Rabu, 27 Desember 2017 | 20:29:20

Pengadaan Merchandise di Disbudpar Sumut Senilai 3,5 Miliar Diduga Fiktif

Nando
Direktur Barapaksi Sumut Oti Batubara (kiri) dan Laskar Rakyat Jokowi Sumatera Utara, Sipa Munthe.

PATROLINEWS.COM, Medan - Meskipun Komisi Anti Rasuah getol memantau pengawasan sistem keuangan di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, namun nyatanya kebobolan juga. Pasalnya, Pengadaan Merchandise Eksklusif,Executive Gift Goods senilai Rp3,5 miliar di Dinas Pariwisata Sumatera Utara sampai saat ini tak mampu diperlihatkan hasilnya alias fiktif.

Menurut Direktur Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi (Barapaksi) Otti Batubara mengatakan bahwasanya pengadaan Merchandise Eksklusif, Executive Gift Goods senilai Rp3,5 miliar yang bersumber dari APBD T.A 2017 itu mengada-ada.

Alasannya, saat dirinya mengkonfirmasi Kadis Budpar Sumut, Elisa Marbun terkait pekerjaan itu, malah Elisa mengatakan bahwa pekerjaan itu belum selesai dikerjakan, dan parahnya, Elisa mengatakan bahwa pekerjaan itu dapat dikerjakan sampai tahun depan.

Lanjut Otti lagi, Elisa juga mengatakan bahwa pihaknya yang menentukan pekerjaan itu dilaksanakan atau tidak.

Oleh karena itu, kata Otti, penjelasan Kadisbudpar sangat tidak masuk akal, sehingga kita menduga kuat pekerjaan itu fiktif.

"Masa  mensosialisasikan pariwisata Sumut hanya melalui souvernir berbentuk flashdisk. Kan, tidak efektif itu, mubazirlah," ujarnya geram.

Disamping itu, Otti mengatakan masih banyak lagi kejanggalan terlihat di dinas tersebut. Hanya untuk menarik wisatawan mancanegara mereka membuat pemasangan baliho di Kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara.

"Apa mungkin untuk menarik wisatawan mancanegara (Wisman) bisa dengan pemasangan baliho saja. Klo wismannya sudah datang ke Sumut baru mereka melihat baliho itu. Seharusnya yang perlu dilakukan adalah, bagaimana Wisman itu datang ke Sumut. Ada apa, apa ada?," ujarnya menyarankan.

Disisi lain, Laskar Rakyat Jokowi Sumatera Utara, Sipa Munthe mengatakan yang mengendalikan dinas pariwisata itu adalah Avon Nasution sedangkan  Kadis Budpar Sumut hanyalah pajangan.

Alasannya, kata Sipa,  karena kakak Avon sahabat karib Evi Diana yang merupakan istri Gubsu Tengku Erry Nuradi.

"Karena alasan itulah Avon leluasa," ujarnya.

Hal ini terlihat dari semua pekerjaan di Dinas tersebut diarahkan kepada Sekretaris oleh Kadis,  berarti yang 'mengatur' di Disbudpar Sumut itu adalah Avon Nasution.

"Begitulah carut marutnya sistem pengelolaan keuangan di Pemprovsu, semuanya hanya untuk bancakan pencalonan petahana saja. Pemasangan baliho itu terindikasi untuk sosialisasi petahana bukan untuk menarik wisatawan mancanegara," tukasnya.

Terpisah, Sekretaris Disbudpar Provsu, Avon Nasution saat dikonfirmasi awak media ini diruangan, Rabu (28/12/2017) terkait dugaan pengadaan fiktif itu mengatakan bahwasanya pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan.

"Pengadaan itu souvernir berbentuk flashdisk dengan kapasitas 16 GB, dimana 2GB isinya Destinasi pariwisata di Sumut. Ada bentuk flashdisk Sigale-gale, Lompat Batu dan sebagainya," katanya tanpa memperlihatkan hasil pengadaan itu.

Avon malah mengatakan pekerjaan tersebut masih dalam tahap pekerjaan, padahal didalam informasi LPSE Pemprovsu terlihat jelas dijabarkan,  kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada tanggal 30 Agustus 2017. Artinya pekerjaan akan dimulai pada September dan selesai pada November 2017 (http://lpse.sumutprov.go.id/eproc/lelang/view/7132027. (Nando)


BERITA LAINNYA
Senin, 15 Januari 2018 | 23:43:07
Tergelincir ke Sungai, Sinar Sinaga Tewas Terbawa Arus
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:49:30
Korban Tabrak Lari, Nenek Ini Meninggal Ditempat
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:37:32
49 Paket Sabu dan Seorang Pengedar Diamankan Polisi
Selasa, 9 Januari 2018 | 23:36:28
Rutan Kabanjahe Over Kapasitas
Senin, 8 Januari 2018 | 23:49:00
Lapas Kabanjahe Pindahkan 20 Napi ke Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top