Kamis, 9 November 2017 | 22:41:42
Medan Jurnalis Club Gelar Dialog Publik

Hati-hati Eksodus Massa Gunakan SuKet

Erris
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - PKPU no 2 tahun 2017 di pasal 5 ayat 2 (e) disebutkan, dalam hal pemilih belum punya KTP Elektronik dapat menggunakan Surat Keterangan (Suket) yang diterbitkan disdukcapil setempat. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum untuk mendulang suara dengan cara mendatangkan massa dari luar daerah.

"Ada tumpang tindih regulasi antara PKPU nomor 2 tahun 2017 dengan Surat Edaran KPU no 556 tahun 2016. Jangan sampai ada regulasi yang justeru dikhawatirkan menghilangkan hak pilih masyarakat. Artinya harus kita awasi jika ada mobilisasi dan eksodus massa dari luar daerah yang menggelar Pilkada. Dengan pindah domisili dan menunjukkan e-KTP atau SuKet, bisa memilih. Besok-besok pindah domisili lagi," papar Akademisi dari Unimed, Dr Bakhrul Khair Amal M.Si yang menjadi narasumber dalam acara dialog publik bertemakan "Pilkada Sumut: Ketiadaan Blangko e-KTP dan Nasib Pemilik Suara", yang digelar Medan Jurnalis Club, Kamis (9/11/2017).

Untuk itu, Dr Bakhrul Khair Amal M.Si menyarankan agar KPU, Disdukcapil serta stakeholder lain untuk duduk bersama mencari solusi.

Sementara, Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Sumut Rajamin Sirait yang turut sebagai narasumber dalam acara di Medan Club Jalan Kartini Medan itu mengatakan persoalan e-KTP yang harusnya menjadi solusi data kependudukan jangan justru berubah jadi masalah.

"Ingat, Pilkada ini adalah pesta rakyat, bukan perpecahan. Mari kita buat Pilkada ini panas dalam arti positif dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. KPU dan stakeholder harus bisa mewujudkan cita-cita itu," kata Rajamin.

Rajamin pun berharap agar tidak ada regulasi yang tumpangtindih.  "Pemerintah harus lebih peka. Penyelenggara pesta demokrasi diminta lebih aktif lagi mensosialisasikan beberapa poin pelaksanaan pemilihan yang lebih bermakna," kata Rajamin.

Dia juga mengimbau agar KPU Sumut dan Disdukcapil Kabupaten/Kota tidak saling menyalahkan dengan polemik Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Akan  tetapi, lebih menunjukkan pada sikapnya untuk mensosialisasikan poin-poin penting  dalam regulasi tersebut sampai  kepada masyarakat. Mari bersinergi," tukasnya.

Hadir dalam acara yang dimoderatori Fakhrur Rozi itu di antaranya Wakil Ketua NasDem Sumut Ari Sugarna SSos, Ketua Karang Taruna Sumut Solahuddin Nasution, Politisi PDIP Sumut Sutrisno Pangaribuan, Politisi Demokrat Muhri Fauzi Hafiz, Politisi Golkar Medan Rizky Syaf Lubis, perwakilan Disdukcapil Medan dan Provsu, akademisi Unimed Dr Bakhrul Khair Amar MSi, Rumah Konstituen serta aktivis mahasiswa. (Erris)

BERITA LAINNYA
Senin, 20 November 2017 | 22:12:08
DPRDSU Bahas Ranperda Perubahan Perda BUMD
Senin, 20 November 2017 | 20:59:30
Perda Penanggulangan Bencana Kota Medan Resmi Disahkan
Selasa, 14 November 2017 | 23:45:42
KPU Sumut Gelar Acara Temu Ramah Insan Pers
Jumat, 10 November 2017 | 20:07:23
Ribuan Peserta akan Dihadiri Muswil BM PAN Malut
Kamis, 9 November 2017 | 21:14:27
Tunjangan tak Cair, DPRD Karo Resah dan Datangi Bupati
Senin, 30 Oktober 2017 | 22:43:07
KPU Asahan Gelar Jalan Sehat Gerakan Sadar Pemilu
BERIKAN KOMENTAR
Top