• Home
  • Nasional
  • Kesetaraan Akses Digital Jadi PR Besar Pemerintah
Rabu, 22 November 2017 | 20:17:51
Global Affairs Canada

Kesetaraan Akses Digital Jadi PR Besar Pemerintah

Patrolinews.com/Ist
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Ternate -Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan untuk mencapai kesetaraan akses digital. Kondisi geografis Indonesia yang meliputi wilayah sangat luas dibarengi dengan populasi yang sangat besar namun bervariasi dari segi ekonomi dan sosial menjadikan pemerataan konektifitas nasional sebagai pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah saat ini. 

Demikian disampaikan Irine Yusiana Roba Putri, anggota DPR RI perwakilan provinsi Maluku Utara saat menjadi panelis dalam diskusi dengan Global Affairs Canada di Ottawa, Kanada, baru-baru ini.

Diskusi panel yang merupakan inisiatif Inter-Parliamentary Union (IPU) dan Global Affairs Canada bertujuan untuk mendiskusikan peluang dan tantangan yang dihadapi anggota parlemen muda dalam mempromosikan demokrasi, pemerintahan inklusif, hak asasi manusia dan partisipasi aktif pemuda dalam politik. 

"Pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu media untuk mempromosikan partisipasi politik kaum muda mendapat perhatian tersendiri," ungkapnya melalui pres rilis kepada Patrolinews.com, Rabu (22/11/2017).

Irine, ketika ditanya mengenai pemanfaatan teknologi digital di Indonesia menyampaikan bahwa saat ini terjadi trend pemanfaatan sosial media oleh generasi muda Indonesia untuk menyampaikan aspirasi dan pilihan politiknya. 

"Generasi muda berada dalam posisi strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi sebagai news generator dan content creator. Beberapa inovasi pemanfaatan media digital telah mulai terlihat sejak Pilkada DKI tahun 2012 dan semakin mengemuka pada Pilpres 2014," katanya.

Lanjut Irene, Infrastruktur digital yang belum merata dan menjangkau semua kalangan menjadikan promosi partisipasi kaum muda dalam politik saat ini lebih terpusat di kota-kota besar. 

Politisi PDI-Perjuangan dari Dapil Maluku Utara ini menggarisbawahi mengenai kondisi riil di lapangan. Saat ini akses digital masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar kalangan muda terutama yang bermukim di kawasan timur Indonesia.

"Bagi yang telah memiliki akses, tantangan selanjutnya adalah digital literasi sehingga dapat memilah informasi yang kredibel dan layak untuk di-share. Kita sudah harus mulai memikirkan mengenai integrasi digital literasi dalam kurikulum pendidikan. Hal ini untuk menciptakan generasi yang mampu bertanggung jawab atas akses digital di tangan mereka,"ungkapnya.

Global Affairs Canada merupakan salah satu partner kerjasama IPU untuk agenda kesetaraan gender dan dukungan pemberdayaan perempuan. Irine Yusiana Roba Puteri saat ini memegang jabatan sebagai Board Member Forum of Young Parliamentarian IPU. (rel/Fahri)

BERITA LAINNYA
Selasa, 5 Desember 2017 | 22:18:01
Jepang Akan Kunjungi Karo 15 Desember 2017
Minggu, 19 November 2017 | 21:22:30
Jusuf Kalla Tutup Munas KAHMI
Sabtu, 4 November 2017 | 08:22:51
Indonesia Diposisi Darurat Berita Hoax
BERIKAN KOMENTAR
Top