Rabu, 14 Februari 2018 | 21:16:19

Otak Pelaku Sindikat Penggelapan Mobil Mewah dan Tiga Rekannya Diciduk Polisi

Korban Berjumlah 67 Orang
Pijar
PATROLINEWS.COM, Medan - Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap otak pelaku sindikat penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah di Lubuk Pakam pada Kamis (8/2/2017) malam.

Tersangka adalah Nova Zein (33) warga Jalan Eka Karya Wisata, Gang Eka Handayani, Medan Johor, Sumatera Utara sedangkan ketiga rekannya berinisial UG KC dan HP.

"Otak pelaku, Nova Zein sudah kita amankan bersama ke tiga rekannya, yang merupakan anggota, supir dan Sekretaris Yayasan Sumatera Women Foundation atas laporan para korban yang totalnya sudah mencapai 67 orang," kata Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Andi Rian, Rabu (14/2/2018).

Andi Rian menjelaskan, Nova Zein ditangkap di salah satu kawasan di Kabupaten Deliserdang pada Kamis (8/2/2017) malam.

"Dia ditangkap di kawasan Lubukpakam, sekira pukul 23.00 WIB" sebutnya.

Untuk sementara, pihaknya masih melakukan penyelidikan tentang keabsahan Yayasan Sumatera Women Foundation. Lantaran, sampai saat ini tersangka Nova Zein belum bisa menunjukan akta pendirian lembaga yang telah di dirikannya.

"Modus para tersangka, meyakinkan calon korbannya dan seolah - olah tersangka telah melakukan kontrak kerjasama dengan Kepala Dinas maupun pihak Pemprovsu dan Pemko Medan dan para korban diimingi dengan pembayaran dengan menggunakan mata uang dollar," ungkap Andi Rian.

Lanjut, Andi Rian menerangkan, tersangka juga telah melakukan pemalsuan STNK dan Nomor Plat BK mobil para korban yang hendak dijualnya.

"Tersangka memalsukan nomor BK dan STNK mobil korban yang hendak di jualnya kembali masih kita lakukan pendalaman. Tersangka sudah menjalani binisnya ini sejak 2016, awalnya berjalan lancar dengan pembayaran uang sewa mobil kepada korban dengan menggunakan cek yang bertuliskan PT. Romansyah," terangnya.

Orang nomor satu di Ditreskrimum Polda Sumatera Utara itu juga mengatakan kepada masyarakat maupun penyewa yang pernah berhubungan dengan tersangka dan merasa telah dirugikan tersangka agar datang langsung ke Ditreskrimum Polda Sumut.

"Para tersangka memilik peran masing - masing. Ada calon korban yang berhubungan langsung dengan tersangka Nova Zein dan ada juga korbannya berhubung lewat supir dan ada melalui sekretarisnya," sebut Andi.

Seperti diketahui, sosok Nova Zein dikenal masyarakat Kota Medan setelah ia diketahui kerap memposting berbagai aktivitas apapun termasuk kegiatan membantu masyarakat di akun media sosial facebook dan instagramnya.

Belakangan, ia mendadak mendapat sorotan miring setelah dituduh melakukan penipuan dan penggelapan puluhan mobil rekanannya lewat yayasan yang ia jalani.

Kasus inipun terungkap saat seorang pria bernama D Subrata, warga Jalan Karya Budi Lingkungan VII, Kelurahan Pangkalan Mashyur, Kecamatan Medan Johor, pada Jumat (2/2/2018) lalu mendatangi Poldasu.

Didampingi kuasa hukumnya Marwan SH, ia melaporkan Nova Zein dan temannya juga seorang wanita bernama Yosida, setelah keduanya disangkakan melakukan penggelapan dua unit mobil miliknya.

Sesuai dengan laporan bernomor LP/77/I/2018 SPKT 'II' tanggal 26 Januari 2018, terlapor diduga telah menipu dan menggelapkan dua unit mobil Mitsubshi Pajero BK 1505 EL dan Fortuner BK 401 W pada 6 Juli dan 26 Juli 2017.

Rupanya bukan hanya D Subrata, menurutnya, sejumlah korban, pada Rabu 24 Januari 2018 lalu, juga telah mendatangi kediaman Nova Zein di Jalan Eka Karya Wisata, Gang Eka Handayani, karena mengaku juga telah kehilangan mobil yang mereka titip ke terlapor.

Menurut pengakuan Reza, korban lainnya yang turut hadir di Mapoldasu, kedatangan mereka sebelumnya ke rumah pemilik Yayasan Sumatera Women Foundation untuk meminta mobilnya yang dijanjikan akan dikembalikan pada Senin, 22 Januari 2018 lalu.

"Nova Zein menjanjikan mobil saya akan kembali 2 hari yang lalu. Namun saya konfirmasi tidak ada jawaban. Kami ada beberapa orang yang merasa tertipu dengan jumlah 16 mobil Fortuner dan Pajero Sport," sebut Reza.

Belakangan kecurigaan mulai muncul, setelah salah satu mobil milik teman Reza yang disewakan kepada pemilik Yayasan Sumatera Women Foundation ditemukan di Johor dan sudah digadaikan Nova.

Padahal, dalam perjanjiannya mobil tersebut tidak boleh digadaikan, apalagi dijual. Mendapat informasi dari temannya, Reza dan korban lainnya menduga Nova juga turut melakukan penggelapan hingga dilaporkan ke pihak berwajib.

"Kami atas nama seluruh korban meminta Nova menunjukkan foto mobil dan menghubungi pihak pemakai mobil. Namun, Nova tidak bisa menunjukkan dan selalu berbelit-belit sehingga kami laporkan," kata Reza.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan dengan pasal 372 tentang barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah dan pasal 378 KUHPidana tentang barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.(Jar)

Editor : Fernando




BERITA LAINNYA
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:53:17
Beraksi Pagi Buta, Seorang Jambret Ditangkap Polisi
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:21:23
Spesialis Bongkar Rumah Diciduk Polisi
Kamis, 15 Februari 2018 | 22:42:02
177 Prajurit Bintara Remaja TNI AD Dilantik
Rabu, 14 Februari 2018 | 22:54:26
Cekcok Mulut, Dua Supir Angkot Rahayu Adu Jotos
BERIKAN KOMENTAR
Top