Kamis, 5 Oktober 2017 | 21:21:57

Keturunan Sultan Ternate Desak BPK Audit Dana Hibah Keraton

Fahri
Anak Cucu Mendiang Sultan Mudaffar Sjah dari Kesultan Ternate.
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Ternate - Anak Cucu Mendiang Sultan Mudaffar Sjah dari Kesultan Ternate, mendesak pemerintah Provinsi melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Perwakilan Provinsi Malut, agar segera melakukan audit investigasi terhadap penggunaan dana hibah yang diperuntukkan Keraton Kesultanan Ternate. Sebab dana tersebut, diduga diselewengkan oleh oknum tanpa mempertanggung jawabkan penggunaanya.

Ofa (Pengeran) Hidayat Mudafar Sjah, mengatakan pihaknya menuntut seluruh dana hibah yang dikeluarkan melalui APBD sejak tahun anggaran 2015-2017 untuk keraton agar segera dilakukan diaudit. 

Dana tersebut selama ini penggunaanya tidak jelas kemana karena keraton juga tidak pernah diperbaiki.

"Kami tidak tahu uang itu kemana, karena sudah hukumnya penggunaan keuangan negara melalui APBN dan APBD harus diaudit oleh auditor pemerintah dalam hal ini BPK. Ini yang kita tuntut agar pihak auditor untuk segera mengaudit dengan mengecek bukti fisik, dari penggunaan dana-dana hibah tersebut," kata Hidayat kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, seluruh putra-putri almarhum Sultan Mudaffar Sjah dan Kapita Lao Abdul Hamid Iskandar Djabir Sjah, meminta BPK segera melakukan audit, karena ada pihak (Pemerintah) yang berbaik hati memberikan dana hibah demi kemaslahatan kerajaan, tapi penggunaanya tidak jelas. 

"Audit harus segera dilakukan, karena keraton tidak pernah diperbaiki. Sehingga tidak mencemarkan nama baik kesultanan," jelasnya.

Pihak kesultanan juga berharap ke pemerintah untuk tidak mencairkan dana hibah lanjutan jika anggaran sebelumnya belum diaudit dan pertanggung jawabkan ke pemerintah.

"Kita minta untuk sementara jangan dulu dikucurkan dana hibah untuk keraton sebelum diaudit dan pertanggung jawaban dana hibah sebelumnya," tegasnya.

Dikatakan Hidayat, semua yang terkait dengan kesultanan yang merupakan peninggalan Sultan Mudaffar Sjah dan Kapita Lao Hamid Sjah bakal ditake over. Termasuk penyelenggaraan Legu Gam, olehnya itu kedepannya bakal dikelolah secara langsung oleh putra-putri kesultanan.

"Legu Gam mendatang kami yang jalankan dan pasca ini kami bentuk panitianya dan segera menyurut ke Menteri Pariwisata, Gubernur, Walikota dan juga Ketua Umum Legu Gam yang lama, bahwa kami sudah mengambil alih," terangnya.

Ofa Hidayat juga meminta agar semua Bobato Adat yang dilantik oleh Sultan Mufaffar Sjah diminta untuk segera aktif kembali bekerja dan mengambil hak "dodegonya" sebagaimana tupoksi. (Fahri)

BERITA LAINNYA
Minggu, 19 November 2017 | 23:56:41
Liga Dangdung Indonesia Diikuti 214 Peserta di Malut
Minggu, 19 November 2017 | 19:49:52
DPD KNPI Malut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:03
Ciptakan Rekor Muri, 3500 Peserta Ikuti Senam Maumere
Jumat, 10 November 2017 | 21:11:59
KNPI Malut Desak Gubernur Hentikan Dana Aspirasi
Selasa, 31 Oktober 2017 | 20:19:55
SD IT Insan Tama Ternate Kunjungi BNNP Malut
Selasa, 31 Oktober 2017 | 20:00:50
Penampilan Virzha Pukau Warga Bacan di WIFT 2017
Selasa, 31 Oktober 2017 | 19:55:08
WIFT 2017 Pecahkan Tiga Rekor MURI
BERIKAN KOMENTAR
Top