Iklan bank sumut
  • Home
  • Pendidikan
  • Parah..!! Penyelenggara Satuan PAUD Wakatobi Menangis Dana BOP Disunat
Jumat, 25 Agustus 2017 | 19:21:05

Parah..!! Penyelenggara Satuan PAUD Wakatobi Menangis Dana BOP Disunat

Sahwan
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Wakatobi, La Sudi
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), rupanya tidak terlaksana sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendigbud) Republik Indonesia (RI) NO 4 tahun 2017. Pasalnya, BOP yang seharusnya diberikan seutuhnya kepada 117 Satuan PAUD, atau pendidikan non formal di Wakatobi itu malah 'disunat' Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Sementara peraturan didalam Kemendikbud Tahun 2017 menjelaskan bahwa, DAK Non Fisik BOP PAUD diterima secara utuh dan dikelola secara mandiri oleh Satuan PAUD yang bersangkutan.

Informasi yang diperoleh awak media mengatakan bahwa Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Wakatobi melakukan pemotongan itu hingga 70 persen.

Seperti keluhan salah seorang Kepala Sekolah PAUD di Kabupaten Wakatobi sebut saja namanya Nona. Dirinya mengatakan bahwa dana BOP yang seharusnya diterimanya Rp25.200.000 dipotong sebesar Rp13.919.000 oleh Dinas Pendidikan Wakatobi, sehingga PAUD yang dikelolanya hanya menerima Rp11.281.000.

"Mereka (Diknas-red) yang kelola uang itu, dan kami tinggal ambil uang sisanya saja. Kita dipatok harus belanja sama pihak ketiga yang sudah diarahkan dari dinas. Pemerintahan sebelumnya sejak adanya BOP ini, kita tidak pernah diperintahkan seperti begitu, terserah kita mau belanja dimana untuk kebutuhan sekolahnya kita. Kenapa tidak bilang dari awal kalau ada ini, ada itu to. Supaya kita juga jangan seperti begini," ungkap Nona sembari menangis dihadapan awak media Patrolinews.com, Jum'at (25/8/2017).

Lanjut Nona, dirinya bingung dengan pertanggungjawaban dana itu nantinya bila mencuat di jalur hukum padahal pihak Dinas Pendidikan Wakatobi sendiri yang melakukan pemotongan sebesar 13.919.000 untuk biaya buku, permainan, Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK), RPP dan CD, ADM PAUD.

"Jadi Dinas Pendidikan langsung melakukan pemotongan dan menentukan kebutuhan Satuan PAUD yang dikelolannya, kami hanya disuruh menandatangani saja. Uang yang harus kami terima itu seharusnya Rp. 25.200.000, kemudian dikurangi Rp.7.350.000 untuk penyediaan buku. Lalu di kurangi lagi Rp. 1.716.000 untuk permainan. Dikurangi lagi Rp. 3.400.000 DDTK. Terus kurang lagi untuk RPP dan CD sebesar Rp. 1.200.000. Administrasi PAUD Rp. 253.000, jadi jumlah yang harus kami setor itu Rp. 13.919.000. Dan sisa uang yang kami terima tinggal Rp. 11.281.000. Lalu bukti transfer dari Dinas itu tidak mau kami ambil. Sedangkan teman-teman yang lain cuma dikasi kopiannya saja," ungkap Nona sambil mengusap air matanya.

Nona juga mengakui, pemotongan ini sudah sering dilakukan oleh sejumlah Oknum Diknas dari Bidang Paud, sebesar 10% pada tahun 2016. Kemudian pada tahun 2017 penyakit sunat-menyunat ini  kambul kembali  di Diknas melalui Bidang Paud, dengan berbagai macam pemotongan yang membuat dirinya kecewa karena di paksa.

Berarti, 25.200.000 - 7.350.000 - 1.716.000 - 3.400.000 - 1.200.000 - 250.000 = Rp. 13.919.000 (Potongan). Sisa uang yang di terima Kepala Paud ini sebesar Rp. 11.281.000. Kemudian potongan Sebesar Rp. 13.919.000 di transfer ke No rekening CV. Putri Monapa.

"Yang sudah cair dan telah ditransfer diantaranya adalah TK Kamboja, TK Al Hidayah, Tunas Harapan, TK Sakinah, TK Ceria. Wakatobi 2 seluruhx sudah cair, diantaranya dari binongko, Tunas harapan, Kuncup bahari, Darmawanita Popalia, Mutiara sowa, Darmawanita Palahidu. Wakatobi 2 Yang belum cair ada 3 TK, diantantaranya, Al mawaddah, Al Qubro dan TK Kartini," kata Nona.

Terkait ada informasi Satuan PAUUD yang terkena pemotongan sampai 70 persen, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Wakatobi, La Sudi saat dikonfirmasi kru Patrolinews.com, Jumat (25/8/2017) mengatakan bahwa pihaknya hanya melakukan pemotongan sebesar 70 persen. 

"Saya tidak potong 70 persen. Saya potong beragam, mulai dari 50 persen hingga 58 persen saja," ujar La Sudi.

La Sudi mengatakan pemotongan yang ia lakukan hanya untuk menyeragamkan atribut pendidikan, "Saya lakukan ini supaya PAUD bisa lebih baik dan seragam serta lengkap semuanya," ungkapnya.

Ia mengakui rincian harga buku, permainan dan administrasi pembelajaran PAUD bukan pihaknya yang membuat, namun pihak rekanan. Dirinya hanya penyetujui apa yang di setor pihak rekanan.

"CV.Jabal Rohman yang lakukan pengadaan, dan CV. Putri Munapa sebagai penerbit. Mereka yang tentukan harganya," jelasnya.

Tak hanya itu, Insentif para guru PAUD yang ada di Kabupaten Wakatobi juga menjadi santapan hangat sejumlah oknum di Dinas Pendidikan daerah tersebut. Insentif yang seharusnya diterima setiap bulan Rp. 100.000 kini berkurang menjadi Rp.50.000/bulan semenjak awal 2017. (Wan)

BERITA LAINNYA
Senin, 16 Oktober 2017 | 20:29:38
Gubsu Dukung Aksi Lawan Radikalisme Masuk Kampus
Kamis, 12 Oktober 2017 | 23:42:00
Gubsu Serahkan SK Kenaikan Pangkat Guru SMA/SMK
Senin, 9 Oktober 2017 | 23:40:23
Bupati Karo Buka Kembali Buka SMPN 1 Namanteran
BERIKAN KOMENTAR
Top