Kamis, 2 November 2017 | 23:39:19

Muhammad Ilham Syahputra Terduga Teroris di Filipina Warga Sumatera Utara

Iham
Rumah kediaman Muhammad Ilham Syahputra di Jalan Sidomulyo Gang Elang, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut, Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dan Kepalda Desa Sei Rotan, Suwandi MS (Foto Inset).
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - Muhammad Ilham Syahputra terduga teroris yang sedang menjalani persidangan di Filipina merupakan warga Sumatera Utara. Sebelumnya, Ilham mengaku kepada keluarga dan kerabat dilingkungan tempat tinggalnya hawa dirinya pergi ke Malaysia untuk bekerja membantu perekonomian keluarga. Namun kini, terduga pelaku malah di dakwa dalam perkara teroris di Marawi, Filipina.

Informasi dihimpun awak media ini, rumah yang beralamat di Jalan Sidomulyo Gang Elang, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut, Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara ini merupakan tempat tinggal Muhammad Ilham Syahputra dengan seorang ayah dan tiga kakak kandungnya. 

Atika, kakak kandung korban mengatakan Muhammad Ilham Syahputra terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada dua tahun lalu. Saat itu ibunda dari Ilham meninggal dunia. Saat itu, Ilham mengaku dari malaysia pulang ke rumahnya untuk mengubur orang tuanya tersebut.

"Setelah itu tidak ada kabar lagi dari Ilham kepada dirinya dan keluarga di rumah," kata Atika kepada awak media ini, Kamis (2/11/2017) pagi. 

Terpisah, Kepala Desa Sei Rotan, Suwandi MS membenarkan bahwa Muhammad Ilham Syahputra terduga teroris yang sedang menjalani persidangan di Filipina itu merupakan warga desanya. 

"Iya, dia penduduk Desa Sei Rotan, kurang lebih berdomisili di Desa Sei Rotan tujuh tahun yang lalu, sekarang ini dia (Ilham,red) tinggal sama ayahnya yang kini dalam keadaan sakit. Ada kakak kandungnya sama abang iparnya. Terakhir saya ketemu dia waktu itu kirim doa arwah emaknya karena baru meninggal dunia. Kurang lebih dua jam lah ketemu saya disitu," terang Suwandi MS.

Namun saat itu, Suwandi mengatakan tidak sempat berkomunikasi dengan Ilham dan hanya mengetahui dari Atika bahwa Ilham bekerja di Malaysia dan tidak sudah putus komunikasi.

"Saya gak sempat berkomunikasi dengan Ilham, hanya melihat saja kalau itu anaknya laki-laki yang baru pulang dari Malaysia. Waktu emaknya meninggal dia lagi kerja di Malaysia, jadi pulang ke Medan tepatnya ke Sungai Rotan karena emaknya meninggal. Lalu berangkat lagi ke Malaysia, cuma saya pernah nanya ke kakaknya saat kemari. Kakaknya bercerita tentang penyakit ayahnya dan tentang tidak adanya komunikasi dengan Ilham. Sudah putus komunikasi tapi dia gak di malaysia lagi, dia pun gak tau kalau Ilham itu dimana," katanya. 

Diberitakan, Kepala Kepolisian Provinsi Lanao del Sur, John Guyguyon, mengatakan aparat keamanan Filipina menangkap seorang pria warga negara Indonesia di wilayah konflik Marawi ketika berusaha melarikan diri melewati danau, Rabu (1/11/2017).

WNI itu diindentifikasi berusia antara 22 hingga 23 tahun dan dilaporkan bernama Muhammad Ilham Shaputra, yang mengaku berasal dari Medan, Sumatra Utara.

"Ia adalah bagian dari pengepungan dan pertempuran awal di Piagapo," kata John Guyguyon yang wilayah kerjanya meliputi Marawi, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Piagapo terletak sekitar 45 menit dari kota Marawi. Ditambahkannya seorang warga negara Indonesia itu akan dikenai dakwaan terorisme dan pemberontakan berdasarkan hukum di Filipina.

"Kami menyiapkan laporan penyelidikan sehingga kami dapat mengajukan dakwaan pemberontakan, terorisme dan lain-lainnya," tegas Guyguyon, kepada kantor berita Reuters.

Menurut Guyguyon, WNI yang ditangkap di Marawi ini masuk ke Filipina tahun lalu atas undangan Isnilon Hapilon, sosok yang diyakini menjadi pemimpin ISIS untuk Asia Tenggara. (Ham)

BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:44
Polda Malut Amankan Peredaran 998 Pil PCC
Sabtu, 11 November 2017 | 20:57:33
BNNK Karo Ringkus Petani Nyambi BD Sabu
BERIKAN KOMENTAR
Top