Iklan bank sumut
Selasa, 16 Mei 2017 | 11:27:25

Anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan :  Tiga Bupati tak Layak Ikut Pilkada di Sumut

Erris
Anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan
PATROLINEWS.COM, Medan - Anggota DPRD Sumut Aripay Tambunan menegaskan tiga kepala daerah seperti  Bupati Simalungun, Batubara dan Langkat  tidak pantas untuk ikut dipemilihan  Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 mendatang. "Bagaimana mungkin tiga bupati ini mau ikut di pemilihan kepala daerah Gubernur Sumatera Utara sementara untuk membangun daerahnya  saja tak mampu. Seharusnya mereka 'ngaca' diri kalau mau ikut pilkada,"  ujar Aripay Tambunan kepada wartawan di Gedung DPRD  Sumut, Senin (15/5/2017). Menurut politikus Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut ini,  keikutsertaan tiga  Bupati  JR Saragih, Ok Arya dan Ngogesa  yang akan bertarung dipemilihan gubernur (Pilgub)  sebenarnya tak pantas dan tak layak ikut diajang kompetisi ini. Mengingat selama mereka menjabat kepala daerah belum ada satu pun pembangunan yang "spektakuler'  bahkan untuk membanggakan masyarakat nya. "Saya mau lihat mana pembangunan yang 'wah' dibuat tiga Bupatu itu. Malah yang ada justru kondisi daerah nya memprihatinkan mulai struktur jalannya yang rusak bahkan objek wisata yang tak terjamah  seakan ada kesan pembuaran," ujar Politikus ini. Selain itu, kata Aripay ,tiga Bupati ini harusnya mencontoh kepala daerah seperti Ridwan Kamil dan Walikota Surabaya Risma yang begitu gigih membangun daerahnya. Demikian juga dengan tingkat kinerja kepala daerah ini sangat luar biasa hingga sampai mendapat penghargaan  dari Pemerintah Indonesia dalam bidang pembangunannya dimana sebagai Walikota mereka turun di tengah-tenfah masyarakat untuk bekerja. Artinya, perbandingan kinerja antara Walikota Surabaya dan Bandung Ridwal Kamil terhadap tiga Bupati Seperti Simalungun , Batubara dan Langkat ibarat " siang dan malam'  bisa diukur dengan tangan. Seharusnya, kata Aripay Tambunan jika tiga Bupati yang sudah digadang-gadang untuk maju di pilgub ini harusnya mengoreksi diri dan budaya "malu' harus ada. Bahkan sudah saatnya paradigma baru dijalankan dan tidak  tergantung dengan semua urusan dengan uang. "Pejabat itu harus melayani dan bukan untuk  dilayani masyarakat. Bila perlu  daerah Sumatera Utara harus ada perubahan yang signifikan," tukas Aripay. Menyinggung tentang buruknya kinerja tiga kandidat calon Gubsu ini,  Aripay menyatakan sebagai wakil rakyat dirinya merasa malu,kecewa terhadap kinerja pejabat publik ini. Banyak daerah di tiga kabupaten yang dipimpin Bupati ini belum tersentuh pembangunannya. Ironisnya lagi, daerah objek wisata, infrastruktur,dunia pendidikan  dan UKM nya nyaris'mati suri'  sehingga wajar saja kalau masyarakatnya datang berunjukrasa ke Gedung DPRD Sumut ini minta perlindungan dari wakil rakyatnya. Oleh sebab itu,kata Aripay, sebelum masyarakat kecewa ke depan  lebih baik tiga Bupati ini menggurungkan niatnya agar jangan ikut dikancah pilgubsu mendatang. "Kita mau pemilihan gubernur kali ini rakyat yang 'mendanai' dalam artian kata masyarakat bekerja dan selanjutnya ke depan masyarakat bisa meminta pertanggungjawaban  dari pemimpin yang dipilihnya," ujar Aripay lagi. (Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 16 Oktober 2017 | 21:54:54
KPK RI Sambangi DPRD Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top