Senin, 13 November 2017 | 20:36:25

Kepala KSOP Kupang dan Kontraktor PT. Kelinci Mas Perdana Terjaring OTT

Fahri
PATROLINEWS.COM, Ternate - Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Provinsi Maluku Utara, melalui tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pungutan Liar (Pungli) mengamankan mantan Kepala Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, yang kini menjabat sebagai Kepala KSOP Kupang, Nusa Tenggara Timur dan satu seorang staf KSOP dan seorang Kontraktor di PT. Kelinci Mas Perdana, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (9/11/2017) lalu dengan barang barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah.

Informasi dihimpun, penangkapan itu diduga terkait 'upeti' untuk memenangkan PT. Kelinci Mas Perdana dalam proyek perbaikan kapal docking KM perintis saat Hengky Mainasi menjabat sebagai Kepala Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate yang kini telah menjabat Kepala KSOP Kupang. 

"Mereka bertiga masing-masing berinisial HM (57), AR (37) dan BS (47), ketiganya ditangkap tim siber pungli di Hotel Archi kamar No 8 sekitar pukul 16.00 WIT, Kamis (9/11/2017) kemarin, di tangan ketiga pelaku ini tim Satgas menyita barang bukti uang tunai dengan jumlah ratusan juta," ungkap Ketua Tim Satgas Saber Pungli, Kombes Pol Sam Yulianus Kaweniang dalam konferensi pers Senin (13/11/2017).

Lanjut Sam, dalam OTT yang dilakukan oleh tim satgas ini berdasarkan dari hasil penyelidikan dan ketiga tersangka ini diduga melakukan transaksi suap atau gratifikasi proyek perbaikan kapal docking KM perintis. sebelumnya pelelangan paket pekerjaan Docking Kapal Perintis R-65 Pangkalan Ternate dengan nilai HPS sebesar Rp. 2.424.663.000 yang bersumber dari APBN tahun 2017, telah selesai dan diumumkan pemenangnya oleh panitia pelelangan melalui situs resminya sejak tanggal 20 september 2017. Pada situs resmi tersebut, PT. Kelincimas Perdana sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp.2.357.300.000, serta nilai terkoreksinya sebesar Rp2.357.300.000.

"Dalam OTT tersebut petugas berhasil menyita barang bukti (BB) uang tunai Rp.190.420.000 dan di bagi dalam dua amplop yakni amplop satu berisi uang Rp.155.000.000 juta dan amplop lainnya berisi Rp. 35.000.000 juta, bersama berkas atau dokumen yang juga ikut disita," katanya.

Dikatakan Kombes Pol Sam, atas perbuatan yang dilakukan maka kini ketiga oknum tersebut telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, dan kasus ini telah ditingkatkan ke proses penyidikan, dan sudah dilakukan penahanan terhadap ketiganya.

Sementara itu, Dir Reskrimsus Polda Malut Kombes Pol. Masrur, mengatakan HM dan AR melanggar Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 dan Pasal 12 Huruf b UU No 31 Thn 1999, Dirubah dengan UU No 20 Thn 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 Tahun Maksimal 5 Tahun dan Pasal 12b ancaman Hukuman Minimal 4 Tahun Maksimal 20 Tahun.

"Untuk Saudara BS dikenakan Pasal 5 ayat (1) Huruf a dan Huruf b UU No 31 Thn 1999, Dirubah dengan UU No 20 Thn 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman minimal 1 Tahun Maksimal 5 Tahun," tutupnya. (Fahri)

BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:44
Polda Malut Amankan Peredaran 998 Pil PCC
Sabtu, 11 November 2017 | 20:57:33
BNNK Karo Ringkus Petani Nyambi BD Sabu
Jumat, 10 November 2017 | 19:49:30
Polisi Ciduk Pengedar Sabu Berkedok Petani
BERIKAN KOMENTAR
Top