Minggu, 4 Februari 2018 | 16:47:21

Drainase Sumbat, Desa Puntang Kebanjiran

Baebudin
PATROLINEWS.COM, Indramayu - Hujan deras yang mengguyurpemukiman Desa Puntang Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat akhirnya menimbulkan banjir. Hal itu disebabkan saluran drainase di desa tersebut tersumbat.

Dari pantauan Kru Patrolinews, bekas air hujan membanjiri di jalan gang desa, area Sekolah Dasar (SD), bahkan dibeberapa rumah penduduk di Desa Puntang Blok Sarmita RT 13 RW 04 Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.

Sebagain warga setempat dengan kesadaran diri tanpa pamrih juga terlihat sibuk membersihkan sampah yang menyumbat di dalam drainase agar bekas air hujan pada drainase mengalir lancar.

Namun, genangan bekas air hujan yang berada di jalan gang dan di depan rumah warga hanya menunggu waktu berjam-jam saja merembes bukan mengalir pada drainase.

"Hujan kali ini, di dalam rumah kontrakan saya tergenangi air karena di belakang dan di samping rumah tergenangi bekas air hujan jadi airnya merembes dan masuk ke dalam rumah," kata si penyewa rumah yang berada di sebelah utara dari gedung sekolah SD (Sekolah Dasar).

Selesainya Kru Patrolinews.com mengambil gambar di beberapa tempat yang tergenangi bakas air hujan, seperti di halaman depan sekolah SD Puntang 1 & 2 juga TK (Taman Kanak-kanak), dan di jalan gang, menurut salah satu warga setempat yang namanya enggan di publikasikan pada media ini, dia mengatakan sepatutnya dari pihak petugas desa terjun langsung melihat keadaan saat ini dan memberikan solusinya.

"Saya cuma sebagai warga saja. Kalau pun bergerak untuk mengurusi genangan bekas air hujan tanpa ada dari petugas desa, saya khawatir salah. Kan yang tahu aliran air di drainase itu petugas desa. Semisal saja dari petugas desa, Ketua RT terjun langsung dan menggerakkan warga, pastilah warga juga rela dan bersedia untuk kerja bakti," katanya.

Warga yang lainnya juga memberikan komentar kepada Kru Patrolinews, sebut saja Akim (Bukan nama sebenarnya) mengatakan penyebab kecilnya derasan air pada drainase disebabkan selain karena adanya sampah yang menyumbat, pada drainase yang kondisinya sudah dangkal.

"Sampah yang menyumbat pada drainase itu di ambil, setelah sampahnya sudah kumpul lalu di buang ke TPSS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara). Pada saat sebelum musim hujan, sebaiknya ada pengurasan drainase," katanya.

Menurut dia, Kondisi jalan gang ataupun halaman depan rumah dan halaman depan gedung sekolah yang tergenangi bekas air hujan, siapapun tidak ada yang salah dan tidak saling menyalahkan. Justru, dengan kita melihat langsung kondisi ini, rasa kita ini tergubah dan kesadaran kita menjadi peka sehingga kalau kita bergerak itu harus berani dan tanpa memerintah orang lain untuk ikut bergerak maka pastilah orang lain pun tanpa di perintah ikut bergerak.

Terpisah, Ketua RT 15 Desa Puntang, Anto mengatakan pihaknya di tahun 2018 ini akan adanya pembangunan drainase. "Nanti akan dibuatkan selokan biar tidak tergenangi bekas air hujan," katanya.

Dikatakannya, Aliran air pada drainase yang berada di jalan desa tidak diarahkan ke drainase yang berada di samping jalan kabupaten atau jalan poros tengah yang menghubungkan antar desa, melainkan dialirkan ke drainase yang berada di area sawah yang lalu dialirkan ke sungai.(Baebudin)

BERITA LAINNYA
Minggu, 11 Februari 2018 | 23:47:31
Warga Keluhkan Kondisi Jalan Rusak di Desa Bugis
Jumat, 9 Februari 2018 | 23:03:08
Waspada!!! Jalan Raya Pantura Indramayu Kupak-Kapik
Rabu, 7 Februari 2018 | 23:48:08
Ini 7 Kasus Berhasil Diungkap Polres Indramayu
Senin, 5 Februari 2018 | 18:06:11
TKI Asal Indramayu 12 Tahun Hilang Kontak di Malaysia
Jumat, 2 Februari 2018 | 22:30:37
Awas!!! Jalan Buahdua Sumedang Rusak dan Longsor
BERIKAN KOMENTAR
Top