS Santa Elisabeth Medan menangani penyakit Irwan disamping rumah sakit tersebut juga memiliki dokter bedah anak.  

"Kita meminta agar pihak RS Elisabeth menangani bayi itu karena disini ada dokter bedah anaknya sedangkan di RS Sakit Royal Prima belum memiliki dokter bedah anak. Saya juga yakin Rumah Sakit Elisabeth akan menangani Irwan dengan baik.  Penyakit yang dialami Irwan karena infeksi yang timbul pada ususnya. Sedangkan Irwan masih membutuhkan penanganan - penanganan akan penyakit yang juga di derita Irwan sebelumnya, seperti fungsi mata, telinga dan juga otaknya. Jadi awalnya ini akan diambil tindakan medis untuk penanganan fungsi usus si bayi. Ya karena kelalaian orangtua bayi yang terlambat untuk mengobati. Seharusnya setahun ini bayi itu secara kontinu berobat jalan, tetapi karena tidak rutin menyebabkan usus bayi menjadi infeksi dan membesar," terangnya.

Anggota komisi B DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat ini juga mengapresiasi tindakan pihak RS Santa Elisabeth Medan yang cepat merespon keluhan keluarga pasien.

"Saya mengapresiasi pelayanan RS Elisabeth. Saya lihat penanganan Rumah Sakit Elisabeth sudah baik dan saya percaya karena mereka langsung merespon dan menyiapkan kamar yang bagus untuk Irwan. Juga terhadap RS. Royal Prima yang sebelumnya juga telah menangani bayi Irwan dengan baik," tukas anggota DPRD Sumut  dari Dapil (Pakpak Bharat, Dairi dan Karo) ini.

Dalam kunjungan di RSUP HAM, anggota komisi B dari F-Demokrat tersebut bersama keluarga pasien, Rosidah br Gultom (nenek pasien) dan ayah pasien turut mendengarkan penjelasan pihak rumah sakit terkait hasil diagnosa yang telah dilakukan terhadap bayi Irwan Banurea. Tindakan itu dilakukan sebagai pemahaman bagi pihak keluarga pasien terhadap penyakit pasien dan juga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi saat dilakukan tindakan operasi pada Irwan.

Direktur Rumah Sakit (RS) Elisabeth Medan, dr. Maria Kristina menjelaskan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan menangani saluran pembuangan kotoran pasien yang sebelumnya telah dibuat oleh pihak RSUP H Adam Malik yang kini telah tersumbat sehingga menimbulkan pembengkakan pada usus Irwan Banurea.

"Jadi kesakitan yang dialami bayi itu (Irwan,red) karena penyumbatan saluran pembuangan dari perut pasien yang sebelumnya telah dibuatkan oleh RS Adam Malik telah tersumbat lagi. Kemungkinan pihak keluarga kurang menjaga kebersihan sehingga saat ini telah infeksi. Jadi tetap akan ada lubang pembuangan di perut si anak. Itu penangan awal yang akan kita lakukan. Ini emergency untuk penanganan lubang kolostomi (lubang pembuangan kotoran) yang dibuat dari perut. Dan masalah biayanya ditanggung BPJS Kesehatan," ungkap dr.Maria Kristina kepada Anggota DPRDSU Jenny Berutu dan Rosidah br Gultom serta ayah pasien yang turut disaksikan para awak media.

Senada, Wakil Direktur RS Elisabeth Medan, dr Riahsyah mengatakan kondisi yang dialami oleh bayi Irwan Banurea harus secepatnya dilakukan tindakan medis guna mencegah kegagalan dari semua sistem tubuh pasien.  

"Jadi kegawatdaruratan ini yang kita kenal dengan istilah Ideo Obstruktif ini akan mengakibatkan semua sistem terganggu, yang pertama tentu pasti cairan terganggu tidak ada pengeluaran kemudian diikuti dengan kotoran yang harusnya kita keluarkan. Tapi faktanya sekarang, tidak bisa keluar dengan normal maka dia akan menimbulkan infeksi yang berakumulasi didalam sistem saluran cerna sering kita sebut dengan Enterokolitis. Kemudian ini juga pelan-pelan lambat laun kita biarkan masuklah seluruh infeksi ini ke seluruh semua sistem yang ada didalam tubuh melalui infeksi di darah yang sering kita sebut dengan kondisi yang Sepsis. Jadi kalau kondisi sepsis ini dia sudah terinfeksi secara menyeluruh, didalam darah itu semua sudah masuk, dia tinggal masuk saja ke organ-organ tubuh yang vital akan menimbulkan infeksi yang akhirnya menimbulkan kegagalan dari semua sistem yang ada. Jadi kita juga mohon doanya agar semua penanganan yang dilakukan dokter terhadap sang bayi dapat berjalan dengan baik dan lancar," terang dr. Riahsyah.

Sedangkan Rosidah br Gultom, nenek pasien yang senantiasa mendampingi pengobatan cucunya tersebut mengatakan awalnya mereka berobat dan ditangani oleh RSUP Adam Malik. Namun saat itu, pihak RSUP Adam Malik mengatakan tidak memiliki ruangan sehingga mereka terpaksa menunggu dan tidur diruang tunggu.

"Saya sudah berulang sekali berobat ke rumah sakit, namun tidak pernah mendapat perawatan intensif. Padahal kami sudah menceritakannya kepada dokter bahwa kami berasal dari keluarga yang tidak mampu," ujar Rosidah.

Namun saat ini, Rosidah br Gultom warga Sari Kembang, Pianagar, Tambahan, Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi itu mengucapkan terima atas kepedulian anggota DPRD Sumut, Jenny Berutu dan dokter RS Elisabeth yang telah membantu perawatan cucunya Irwan.

"Saya baru kenal sama ibu anggota dewan itu sewaktu berkunjung ke rumah sakit ini, terima kasih sebesar-besarnyalah buat ibu itu, saya juga tidak tahu mau berbuat apa selain mengucapkan terima kasih. Juga buat pihak rumah sakit Elisabeth yang langsung menangani cucu saya. Buat kalian media juga ya terima kasih, karena atas bantuan kalian juga cucu saya bisa berobat disini," ungkapnya sambil menyeka air mata yang jatuh dipipinya yang keriput. (Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 20:53:00
Pemko Medan Belum Serius Tangani Kemacetan dan Banjir
Kamis, 16 November 2017 | 21:59:50
DPRD Sumut Ngaku Prihatin Dengan Kinerja PT PPSU
Selasa, 14 November 2017 | 22:23:11
DPRDSU Minta Pemkab/Pemko Segera Bentuk BLUD-RS
Selasa, 7 November 2017 | 22:31:43
DPRDSU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Trafficking TKW
Kamis, 2 November 2017 | 21:46:32
DPRD Sumut : UMP Sumut 2018 Belum
BERIKAN KOMENTAR
Top