• Home
  • Politik
  • KPU RI Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Untuk Perempuan
Rabu, 13 Desember 2017 | 19:49:30

KPU RI Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Untuk Perempuan

PATROLINEWS.COM/IST
KPU RI saat menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih untuk Perempuan di Nias, Sabtu (9/12/2017).
PATROLINEWS.COM, Nias - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mensosialiasasikan pendidikan pemilih untuk perempuan dengan tema bertajuk "Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Pemilih Perempuan" yang digelar di Kantor Bupati Nias, Gunungsitoli, Sumatera Utara, Sabtu (9/12/2017). 

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting menyampaikan bahwa perempuan berperan penting untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Selain memiliki hak suara saat pemilu, perempuan juga berhak untuk masuk dan bergelut di ranah politik.

"Pentingnya perempuan ada dalam kancah politik tentu agar aspirasi perempuan tersampaikan dengan baik. Anggota legislatif maupun eksekutif perempuan bisa mewakilkan aspirasi politik dari sudut pandang perempuan. Misalnya bisa mempromosikan dan memprioritaskan isu-isu kepentingan perempuan baik dari segi keadilan sosial, pendidikan, dan ekonomi bagi perempuan," ungkapnya.

Sesuai data dari KPU Kabupaten Nias, lanjut Evi bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) perempuan di Pulau Nias mencapai 53 persen. Artinya jumlah DPT perempuan hampir berimbang dengan laki-laki, juga mempunyai peran dan kapasitas yang sama dengan laki-laki dalam hal memilih pemimpin dan dipilih sebagai pemimpin. 

"Dari segi jumlah pemilih, lebih banyak perempuan. Tapi dari segi keterwakilan, perempuan tidak terwakilkan di seluruh lembaga di Indonesia," ujarnya.

Evi berharap ke depannya kaum perempuan di Indonesia khususnya di Indonesia lebih aktif dan berpartisipasi di dalam dunia politik. Selain politik, perempuan juga berperan sebagai agen pendidikan pemilih melalui kegiatan arisan, Program Pemberdayaan Keluaraga (PKK), pengajian, dan wadah lainnya. 

"Selain itu, kita harus menghargai hak pilih kita seperti kita menghargai diri sendiri. Jangan mau menjual suara kita pada orang lain. Satu suara kita akan menentukan keberlangsungan daerah kita lima tahun ke depan," ujar Evi.

Sementara, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dalam sambutannya juga mengimbau masyarakat, tak hanya kaum perempuan untuk menggunakan hak suaranya pada saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara namun juga harus digunakan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 27 Juni 2018 mendatang. 

Ia juga mengimbau agar seluruh masyarakat cerdas dalam memilih calon pemimpin daerah dan tidak menjual suara dalam pemilu. "Kesuksesan pemilu itu juga tergantung dengan partisipasi masyarakat yang memilih," tegas Mulia. (Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 15 Januari 2018 | 20:00:20
Ribuan Masyarakat Petani Dukung Djarot-Sihar
Minggu, 14 Januari 2018 | 20:08:18
PDI Sumut Dongkrak Minat Masyarakat Pilih Djarot-Sihar
Sabtu, 13 Januari 2018 | 22:06:37
Relawan PATEN Tunggu Arahan Erry Nuradi
Rabu, 10 Januari 2018 | 23:29:51
Bupati Halut dan Pultab Target Kemenangan AHM-Rivai
Rabu, 10 Januari 2018 | 21:39:21
Djarot-Sihar Daftar ke KPU Sumut
Senin, 8 Januari 2018 | 23:24:37
Pasangan Bur-Jadi Resmi Daftar ke KPU Malut
BERIKAN KOMENTAR
Top