Rabu, 4 Oktober 2017 | 00:00:47

Irigasi Buluh Duri Dairi Hancur, 1.200 Hektare Areal Pertanian Kekeringan

Erris
Anggota DPRDSU, Leonard S Samosir SH
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - Anggota DPRD Sumut Dapil (daerah pemilihan) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Leonard S Samosir SH menemukan, kondisi irigasi Buluh Duri Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi "hancur-lebur", sehingga 1.200 hektar areal pertanian mengalami kekeringan dan terancam mengalami gagal panen.

"Irigasi Buluh Duri satu-satunya irigasi yang mengairi areal persawahan terbesar di Kabupaten Dairi. Tapi kini kondisinya sudah hancur, tidak dapat difungsikan lagi, sehingga masyarakat petani sangat menderita. Hasil-hasil pertaniannya terancam gagal panen dan areal persawahan tidak dapat lagi ditanami," tandas Leonard Samosir kepada wartawan, Selasa (3/10/201) melalui telepon ketika sedang melakukan kegiatan Reses ke Kabupaten Dairi.
            
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ujar Leonard, irigasi tersebut harus direhabilitasi total, baik pintu masuk maupun bendungan utama, sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. "Berdasarkan kalkulasi Dinas SDACKTR (Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang) Provsu, perbaikan irigasi membutuhkan anggaran Rp10 miliar lebih," katanya.
            
Berkaitan dengan itu, Leonard mendesak Dinas SDACKTR Provsu segera mengusulkan pengalokasian anggaran perbaikan Irigasi Bulu Duri di R-APBD Sumut TA 2018 sebesar Rp10 miliar, agar dapat segera dilakukan perbaikan, guna menyelamatkan kehidupan petani di Kabupaten Dairi yang sudah lama menderita.
            
"Jika nantinya anggaran yang diusulkan ditampung di R-APBD Sumut tidak mencukupi, alangkah baiknya kita bersama-sama (Dinas SDACKTR Provsu dengan DPRD Sumut) menemui pemerintah pusat melalui DPR-RI, karena anggota legislatif asal Sumut sudah berjanji siap membantu memperjuangkan anggaran perbaikannya ke Kementerian PUPR Jakarta," ujar Leonard.
            
Politisi Partai Golkar Sumut ini berharap agar Dinas SDACKTR Provsu serius memperjuangkan anggaran perbaikan Irigasi Bulu Duri ini, karena menyangkut kehidupan masyarakat petani Dairi yang selama ini semakin terpuruk akibat pertanian mereka gagal panen, sebab irigasi yang sudah berusia 100 tahun ini tidak pernah tersetuh pembangunan.
            
"Dinas SDACKTR harus serius, segera lakukan survey investigasi dan desain (SID) di Irigasi Bulu Duri, jangan biarkan irigasi ini tetap hancur, karena ini menyangkut hidup masyarakat petani yang selama ini memanfaatkan irigasi yang sudah rusak. Jika kita memanfaatkan irigasi rusak, tentu hasilnya juga sangat jauh dari yang diharapkan," ujar Leonard.(Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 20:53:00
Pemko Medan Belum Serius Tangani Kemacetan dan Banjir
Kamis, 16 November 2017 | 21:59:50
DPRD Sumut Ngaku Prihatin Dengan Kinerja PT PPSU
Selasa, 14 November 2017 | 22:23:11
DPRDSU Minta Pemkab/Pemko Segera Bentuk BLUD-RS
Selasa, 7 November 2017 | 22:31:43
DPRDSU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Trafficking TKW
BERIKAN KOMENTAR
Top