• Home
  • RAGAM
  • Pemerintah Tidak Boleh Ikut Campuri Masalah Gereja
Jumat, 29 September 2017 | 20:10:40
Panitia Perayaan HUT ke 60 GBKP Kemenangan Tani Sharing Dengan JA Ferdinandus

Pemerintah Tidak Boleh Ikut Campuri Masalah Gereja

Patrolinews.com/IST
FOTO BERSAMA - Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus foto bersama dengan Panitia Perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke 60 GBKP Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan yang dipimpin Pdt Mindawati Peranginangin PhD didampingi Ketua Panitia Febrina Christine Monica Br Ginting, Ketua Moria Terkelin Eritana Br Tarigan, Seksi Dana Firdaus Peranginangin, mewakili Permata David Sukatendel dan mewakili PJJ Sektor Paulus Tarigan.
PATROLINEWS.COM, Medan - Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus mengingatkan, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam masalah internal gereja dan biarkan gereja menyelesaikan masalahnya, sebab gereja harus bisa menjadi garam dan terang bagi sesama manusia dan biarlah gereja setia pada hakikatnya sebagai gereja.

Hal itu diungkapkan JA Ferdinandus  ketika melakukan sharing dengan Panitia Perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke 60 GBKP Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan  yang dipimpin Pdt Mindawati Peranginangin PhD didampingi Ketua Panitia Febrina Christine Monica Br Ginting, Ketua Moria Terkelin Eritana Br Tarigan, Seksi Dana Firdaus Peranginangin, mewakili Permata David Sukatendel dan mewakili PJJ Sektor Paulus Tarigan, Jumat (29/9/2017) di Medan.

"Begitu juga gereja, harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan pihak-pihak luar, terutama aparat kepolisian. Betapa memalukannya kalau perselisihan di gereja sampai ke pengadilan. Mari kita berdamai dan  buang jauh-jauh sikap "keakuan"  dan tonjolkan sifat "kekitaan" dalam kebersamaan di gereja," tandas Ferdinandus.

Berkaitan dengan itu, Ferdinandus menyerukan kepada gereja-gereja, jika ada perselisihan segera menyelesaikannya dalam lingkup gereja itu sendiri, jangan dibiarkan berlarut-larut serta jangan menyeret-nyeret masalah gereja ke unsur pemerintah, sebab pemerintah tidak ada haknya mencampuri persoalan gereja.

Penegasan itu disampaikan Ferdinandus menyikapi adanya "pemboikotan" surat catata sipil dari Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Medan terhadap jemaat GBKP Kemenangan Tani yang ingin mencatatkan perkawinannya sebagai warga negara ke instansi tersebut.   

"Jika Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak mau mengeluarkan akte kawin terhadap Jemaat GBKP Kemenangan Tani, setelah jemaat menerima pemberkatan di gereja oleh pendeta, sangat keterlaluan. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, sebab sebagai warga negara Indonesia, jemaat berhak mendapatkan akte perkawinannya," tandas Ferdinandus.

Menurut tokoh Kristen ini, jikalaupun ada larangan GBKP terhadap Disdukcapil Medan agar tidak melayani jemaat GBKP Kemenangan Tani dalam mengurus akte perkawinannya, sebenarnya tidak ada hak pemerintah untuk tidak mengeluarkannya, sebab jemaat sudah melakukan pemberkatan dihadapan Tuhan dan sebagai warga negara Indonesia berhak mendaftarkan perkawinannya terhadap pemerintah.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban ini, Ketua Runggun GBKP Kemenangan Tani Pdt Mindawati Peranginangin PhD menekankan, agar gereja tetap sebagai gereja (let the church be the church) dalam arti biarlah gereja setia pada hakekatnya sebagai gereja dan perlu diingat, bahwa gereja adalah alat Allah untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaaNya di atas dunia.

"Gereja hanya menyampaikan maunya Allah, bukan maunya kita. Gereja menyampaikan misi Allah, pembawa kabar baik dan gereja bukanlah bertujuan untuk dirinya sendiri. Jangan jadikan gereja sebagai institusi sosial, serikat tolong menolong, LSM bahkan organisasi politik. Jadikan gereja sebagai pembawa kedamaian, bukan menghadirkan kegaduhan dengan melibatkan aparat kepolisian dan pengacara," katanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih ini, Mindawati menyampaikan undangan kepada  JA  Ferdinandus untuk hadir dalam acara HUT ke 60 GBKP Kemenagan Tani yang akan digelar pada Minggu 1 Oktober 2017 di halaman GBKP Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan dan diakhir pertemuan, keduanya  sepakat, bahwa gereja harus tetap  sebagai gereja dan menolak campur tangan pemerintah maupun aparat kepolisian dalam menyelesaikan persoalan intern gereja. Biarkan gereja menyelesaikan masalahnya sendiri.(Erris)

BERITA LAINNYA
Kamis, 23 November 2017 | 22:59:18
Pemprov Dukung Konvensi DMDI ASEAN di Sumut
Rabu, 22 November 2017 | 22:22:19
Gubsu Buka Jambore Kesiapsiagaan Bencana Provsu 2017
Selasa, 21 November 2017 | 23:10:33
Kahiyang Ayu Resmi Dinobatkan Sebagai Boru Siregar
Selasa, 21 November 2017 | 23:08:56
Sumut Raih Juara I Lomba Masak Serba Ikan Nasional
Senin, 20 November 2017 | 22:09:10
Gubsu Buka Expo Aksi Koservasi Hutan Tropis Sumut
Senin, 20 November 2017 | 18:45:10
Panitia Natal PWI Sumut 2017 Audiensi ke Harian SIB
Minggu, 19 November 2017 | 22:01:35
Gubsu Hadiri Turnamen Topan Cup di Pantai Labu
Selasa, 14 November 2017 | 22:52:15
Gubsu Apresiasi Perayaan Natal Sumut 2017
Senin, 13 November 2017 | 20:51:47
Gubsu Minta Disbudpar Berinovasi
Minggu, 12 November 2017 | 19:44:17
Gubsu Buka Sumut Paten-Angkasa Charity Golf Turnamen
Minggu, 12 November 2017 | 19:39:35
Putra Bung Tomo: Jangan Cuma Bisa Bilang NKRI Harga Mati
Minggu, 12 November 2017 | 19:32:57
DPRDSU : Tidak Zamannya Lagi Mahasiswa Berunjukrasa
BERIKAN KOMENTAR
Top