Jumat, 20 Oktober 2017 | 20:59:58

Ini Pertimbangan Pemilihan Lokasi Even WIFT 2017

Fahri
Kepala Dinas Kelautan dan Perikan Malut, Buyung Rajelon
PATROLINEWS.COM, Ternate - Lokasi even Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017 yang ditetapkan itu sesuai dengan beberapa rangkaian kegiatan, yang diantaranya lomba mancing yang di pusatkan di kepulauan widi, kemudian Expo Maritim, Lomba masak, Festival kuliner dipusatkan di Pantai Mandaong dan juga festival seni budaya di 2 lokasi yaitu Mandaong dan Desa Gane luar.

"Puncak acara pembukaan yang dipusatkan di Babang (Bacan,red), saya kira keliru kalau kemudian pemda dianggap salah dalam penempatan lokasi acara ini karena apa yang diusulkan sesuai dengan berbagai pertimbangan terutama ketersediaan fasilitas utama seperti Listrik, akomodasi dan juga aksesibilitas ke lokasi acara karena ada kunjungan presiden RI," ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikan Malut, Buyung Rajelon, Jumat (20/10/2017).

Lanjut, Buyung, dari berbagai pertimbangan yang dilakukan, sehingga penempatan lokasi juga atas koordinasi antara Pemprov dan pemerintah pusat melalui kemenko maritim, sehingga pihaknya menilai Sudara Rajak Idrus tidak memahami substansi masalah dan hanya menuduh tanpa melihat urgensinya.

Pihaknya juga menegaskan jangan membawa-bawa nama masyarakat namun masyarakat sendiripun tidak tahu, bahkan masyarakat merespon baik agenda WIFT ini, mulai dari Gane luar, Gane Timur maupun masyarakat Halsel pada umumnya menyambut baik acara ini. 

Pihaknya berupaya maksimal untuk melibatkan masyarakat, khususnya masyarakat Gane timur sebagai penyelenggara WIFT, dan hal itu sudah dibicarakan dengan elemen Front Pemuda Peduli Gane Timur (FP2G) yang merupakan representasi dari masyarakat Gane timur. 

"Saya kira tujuan utama dari event ini adalah bagaimana kita membuka mata dunia utk melihat Malut dan khususnya Widi sebagai aset yang bisa mendunia dan itu terbukti dengan besarnya antusias tidak hanya peserta WIFT tapi juga dari berbagai kalangan ingin datang dan melihat widi yang mana sebelumnya widi terkesan terisolasi jauh dari perhatian kita semua," katanya.

Lanjut, Buyung, Sebagai warga Gane harusnya bersyukur dan mendukung event akbar ini karena intinya adalah bagaimana daerah yang bisa berkembang ke depannya. Sehingga itu pihaknya berharap paska WIFT, kedepannya ada banyak agenda serupa untuk mengangkat destinasi wisata di kepulauan Widi.

"jika di Gane Timur dan sekitarnya sudah siap maka akan mudah kita laksanakan seluruh rangkaian kegiatannya disana itu harapan besar kita agar ke depan infrastruktur jalan, dan akomodasi bagi para wisatawan agar segera terbangun sehingga orang dengan mudah bisa datang ke widi dan gane timur. Jangan lihat hari ini tapi kedepan tentu masih ada harapan agar wilayah gane baik di barat dan timur bisa lebih maju dan sejajar dengan daerah lain di Maluku Utara," tukasnya. 

Sebelumnya, pelaksanaan Widi International Fishing tournament (WIFT) yang diselenggarakan oleh Pemda Provinsi Malut, pada 25-29 Oktober 2017 mendatang, dinilai bentuk pembohongan publik oleh Pemprov terhadap masyarakat Gane. Pasalnya even WIFT yang digelar di pulau Widi Kecamatan Gane Kabupaten Halsel, namun pada puncak acaranya di lakukan di Kota Bacan.

"Saya menilai bahwa pemerintah telah menipu masyarkat Gane. Padahal masyarkat Gane sudah antusis merespon iven Widi sebagai tuan rumah di wilaya Gane,"kata salah satu tokoh pemuda Gane, Rajak Idrus, kepada awak Patrolinews.com, Jumat (20/10/2017).

Pihaknya menilai agenda yang begitu spektakuler tetapi penyelenggara (Pemprov) gagal menempatakan lokasi. Sehingga itu pihaknya meminta agar Gane Barat, dan  Gane Timur harus menjadi tuan rumah atas festival tersebut bukan Kota Bacan yang di prioritaskan. karena Widi masuk wilayah Gane, sehingga itu Pemprov harus menghargai warga setempat, dan masyarakat Gane pun tidak menolak WIFT karna agenda tersebut adalah program pemerintah, maka masyarakat menghargai hal itu.

"Kami menganggap pemerintah tidak menghargai masyarakat Gane, Kenapa masyarakat jadi penonton di Negri sendiri, ini membuat kami kesal. Olehnya itu atas nama masyarakat Gane secara tegas mengutuk kepada pemda Halsel dan Pemprov Malut, bila di paksakan kota Bacan sebagai tuan rumah maka segera angkat kaki dari tanah Gane dan menghentikan segala aktivitas yang saat ini sedang berlangsung," tegasnya.

"Paska even Widi dan tidak ada dampak sosial terhadap masyarkat Gane, maka saya akan pimpin masyarakat gane untuk memboikot pilkada gubernur 2018 nanti. Kami tidak main-main, dan kami akan membuktikan itu kepada pemerintah, dan masyarakat Malut, ingat kami bukan menolak even Widi tapi kami menunggu janji oleh pemerintah," sambungnya.(Fahri)

BERITA LAINNYA
Minggu, 26 November 2017 | 21:46:59
Pelantikan Ketua DPD KNPI Malut Ditargetkan Akhir 2017
Rabu, 22 November 2017 | 20:16:50
Musda DPD KNPI Malut, Surahman Terpilih Sebagai Ketua
Minggu, 19 November 2017 | 23:56:41
Liga Dangdung Indonesia Diikuti 214 Peserta di Malut
Minggu, 19 November 2017 | 19:49:52
DPD KNPI Malut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:03
Ciptakan Rekor Muri, 3500 Peserta Ikuti Senam Maumere
Jumat, 10 November 2017 | 21:11:59
KNPI Malut Desak Gubernur Hentikan Dana Aspirasi
Selasa, 31 Oktober 2017 | 20:19:55
SD IT Insan Tama Ternate Kunjungi BNNP Malut
BERIKAN KOMENTAR
Top