• Home
  • Pendidikan
  • Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu Silaturahmi ke F-PDI Perjuangan
Selasa, 23 Januari 2018 | 00:52:59

Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu Silaturahmi ke F-PDI Perjuangan

Nando
PATROLINEWS.COM, Medan - Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu (Germalab) melalui pengurusnya mendatangi Fraksi PDI Perjuangan Sutrisno Pangaribuan di ruang rapat F-PDI Perjuangan DPRD Sumut, Senin (22/1/2018).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Germalab bersama Sekretarisnya Parulian Limbong dan juga beberapa pengurus lainnya. 

Sekretaris Germalab Parulian Limbong mengatakan kedatangan mereka hanya bersifat silaturahmi kepada Anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan karena ingin berkenalan saja.

"Kita selama ini mencari-cari siapa barisan-barisan rakyat dan kebetulan saya berteman dengan Pak Sutrisno di Facebook dan sering melihat status Facebooknya. Jadi kawan-kawan ingin berkenalan secara langsung dengan beliau, jadi nggak ada agenda khusus. Hanya pengen sekali berkenalan saja," ungkap Parulian Limbong.

Dalam sesi silaturrahmi itu, Sutrisno Pangaribuan menyambut hangat kedatangan kalangan mahasiswa itu. Terlihat kekakuan dan rasa segan para mahasiswa. Tak banyak yang mereka sampaikan langsung.

Namun Sutrisno Pangaribuan yang juga mantan Ketua aktivis Gerakan Masyarakat Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan itu membawa suasana menjadi rileks.

Satu persatu Ia bertanya biodata singkat para mahasiswa yang berasal dari kampus-kampus yang berasal dari Medan ini. Selanjutnya Sutrisno juga mempertanyakan asal kampung para mahasiswa dan apa saja yang menjadi permasalahan di kampung mereka.

Menjawab pertanyaan Sutrisno, Parulian Limbong menjelaskan bahwa di daerah kelahirannya yang berasal dari Desa Sei Penggantungan, Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu kondisi infrasrukturnya masih sangat terbelakang.

Dijelaskannya, kondisi jalan di desannya tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan jalan sehingga bila musim penghujan maka jalanan akan dipenuhi lumpur. Sehingga masyarakat sangat kesulitan untuk menjual hasil panennya. 

Akibatnya, masyarakat desa disana pun terpaksa membawa hasil panen itu ke penampung melalui jalur sungai dengan menyewa kapal tongkang. 

"Kalau bawa padi pakai Kapal Tongkang dulu Bang ke Tanjungbalai sehingga harga hasil panen padi menjadi anjlok karena sudah terlalu besar biaya pengangkutannya. Jadi kami mohon abang mau datang ke desa kami," pinta Parulian kepada Sutrisno.

Selain itu, Parulian juga menyampaikan bahwa kepala desa mereka tidak mau membangun infrakstruktur jalan desanya dengan alasan sulitnya pengangkutan untuk membawa material bangunan. Akhirnya dana desa itu pun menjadi SILPA dan hingga kini jalan desa itu belum diperbaiki, ujarnya.

Ketua Germalab Sae Armansyah Hutasoit juga menambahkan, selain itu, setiap desa juga ada pembangunan Tower Wifi yang bersumber dari dana ADD dengan biaya per towernya Rp20 juta. Namun dari 75 desa dan 23 kelurahan itu, di desa mereka tidak aktif Wifi-nya.

"Kami juga belum ngecek apakah hanya di desa kami saja yang bermasalah," katanya.

Sementara, Sutrisno mengatakan berjanji akan mengunjungi desa mereka. Ia meminta agar para mahasiswa juga dapat berkordinasi dengannya untuk menyesuaikan waktu.

"Saya menyambut baik kedatangan kalian karena masih mau memikirkan pembangunan di kampung. Kapan ada perlu jangan sungkan-sungkan menghubungi. Selain masalah infrastruktur ada baiknya kalian advokasi juga masalah-masalah masyarakat yang lainnya," ujar Sutrisno.

Sutrisno juga bangga kepada mahasiswa di era masyarakat yang mulai individual mereka masih mau mengaspirasikan kepentingan masyarakat. 

Ia berharap agar mahasiswa jangan suka membangun monumen tetapi "movement". "Pertama, kalian jangan suka membangun simbol tetapi harus suka bergerak. Kalian Germalab harus merespon kepentingan masyarakat. Jangan suka press rilis saja. Kedua, kita harus membangun akses bukan asset. Kalian harus mempunyai akses untuk mendukung perjuangan," tegas Sutrisno menngingatkan para mahasiswa. 


Dihadapan mahasiswa, Sutrisno juga menjelaskan profil calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat, namun Ia tidak memaksakan para mahasiswa untuk merespon penjelasannya. Ia ingin dunia politik tidak dicampuradukan dalam dunia pendidikan.(Nando)


BERITA LAINNYA
Sabtu, 17 Februari 2018 | 01:25:46
Siswa Bayar Sendiri Biaya Gedung dan Gaji Guru
Kamis, 18 Januari 2018 | 00:12:19
Revolusi Industri 4.0 Pengaruhi Aktivitas Ekonomi
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:00:01
Ratusan Siswa "Siluman" SMAN 2 Medan Serbu Pemprovsu
Selasa, 16 Januari 2018 | 00:47:06
SD ST Antonius VI Medan Gelar Pentas Seni Siswa
Jumat, 24 November 2017 | 22:19:27
Puluhan Murid SD Meriahkan Lomba Bercerita Anak
Selasa, 14 November 2017 | 20:48:59
Mulai 2018, Akbid Pemkab Karo Resmi Dikelola Kemenkes RI
BERIKAN KOMENTAR
Top