Selasa, 13 Februari 2018 | 23:14:02

Kasus Dugaan Korupsi di SMAN 2 dan 13 Medan, Polda Kesulitan Cari Saksi

Pijar
PATROLINEWS.COM, Medan - Kasus dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang sudah ditangani Poldasu sejak Desember 2017. Penyidik Poldasu telah memeriksa puluhan saksi diantaranya mantan kepala sekolah SMA 2 dan 13 Medan dan juga para Orangtua Siswa, namun sejauh ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Dalam hal ini, pihak Poldasu masih terus bekerja dalam menangani persoalan dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, dan bahkan sudah puluhan saksi yang sudah dimintai keterangan, namun belum bisa mengungkapkan siapa oknum yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi kru Patrolinews.com melalui telepon selulernya, Selasa (13/2/2018). Dirinya mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan yakni keterangan saksi, dan sudah puluhan saksi yang sudah dimintai keterangannya.

"Sejauh ini kasus dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang di SMA N 2 dan 13 Medan, masih dalam proses keterangan saksi, jadi masih dalam tahap penyelidikan. Dan sudah puluhan saksi sudah dimintai keterangan yakni para Orangtua Siswa dan mantan Kepala Sekolah," ujar Wanita berkulit kuning langsat ini.

Lanjutnya lagi, Rina juga mengatakan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan saksi maka akan dilakukan gelar perkara di masing-masing sekolah tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan saksi maka kami akan melakukan gelar perkara di masing-masing sekolah tersebut," bebernya lagi.

Kesulitan Cari Saksi

Sementara itu Kanit Tipikor Poldasu Kompol Purwanto ketika dihubungi wartawan kemarin, dirinya mengatakan masih kesulitan mencari saksi-saksi. Sebab semua saksi masih tidak mengaku memberikan uang kepada oknum dari masing-masing sekolah.

"Gak ada yang mau mengaku ngasih uang, di sini kendalanya. Jadi kasusnya masih lidik terus," kata Kanit Tipikor Poldasu Kompol Purwanto ketika dihubungi," kemarin melalui telepon selulernya.

Selain terkendala hal itu, penyidik juga kesulitan mencari barang bukti dalam kasus dugaan tindak korupsi di PPDB online di SMA Negeri 2 dan 13 Medan.

"Jadi susah kita nyari barang buktinya," ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk membongkar dugaan adanya tindak pidana korupsi PPDB online 2017.

"Terus kita proses, sabar ya," ungkap dia.

Sekadar mengingatkan, kasus ini berawal dari temuan Ombusdman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, lalu sekarang sudah ditangani oleh Poldasu dari Desember 2017 lalu. Namun kasus tersebut masih saja dalam tahap penyelidikan yakni mendengar keterangan beberapa saksi. (Jar)

Editor : Fernando


BERITA LAINNYA
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:53:17
Beraksi Pagi Buta, Seorang Jambret Ditangkap Polisi
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:21:23
Spesialis Bongkar Rumah Diciduk Polisi
Kamis, 15 Februari 2018 | 22:42:02
177 Prajurit Bintara Remaja TNI AD Dilantik
Rabu, 14 Februari 2018 | 22:54:26
Cekcok Mulut, Dua Supir Angkot Rahayu Adu Jotos
BERIKAN KOMENTAR
Top