Iklan HUT DPRD Wakatobi
Iklan AHM HUT Ri Ke 72
Iklan HUT RI Pemkab Wakatobi
Kamis, 27 April 2017 | 22:21:17

Bubar Aksi Demo, Gubernur Malut Gunakan Jasa Preman

Budhyn
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Ternate - Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba menggunakan jasa preman untuk membubarkan aksi unjukrasa Aliansi Forum Peduli Gane (AFPG) yang digelar di depan kediaman Gubernur Maluku Utara yang terletak di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Kamis (27/4/2017). 

Tindakan premanisme yang dilakukan oleh sejumlah orang suruhan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dengan brutal membubarkan aksi AFPG yang sedang berorasi. 

Saat itu, salah satu orang dekat Gubernur yang diketahui bernama Rusli dibantu oleh dua orang berpakaian preman tiba-tiba menyerobot masuk ditengah-tengah massa aksi dan melakukan pukulan dan tendangan secara membabibuta kearah wajah massa AFPG.

Sehingga aksi yang awalnya berjalan aman dan kondusif yang dikawal pihak Kepolisian Polres Ternate itu, berubah menjadi ricuh dan saling kejar-kejaran antara preman suruhan AGK dengan massa aksi dijalan raya depan kediaman Gubernur. 

Alhasil, dua orang mahasiswa yakni Alfi Alim dan Yusran S. Sangaji menjadi korban dari aksi brutal yang dilakukan preman suruhan AGK.

Menurut Kordinator Lapangan (Korlap) AFPG, Faldi Ibrahim menjelaskan kegiatan unjukrasa tersebut disebabkan rasa kecewa masyarakat kepada Gubernur Malut AGK. Dikarenakan sudah kurang lebih tiga kali melakukan aksi dikediaman Gubernur, namun tuntutan dan aspirasi mereka tidak diindahkan.

"Kami kecewa dengan Gubernur Malut yang hanya mengumbar janji tapi tidak pernah ditepati, suda tiga kali kami melakukan aksi bahkan kami pun sudah dijanjikan oleh orang AGK yang ada di kediaman Gubernur bahwa Gubernur Malut akan menemui kami untuk terkait dengan kehadiran PT. NPN dan PT GMM tapi hingga saat ini ternyata tidak pernah ditepati,"teriak kordinator lapangan (Korlap).

Sebelumnya, puluhan mahasiswa tergabung dalam Aliansi Forum Peduli Gane yang terdiri dari JMMU, Gamhas Mu, Samurai MU, SMI dan BEM FKIP, menggelar aksi unjuk rasa didepan Polda Maluku Utara (Malut) dan Kediaman Gubernur Maluku Utara (Malut), menuntut Gubernur Abdul Gani Kasuba segera mencabut Izin operasi PT. Nusa Pala Nirwana (NPN) yang beroperasi diwilayah Gane.

Hal itu disebabkan Gubernur mengeluarkan izin operasi nomor: 323/KPTS/MU/2016 tentang Izin Lingkungan Rencana Kegiatan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) dengan jangka waktu selama 43 tahun terhitung sejak 2017 hingga 2060. 

Selain itu, massa menilai PT.GMM telah menyebabkan pencemaran lingkungan dan pengundulan hutan sehingga banjir.(Budhyn)

BERITA LAINNYA
Jumat, 18 Agustus 2017 | 20:16:12
Ketua PN Ternate Dilapor ke Komisi Yudisial
Senin, 7 Agustus 2017 | 22:55:09
Ekspos PK Waterboom Gagal
BERIKAN KOMENTAR
Top