• Home
  • Nasional
  • GMKI Nilai Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Belum Laik Beroperasi
Senin, 6 November 2017 | 20:25:36

GMKI Nilai Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Belum Laik Beroperasi

Patrolinews.com/ist
Saat GMKI meninjau langsung ke jalan Tol Binjai-Kualanamu.
PATROLINEWS.COM, Medan - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengapresiasi adanya pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ruas Kualanamu-Sei rampah dan Medan-Binjai-Seksi Helvetia -Semayang-Binjai yang diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10/2017).

"Kami sangat apresiasi karena baru kali ini ada jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatera Utara, Artinya ini merupakan kemajuan pembangunan disegi infrastruktur," Koordinator Wilayah I SUMUT-NAD PP GMKI, Swangro Lumbanbatu, ST kepada Patrolinews.com melalui rilis yang dikirimkan ke email redaksi pada Senin (6/11/2017).

Namun, ungkap Swangro, pihaknya menilai jalan Tol Medan-kualanamu-Tebing Tinggi masih belum laik beroperasi, karena masih banyak beberapa hal yang harus diselesaikan. 

Tingkat Pelayanan keamanan dan kenyamanan dalam Tol tersebut masih rendah karena tidak lengkapnya pembatas di tepian jalan, tidak adanya tempat istirahat dan pelayanan disepanjang jalan tol apalagi jalan tersebut lebih dari 50 Km. Artinya perencanaan dan penyusunan teknis, pelaksanaan konstruksi harus Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 15 Tahun 2005 tentang jalan Tol.

"Bila kita membaca dan memahami bersama Peraturan Menteri PU No 19/PRT/M 2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Teknis Jalan seharusnya yang terjadi dilapangan harus melengkapi sistim drainase, tempat pemasangan utilitas, sistim penerangan jalan umum, dinding penahan tanah, saluran tepi jalan. Namun yang terjadi dilapangan kurang sesuai dengan peraturan ini," ungkap Swangro sesuai dengan hasil tinjauan yang dilakukan GMKI Wilayah I Sumut-Nad pada Minggu (05/11/2017). 

Mahasiswa Pascasarjana Perencanaan Pembangunan Perdesaan dan Wilayah USU ini juga menilai peresmian Jalan Tol ini terkesan terlalu dipaksakan oleh pemerintah pusat. Padahal masih banyak kekurangan yang harus di penuhi didalam Jalan Tol tersebut.

"Bahkan kami mau menuju rute Kualanamu - Tebing Tinggi belum bisa beroperasi dan juga Rute Binjai - Kualanamu sesuai dengan yang kita harapkan. Padahal yang kita pahami bersama bahwa jalan Tol ini sudah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Seharusnya segala sesuatu yang sudah diresmikan tidak ada kekurangan sesuatu apapun. Kami tidak tau apakah Presiden Jokowi sudah Melihat ini semua atau sudah adakah laporan dari pemerintah daerah Provinsi Sumatera Utara tersebut," tegasnya.

Seharusnya, lanjut Swangro bahwa Gubernur Sumatera Utara Dr.H. Erry Nuradi,Msi harus meninjau langsung segala kekurangan jalan Tol tersebut yang dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara Terkesan diam terhadap kekurangan jalan Tol, padahal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah bekerja semaksimal mungkin dalam pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.

"Kami meminta Menteri PUPR untuk segera cepat menyelesaikan pekerjaan jalan Tol ini dan tidak ada kekurangan satu pun agar pengendara dan melintasi jalan tol tersebut nyaman serta Pemerintah Daerah Sumatera Utara harus Tetap Berkoordinasi juga dengan Pemerintah Pusat," desaknya. (*/Nando)

BERITA LAINNYA
Minggu, 19 November 2017 | 21:22:30
Jusuf Kalla Tutup Munas KAHMI
Sabtu, 4 November 2017 | 08:22:51
Indonesia Diposisi Darurat Berita Hoax
Jumat, 13 Oktober 2017 | 22:12:41
Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Medan-Binjai
BERIKAN KOMENTAR
Top