• Home
  • Hukum & Kriminal
  • Kasus Suap Bupati Batubara Non Aktif Ok Arya, Hakim : Saksi Sebenarnya Bisa Jadi Terdakwa
Senin, 8 Januari 2018 | 22:56:27

Kasus Suap Bupati Batubara Non Aktif Ok Arya, Hakim : Saksi Sebenarnya Bisa Jadi Terdakwa

Pijar Kota
// Kasus Suap Bupati Batubara Non Aktif Ok Arya, Saksi Juga Ikut Terlibat

PATROLINEWS.COM, Medan - Sidang kasus suap Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnain yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kembali digelar di ruang Cakra Utama, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (8/1/2018) siang. Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Mangapul Butar-butar yang juga selaku kontraktor. Namun hakim malah mengatakan bahwa saksi yang dihadirkan oleh JPU tersebut malah harusnya ikut jadi terdakwa juga.

Saksi Mangapul Butar-butar yang juga selaku kontraktor mengatakan bahwa untuk mendapatkan proyek ada ikut memberikan uang Fee sebesar Rp1.7 miliar, dan menggunakan kata sandi 'kue' untuk jatak paket proyek di Kabupaten Batubara senilai Rp17 miliar tersebut.

"Sebelum pemberian uang itu, saya dan teman-teman kontraktor lainnya dikumpulkan dulu oleh Pak Kadis Helman Herdady di Hotel Grand Kanaya. Di situ kami membahas uang yang mau diberikan untuk Pak Bupati OK Arya sebesar 10% dari nilai proyek yang mau kami kerjakan. Pak Helman langsung menegaskan, ini kue untuk si A, si B, si C dan seterusnya. Jangan lupa uang kuenya sebesar 10 persen katanya kepada kami," beber Mangapul dihadapan Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo dan JPU Ikhsan saat memberi keterangan sebagai saksi persidangan itu.

Mangapul mengungkapkan uang itu biasanya diberikan oleh para kontraktor sebelum tender dilakukan. "Kalau sudah sepakat. Para kontraktor akan diberi arahan untuk melengkapi administrasi dan persyaratan lainnya yang dimiliki PT (Perseoran Terbatas,red) masing-masing," ujarnya lagi.

Kemudian, sambung Mangapul lagi, pada saat penyerahan fee proyek tidak berikan langsung kepada Bupati OK Arya, melainkan harus melalui orang kepercayaannya yang bernama Sujendi Tarsono alias Ayen selaku pemilik showroom Ada Jadi Mobil.

"Kalau mau menyerahkan uang pun harus memakai kata sandi lagi yakni beli mobil. Misalkan pas mau datang ke showroomnya, saya telpon dulu si Ayen. Terus dia langsung bilang, owh mau beli mobil. Ya sudah datang lah. Dia langsung paham kalau mau menyerahkan uang fee proyek," ungkapnya.

Sebelumnya, Mangapul juga mengaku memberikan uang sebesar Rp1,7 miliar kepada Bupati Batubara Ok Arya dengan tiga tahap yakni tahap pertama sebesar Rp1 miliar, yang kedua Rp300 juta dan yang ketiga sebesar Rp400 juta. 

Mendengar keterangan seperti itu, majelis hakim sempat menyudutkan saksi. "Kamu ini pun sebenarnya bisa jadi terdakwa karena melakukan suap. Berarti selama ini seperti itu lah permainan jual-beli proyek di Kabupaten Batubara sana ya," pungkas majelis hakim.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan. 

Untuk diketahui, dalam OTT yang dilakukan KPK pada September 2017 lalu itu mengamankan sebanyak lima orang. Selain mengamankan kedua terdakwa selaku kontraktor, KPK juga ikut mengamankan Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnain serta dua orang lainnya Sujendi Tarsono alias Ayen selaku pengusaha showroom mobil dan Helman Herdady selaku Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Batubara yang kini masih ditahan di Jakarta, Maringan Situmorang (rekanan) dan Syaiful Azhar (rekanan). (Jar)

BERITA LAINNYA
Senin, 15 Januari 2018 | 23:43:07
Tergelincir ke Sungai, Sinar Sinaga Tewas Terbawa Arus
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:49:30
Korban Tabrak Lari, Nenek Ini Meninggal Ditempat
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:37:32
49 Paket Sabu dan Seorang Pengedar Diamankan Polisi
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:36:28
Rutan Kabanjahe Over Kapasitas
Senin, 8 Januari 2018 | 23:49:00
Lapas Kabanjahe Pindahkan 20 Napi ke Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top