Rabu, 25 Oktober 2017 | 20:41:11

Pembuangan Limbah PT Inalum Dipertanyakan, DPRDSU Minta Dinas LH Lakukan Audit Investigasi

Erris
Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai NasDem, HM Nezar Djoeli ST
PATROLINEWS.COM, Medan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provsu diminta melakukan audit investigasi terhadap limbah-limbah yang ditinggalkan PT Inalum pada waktu dikelola asing dengan metode landfield (menghapar atau membuang ke tanah).
       
Hal ini dinyatakan jurubicara Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut HM Nezar Djoeli ST kepada wartawan, Rabu (25/10/2017) di gedung dewan, terkait Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Lingkungan Hidup dan Izin Usaha Perusahaan.
      
Nezar mengatakan, perlunya audit investigasi karena pembuangan limbah terkontaminasi sianida atau B3 (Bahan Berbahaya), seharusnya dibuang ke pemanfaat berizin di Pulau Jawa, dianggarkan pihak asing sebagai pengelola pihak asing sebelumnya.

Sementara dari hasil kunjungan kerja pansus (panitia khusus) lingkungan hidup PT Pria di Surabaya, ada dugaan hasil yang dibuang tidak sesuai dengan yang diterima PT Pria. Dikhawatirkan telah terjadi tindakan manipulatif terhadap pembuangan limbah terkontaminasi B3. Hal ini sudah dibuktikan tenaga ahli pansus lingkungan hidup saat kunjungan ke beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa.

Disebutkan juga, Pemprovsu melalui DLH harus mengivestigasi manifest-manifest yang dikeluarkan penampung atau pemanfaat berada di Pulau Jawa atas barang-barang yang dikirim transporter berada di wilayah kerja Sumut agar dapat dipastikan sesuai jumlah limbah dikeluarkan perusahaan penghasil limbah terkontaminasi B3, baik perusahaan berskala kecil, menengah maupun besar.

Terkait hal itu, kata Nezar, Fraksi NasDem memandang perlu asosiasi trasporter pengumpul limbah B3 agar DLH Sumut dapat memantau seluruh kegiatan transporter yang bekerja di wilayah Sumut dengan memakai regulasi yang diatur DLH. 

Sedangkan terkait pemulihan sungai, tambah Nezar, Fraksi NasDem berharap, upaya yang dilakukan secara sinergis antara Pemprovsu dan Pemkab/Pemko yang melibatkan masyatakat, seperti yang direkomendasikan pansus.

"Selain itu perlu dilakukan upaya relokasi masyarakat penghuni pinggiran DAS (Daerah Aliran Sungai) ke wilayah pemukiman layak huni, mengingat limbah rumah tangga merupakan salah satu kontributor penyeban menurunnya kualitas dan kuantitas aliran sungai," ujar Nezar.(Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 20:53:00
Pemko Medan Belum Serius Tangani Kemacetan dan Banjir
Kamis, 16 November 2017 | 21:59:50
DPRD Sumut Ngaku Prihatin Dengan Kinerja PT PPSU
Selasa, 14 November 2017 | 22:23:11
DPRDSU Minta Pemkab/Pemko Segera Bentuk BLUD-RS
Selasa, 7 November 2017 | 22:31:43
DPRDSU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Trafficking TKW
Kamis, 2 November 2017 | 21:46:32
DPRD Sumut : UMP Sumut 2018 Belum
BERIKAN KOMENTAR
Top