Iklan bank sumut
Jumat, 14 Juli 2017 | 18:06:58

Disoal Masalah PPDB Online, Sutrisno Pangaribuan Sambangi Disdik Sumut

Fernando
PATROLINEWS.COM, Medan -  Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan bersama orangtua murid menyambangi Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Cik Dik Tiro Medan, Jumat (14/8/2017).

Dijelaskan anggota komisi C ini,  kedatangannya terkait keluhan para orangtua murid antara lain  Sonya Fransiska asal SMP RK Bintang Timur yang namanya telah tercantum masuk di SMAN 6 Siantar.

Namun saat mendaftar ulang di SMAN 6 Siantar ternyata, pihak sekolah mengatakan namanya tidak ada masuk.

Oleh karena itu lanjut Sutrisno, dirinya mempertanyakan bagaimana sistem PPDB online di Disdik Sumut sehingga membuat banyak masyarakat kecewa.

Diruangan server PPDB Disdik Sumut, Sutrisno selanjutnya meminta penjelasan dan agar operator membuka data server PPDB online.

Panitia penyelenggara PPDB Online, Fernando Bagariang menjelaskan, alasan Sonya tidak masuk dikarenakan pilihan Sonya diluar zona wilayah dan tidak masuk dalam rangking NEM terendah dan juga Sonya berasal dari luar Siantar.

Fernando menyarankan agar Sonya mendaftarkan diri pada PPDB tahap II.

Mendengar saran tersebut, Sutrisno pun heran dan mempertanyakan apakah Pergub untuk PPDB online tahap II sudah dikeluarkan.

"Mengapa disarankan langsung mendaftar, sedangkan Pergubnya saja belum keluar. Itu sudah melanggar namanya," tegas Sutrisno yang juga merupakan wakil bendahara Fraksi PDI Perjuangan itu.

Fernando Bagariang mengaku salah bahwa mereka selaku penyelenggara PPDB online belum memegang Pergub namun sudah mensosialisasikan  PPDB online Tahap II.

Dia juga menyebutkan, lambatnya website PPDB online dikarenakan banyaknya  masyarakat mengakses sehingga ladang websitenya lamban dan jadi bermasalah.

Mendengar penjelasan itu, orangtua murid, Sarmaida Pasaribu mengatakan bahwa anaknya berasal dari daerah sekolah yang sama yakni SMP RK Siantar. 

Hanya saja, kartu keluarga Sonya masih berasal Sosa,  Padang Lawas Kabupaten Tapsel tempat tinggal anaknya. 

"Anak saya asal SMPnya di sintar, jadi kenapa mendaftar di SMA 6 Siantar tidak masuk juga padahal di website awalnya nama Sonya muncul di website PPDB online," jelasnya.

Sutrisno mengatakan bahwa Dinas Pendidikan telah mengasumsikan bahwa masyarakat sudah Sumatera Utara telah mampu mengakses internet dengan baik. 

"Jangankan diluar kota, sedangkan di Medan saja belum semua mampu mengakses internet. Selain itu, perangkat sekolah  didaerah juga belum mampu mempersiapkan dengan baik untuk menjawab permasalah PPDB online ini," tegasnya.

"Kalau semua masyarakat dari daerah datang ke Disdik Sumut, sudah berapa biaya yang dikeluarkan," katanya lagi

Diterangkan Sutrisno, kalau Pergub mau diterapkan, dari sisi nilai si Sonya ini dapat masuk ke SMAN 6, tetapi secara wilayah karena Kartu Keluarga  dari daerah Sosa, Padang Lawas membuat Sonya tidak masuk. 

Tetapi tidak bisa dipungkiri mereka telah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub). Dimana, dalam Pergub terakhir batas pengumuman di  tanggal 22 Juni 2017 tetapi nyatanya, diumumkan  dilakukan pada tanggal 24 Juni 2017.

"Jadi sudah lewat dari batas yang ditentukan dalam Pergub, itu saja secara konkrit sudah melanggar Pergub," katanya.

Harus ada evaluasi untuk menyelamatkan seperti Sonya dan yang lainnya. Karena banyak masyarakat tidak mengetahui mengapa mereka tidak lulus. 

Dan bukti lainnya ketidaksiapan Disdik itu, lanjut mantan Ketua GMKI Kota Medan ini mengatakan bahwa masih ada kursi untuk SMK/SMA sebesar 28.350 kursi yang kosong.

"Kenapa harus dipakai sistim zona /kewilayahan kalau tidak siap? Jadi mau dikemanakan siswa ini semua. Lagi kenapa hanya menggunakan pos pengaduan hanya di Disdik sumut," tanya Sutrisno lagi dengan heran.

Terkait pelanggaran Pergub yang dilakukan oleh Disdik, Sutrisno akan mengambil langkah politik.

"Gubernur itu sudah 2 kali melanggar, pertama itu melanggar Perda terkait kenaikan tarif PDAM Tirtanadi dan kedua melanggar Pergub soal PPDB online. Secara politik kita akan melakukan perhitungan, tapi saya tidak dapat sendiri harus ada dukungan teman yang lain," tutupnya mengakhiri wawancara dengan awak media. 

Sebelumnya, kegaduhan terjadi di didisdika Sumut, dimana Sekretaris Panitia PPDB Online,  Elisabet Simanjuntak tiba-tiba masuk ke ruangan server PPDB online menjumpai wartawan.

Elisabet menuding wartawan membuat keributan diruangan server PPDB online dan menyuruh seluruh awak media yang  berada di dalam untuk segera keluar ruangan. (Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 16 Oktober 2017 | 21:54:54
KPK RI Sambangi DPRD Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top