Iklan bank sumut
  • Home
  • Maluku Utara
  • Kejari Ternate Tetap Telusuri Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Samsat Senilai 13 Miliar
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:14:35

Kejari Ternate Tetap Telusuri Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Samsat Senilai 13 Miliar

Fahri
Kepala Kejari Ternate Andi Muldani Fajrin
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Ternate - Kasus dugaan korupsi di tubuh Satuan Manungal Satu Atap (Samsat) kota Ternate Provinsi Maluku Utara, dengan anggaran Buku Pajak Kendaraan Bermotor (BPKB) yang di tangani oleh Kejaksaan Negeri Ternate (Kejari) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan anggaran senilai 13 Miliar rupiah, terus di telusuri oleh Kejari.

"Meskipun sebelumnya Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Malut meyembut kasus dugaan korupsi di tubuh Samsat sudah selesai karena semua bentuk kerugian sudah dikembalikan. Namun hal itu masi bersifat ketimpangan kerena Kejari menaksir kerugian negara sebeasar 5 miliar rupiah," kata Kepala Kejati Ternate Andi Muldani Fajrin kepada Patrolinews.com, Kamis (12/8/2017) saat di jumpai di ruang kerjanya.

Dimana sebelumnya, kasus dugaan korupsi pajak Buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) yang ditaksir senilai Rp. 13 miliar sekian itu telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 5 miliar, dari tahun 2014-2015.

Namun begitu, dikatakan Andi bahwa pihaknya masih menelusuri dugaan korupsi yang lain, meskipun BPK sudah menyampaikan kepada Kejari bahwa tidak ada kerugian negara, padahal pihaknya sudah menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan.

Lanjut Andi, dalam kasus tersebut BPK  menganggap bahwa pengembalian kerugian negara ke kas negara itu sudah dianggap tidak ada kerugian negara, tetapi pihaknya tetap mengklarifikasi dan akan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa apakah betul anggaran sebesar Rp13 miliar itu dipergunakan atau tidak dan ada potensi kerugian negara atau tidak.

"Itu tetap saya laksanakan, karena alasan Samsat anggaran 13 miliar itu dipergunakan untuk belanja langsung dan pihak inspektorat pun membenarkan hal itu. Tapi penyidik tetap menelusuri apakah benar atau tidak," tegasnya

Selain itu dirinya akan mengambil sikap untuk menindaklanjuti  kasus tersebut, hal itu disebabkan karena ketika pengembalian kerugian negara sebagaimana yang dijelaskan oleh BPK, kasus tersebut sudah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan Kejati.

"Kami sudah memanggil pihak-pihak untuk diklarifikasi. Diantaranya terdiri dari pihak bank yakni Bank Mandiri dan Bank Maluku, kemudian Inspektorar dan BKAD,", tutupnya (Fahri)

BERITA LAINNYA
Jumat, 20 Oktober 2017 | 23:54:21
Festival Legu Gam Tahun 2018 Resmi Dihelat
Jumat, 20 Oktober 2017 | 23:34:13
Festival Legu Gam Tahun 2018 Resmi Dihelat
Jumat, 20 Oktober 2017 | 20:59:58
Ini Pertimbangan Pemilihan Lokasi Even WIFT 2017
Kamis, 19 Oktober 2017 | 23:46:18
Arus Penolakan Pelaksanan WIFT 2017 Kian Menguat
Minggu, 15 Oktober 2017 | 22:38:57
WIFT 2017 Tidak Berdampak Bagi Masyarakat Gane
BERIKAN KOMENTAR
Top