Senin, 12 Februari 2018 | 23:55:32

Disoal Postingan Akun Facebook Putra Hutasuhut, Ini Tindakan Bupati Asahan

Fatah
PATROLINEWS.COM, Kisaran - Terkait postingan Facebook milik Putra Hutasuhut tertanggal 11 Februari 2018 yang telah menimbulkan kericuhan dilingkungan masyarakat khususnya Kabupaten Asahan, yang isinya yakni "Atas nama santri PMDU Asahan & Warga Asahan mengucapkan Innalillahi Wainna Ilaihi Raajiun, turut berduka cita Buya Kami & Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP Semoga Keluarga diberikan Ketabahan & Kekuatan…Amin,".

Menanggapi isi postingan  tersebut, Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang di sela menghadiri pesta pernikahan putri dari salah seorang camat di Kabupaten Asahan Senin, 12 Februari 2018 menyampaikan kepada masyarakat yang hadir bahwasanya dirinya masih hidup.

"Saya masih hidup dan Alhamdulillah masih diberi kesehatan oleh Allah Swt," ungkapnya.

Dimana Bupati Asahan sangat menyesalkan sikap oknum yang telah menyebarkan berita yang menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama di kalangan keluarganya. Padahal kematian bukanlah suatu hal yang patut untuk ditakuti karena itu merupakan janji kita kepada Sang Pencipta.

Bupati Asahan dalam menyingkapi masalah ini telah memberikan kuasa kepada kuasa hukum Pemkab Asahan untuk meminta klarifikasi kepada oknum tersebut dalam jangka waktu tertentu serta menyerahkan segala proses hukum yang akan timbul karenanya.

Sementara itu selaku kuasa hukum Bupati Asahan Leo L Napitupulu, SH, M.Hum dalam keterangannya membenarkan bahwa telah menerima Surat Kuasa atas nama Bupati Asahan Drs. H. Taufan Gama Simatupang, MAP tertanggal 11 Februari 2018. Dan telah meminta klarifikasi terbuka dari Putra Hutasuhut selama 1 x 24 jam terhitung dari tanggal 11 Februari Pkl. 19.43 terkait postingan di halaman Facebook miliknya antara lain :
1. Meminta klarifikasi dan bilamana perlu juga menurut tafsir ke-Islaman atas kalimat yang saudara tulis.
2. Berdasarkan surat kuasa tertanggal berapa saudara menerima kuasa dari Santri PMDU, sehingga saudara bisa menyebutkan "atas nama Santri PMDU Asahan".
3. Berdasarkan surat kuasa tertanggal berapa, masyarakat Asahan telah memberikan kuasa kepada saudara, sehingga saudara bisa menyebutkan "atas nama masyarakat Asahan".

Lanjut Leo lagi bahwa alasan mendasar Bupati Asahan bila nantinya akan menempuh jalur hukum disebabkan karena postingan tersebut telah menimbulkan serangan psikis kepada keluarga terutama anak – anaknya. 

Oleh sebab itu jika nantinya akan ditempuh jalur hukum maka hal yang dipersangkakan adalah pelanggaran pasal 27 ayat 3 UU ITE jo Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 KUHP dan jo Pasal 335 KUHP. "Terkait pasal 27 ayat 3 UU ITE disebutkan tentang larangan setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik," tukasnya.

Secara terpisah  Kadis Kominfo Rahmat Hidayat Siregar, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa sangat menyayangkan timbulnya postingan di halaman Facebook milik Putra Hutasuhut. Bagaimana tidak, postingan tersebut dapat memiliki multi tafsir bagi pembacanya. 

Namun, mayoritas pembaca mungkin menafsirkan bahwa orang nomor satu di Kab. Asahan telah meninggal dunia ataupun sedang sakit keras. Jika saja setiap pemilik media sosial lebih mengintrospeksi diri dalam menyebarkan informasi, tentu setiap postingan di media sosial tidak akan merugikan seseorang atau golongan dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Menurut Dayat bahwa Pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah berulang kali memberitahukan kepada setiap pemilik media sosial untuk lebih berhati – hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. 

"Karena setiap informasi yang kita berikan, hendaknya dapat dipastikan kebenarannya, tidak menimbulkan multi tafsir bagi para pembaca serta tidak merugikan seseorang atau golongan tertentu yang pada akhirnya menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya Dayat juga mengatakan bahwa sewajarnya kita memperhatikan adat dan etika dalam memberikan informasi tentang Pejabat Negara seperti Bupati. Terlebih, khususnya di wilayah Kabupaten, dimana Bupati merupakan sosok orang tua bagi seluruh masyarakat di kabupatennya yang wajib untuk dihormati dan dihargai. Dalam Hal ini sepenuhnya telah diserahkan kepada kuasa hukum untuk melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Fatah)

BERITA LAINNYA
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:53:17
Beraksi Pagi Buta, Seorang Jambret Ditangkap Polisi
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:21:23
Spesialis Bongkar Rumah Diciduk Polisi
Kamis, 15 Februari 2018 | 22:42:02
177 Prajurit Bintara Remaja TNI AD Dilantik
Rabu, 14 Februari 2018 | 22:54:26
Cekcok Mulut, Dua Supir Angkot Rahayu Adu Jotos
BERIKAN KOMENTAR
Top