• Home
  • Politik
  • KAJIH Malut Gelar Kegiatan Perangi Hoax Menuju Pilkada Damai
Senin, 12 Februari 2018 | 23:43:42

KAJIH Malut Gelar Kegiatan Perangi Hoax Menuju Pilkada Damai

Fahri
PATROLINEWS.COM, Ternate - Berdasarkan statistik, Provinsi Maluku Utara (Malut) termasuk daerah dengan tingkat kerawanan pemilu cukup tinggi.  Media sosial (medsos) dianggap sebagai sarana yang paling rawan dengan berbagai isu yang tidak jelas sumbernya.  Hal itu mendorong Komunitas Jurnalis Hukum dan Kriminal (KAJIH) Malut menggagas kegiatan perangi hoax dan anti hoax menuju Pilkada damai.  Kegiatan yang berlangsung di Taman Nukila pada Minggu (11/2/2018) itu diawali dengan Senam Zumba bersama warga sebelum dibuka dengan resmi oleh Kapolda Malut Brigjen Pol Achmad Juri. 

Selain Kapolda, turut hadir Danrem 152 Babullah yang diwakili,  Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo, Dandim 1501 Ternate Letkok Inf. Abdul Rajak Rangkuti,  Kapolres Ternate, perwakilan Danlanal Ternate serta pejabat utama Polda Malut.  

Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo mengatakan, pers memiliki peran besar sejak jaman kolonialisme, yang membakar serta menyatukan rakyat Indonesia melalui pemberitaan.  

Untuk itu lanjutnya di momentum Pilkada ini, pers harus membangkitkan masyarakat untuk menolak politik uang serta meminimalisir isu Sara.

"Karena kita sadar bahwa isu sara sering kali terjadi dalam momentum pilkadata maka pers adalah kekuatannya," ungkap Syahrani. 

Dia tidak menepis akan isu suku agama dan ras (sara) selalu bertebaran di medsos. Isu hoax tersebut kata Syahrani hanya bisa diantisipasi dengan berita profesional dari media. 

"Masyarakat lebih percaya pers daripada isu di Medsos," tandasnya. 

Sementara Kapolda Malut Brigjen Pol. Achmad Juri menuturkan,  melalui hari pers ini,  media bisa mengawal pemerintah dan lembaga negara untuk memenuhi tujuan negara yakni melindungi segenap bangsa dan turut serta mencerdaskan bangsa. 

Jenderal asal Jawa Timur itu juga berharap agar pers bisa menjadi sumber utama dalam menjaga netralitas dalam meredam isu hoax serta bisa mencerahkan semua pikiran berbagai elemen. 

"Agar semua kegiatan bisa berjalan aman dan sukses, tanpa ada hambatan yang merugikan," jelasnya. 

Orang nomor satu di korps Bhayangkara itu mengaku saat ini media sosial masih sering dijadikan oleh oknum tertentu untuk menyebar informasi palsu terutama pada memontem pemilu. 

Meski begitu kata Achmad, media masih menjadi rujukan informasi yang benar karena mengedepankan kebenaran melalui konfirmasi.  

"Di momen yang baik,  setidaknya rekan-rekan media bisa menjadi rujukan konfirmasi kebenaran informasi yang ada di Malut dan kita harus perangi hoax, "tegasnya. 

Menurut Achmad memerangi hoax harus di mulai dari diri sendiri terutama dalam bersikap. "Dengan selalu mengendenpakan kepala dingin, dan pertama dari diri kita,  jangan membuat tulisan yang sara,  "paparnya sembari mengaku polda juga telah membentuk satuan khusus yang menangani hoax.  

"Ini untuk orang-orang yang pengecualian tadi saya peringatkan agar bisa menahan diri dan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar, karena ancaman hukumannya 5 tahun," tegasnya.

Sementara Dewan Pembina KAJIH, Irman Saleh mengatakan, eksistensi seorang jurnalis terletak pada tulisannya. Untuk itu, kata Irman wartawan memiliki tanggung jawab sebagai media agar tetap mengendepankan independen dalam pemberitaan. 

Dia berharap melalui momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) wartawan bisa menjadi media yang mendamaikan. "Saya tekankan kepada adik-adik saya untuk selalu menjaga netralitas serta tidak mudah menangkap isu yang memberi dampak terhadap masyarakat," pungkas Ir sapaan akrabnya. (Fahri)

BERITA LAINNYA
Kamis, 22 Februari 2018 | 23:05:15
Panwaslu Ajak Masyarakat Partisipasi Awasi Pemilu
Minggu, 18 Februari 2018 | 22:39:27
Wujudkan Pilkada Damai, AHM Ingin Maluku Utara Juara
Selasa, 13 Februari 2018 | 23:50:57
Ini Nomor Urut Paslon Gubernur Ikuti Pilkada Malut
Senin, 12 Februari 2018 | 14:07:45
JR Saragih - Ance Gagal Mencalonkan Gubsu
BERIKAN KOMENTAR
Top