Iklan bank sumut
Kamis, 8 Juni 2017 | 23:27:08

Website e-Sumut Paten Hanya Untuk Kalangan Tertentu, Pemprovsu Masih Tertutup

Fernando
Anggota Komisi C DPRDSU, Sutrisno Pangaribuan ST
PATROLINEWS.COM, Medan - Website E Sumut Paten yang selalu dibanggakan dengan sistem keterbukaannya, ternyata hanya dapat dibuka oleh kalangan tertentu saja. Padahal website yang berisikan program kerja pemprovsu dan hasil musrembang tersebut seyogyanya diperuntukkan untuk publik.

Padahal diketahui sistem perencanaan pembangunan berbasis elektronik terintegtasi adalah sebuah alat penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD, Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sampai dengan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Perioritas Plafon  Anggaran Sementara. Dengan tujuan agar dapat menyelesaikan, dengan mudah, cepat, tepat sesuai dengan yang terkandung dalam Permendagri nomor 54 tahun 2010 dengan menggunakan alat bantu aplikasi E Sumut.

"Katanya aplikasi E Sumut sebagai wujud keterbukaan Pemprovsu namun buktinya saat diklik masih saja meminta User Name dan Pasword. Kami sebagai anggota Dewan juga paling hanya  boleh membuka situs yang berkaitan dengan pokok pokok pikiran (pokir) DPRD-SU saja," ungkap anggota Komisi C DPRDSU, Sutrisno Pangaribuan ST ini kecewa dengan sistem aplikasi berbiaya mahal milik Pemprovsu ini yang notabene tetap saja terkesan tertutup, Kamis (8/6/2017).

Hanya masih sebatas pepesan kosong dan isapan jempol belaka. Dikarenakan faktanya Website yang sudah dilaunching tersebut hanya bisa dibuka oleh kalangan tertentu saja, katanya lagi.

Lanjut Wakil Bendahara FPDI Perjuangan itu, bahwa faktanya ketika website e-Sumut ini diklik, masih meminta user name dan pasword. Dengan adanya permintaan username, akan menjadi kendala bagi masyarakat umum, untuk dapat membuka akses ini.

Jadi kalau Pemprovsu mau terbuka dan benar-benar ingin mempublikasikan berbagai program kerjanya, hendaknya harus transparan dan tidak seperti ini caranya. 

Semuanya harus dibuka kepada publik, mengingat kalau sudah dimusrembangkan maka hasil musrembang tersebut sudah merupakan milik  publik.

Dari realita yang terjadi tampak kalau Pemprovsu masih tidak rela melakukan keterbukaan publik dengan sistem aplikasinya yang masih diperuntukkan untuk kalangan tertentu dan kalangan sendiri saja. 

Menurut Sutrisno yang dikonfirmasi Kamis (8/6). Jika aplikasi yang dibangun dengan biaya tinggi itu hanya begini adanya. Dipastikan aplikasi E Sumut serba Paten tersebut tidak akan memberikan kontribusi dan dampak yang positif bagi warga Sumut.

Asumsi lain, dengan masih tidak terbukanya Pemprovsu memunculkan kecurigaan akan adanya sesuatu yang urgent yang sedang ditutup-tutupi. Ini mengindikasikan kalau slogan paten hanya live service saja. buktinya data-data yang diperlukan dan sudah dimuat dalam aplikasi ini tidak bisa dibuka.

Seharusnya semua orang bisa yang memiliki kepentingan terhadap pembangunan Provsu bisa mengaksesnya.

"Di sampung itu, toh..semua pekerjaan yang menggunakan APBD juga akan diperiksa BPK-RI. Maka seharusnya bisa dimasukkan bagaimana proses pemeriksaan, dan Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK tersebut disini." ujar Politisi Fraksi PDI' Perjuangan DPRD-SU yang dikenal vocal ini.(Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 16 Oktober 2017 | 21:54:54
KPK RI Sambangi DPRD Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top