Selasa, 14 November 2017 | 21:45:49

Pemkab Karo Kembali Tertibkan PKL di Terminal Berastagi

Anita
PATROLINEWS.COM, Karo - Pemkab Karo melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan Pemkab Karo kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dibadan jalan Veteran dan Terminal Kota Berastagi, Selasa (14/11/2017).

Kasat Pol PP Hendrik Tarigan, AP, M.Si mengatakan sebelum menertibkan para pedagang yang berjualan di tempat yang dilarang, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan dan peringatan. Namun tetap saja para pedagang tetap membandel.

"Terpaksa kita turun lagi ke lokasi untuk menertibkan para  pedagang. Kita harapkan agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah agar bisa memilah-milah dimana tempat yang dilarang untuk berjualan. Saya kira semua sudah paham peraturan perundang-undangan," ujar Hendrik Taringan saat dilokasi penertiban.

Hal senada juga disampaikan Kadis Perhubungan Gelora Fajar Purba, dirinya mengatakan untuk penertiban para pedagang yang berjualan di Terminal Berastagi dinilai sangat merusak estetika kota wisata dan melanggar undang-undang. 

"Untuk itu kita terus awasi dan memantau agar kedepannya terminal tidak dijadikan tempat berjualan seperti pakaian bekas (monza). Karena terminal merupakan hak pengguna kendaraan umum roda empat seperti angkutan Kota dan perdesaan serta antar propinsi. Jadi terminal kegunaannya untuk kendaraan pencari sewa," ujarnya. 

Sementara salah seorang PKL S Sembiring (40) yang mengaku telah 2 tahun lamanya berjualan di tempat tersebut mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Karo mau mengerti apa yang dirasakan mereka. 

"Hanya ini merupakan mata pencaharian kami, kalau dilarang berjualan di sini, bagaimana lagi kami menghidupi keluarga di rumah. Jika kami terus digusur, maunya pemerintah menyediakan tempat bagi kami,"lirihnya.

Sementara, sebagian warga yang tinggal di sekitar lokasi terminal mengeluhkan dengan menjamurnya para pedagang kaki lima. Menurut mereka pemandangan tersebut sangat merusak estetika kota wisata dan sulitnya bagi para pejalan kaki untuk melintas. Bahkan di trotoar juga dijadikan tempat menjajakan dagangan yang umumnya berasal dari luar Kabupaten Karo.

"Kadangkala kita menjadi terkendala melakukan aktivitas sehari-hari. Parahnya lagi, lalu lintas disepanjang jalan yang merupakan jalan protokol ini sering kerap terjadi kemacetan. Hal ini disebabkan sikap acuh tak acuh pedagang yang dominan menjajakan pakaian bekas (monza) hingga ke badan jalan,"ketus warga yang tak ingin namanya disebut.

Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Karo melalui Satpol PP dan Dishub yang telah mendengarkan keluhan masyarakat. Sebab, untuk menuju kota Berastagi menjadi bersih dan mempesona menuju Adipura Kota Berastagi Keren, warga mengharapkan penertiban tersebut dilakukan secara berkesinambungan.

"Kita mau menuju kota bersih, jadi saya selaku warga Berastagi merasa tindakan tegas ini sudah bagus.  Tapi itu tadi , setelah di tindak jangan di lakukan pembiaran lagi. Karena hal itu yang membuat warga sering kecewa. Jangan panas-panas taik ayam kata orang. Mudah-mudahan dengan ketegasan ini, warga akan terbiasa dan akhirnya menaati peraturan," ujarnya. (Anita)
  

BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:44
Polda Malut Amankan Peredaran 998 Pil PCC
Sabtu, 11 November 2017 | 20:57:33
BNNK Karo Ringkus Petani Nyambi BD Sabu
Jumat, 10 November 2017 | 19:49:30
Polisi Ciduk Pengedar Sabu Berkedok Petani
BERIKAN KOMENTAR
Top