• Home
  • Hukum & Kriminal
  • Pihak Kelurahan dan Kecamatan Tutupi Status Kependudukan Pelaku Terduga Narkoba J City
Rabu, 1 November 2017 | 22:02:16
Bohongi Wartawan

Pihak Kelurahan dan Kecamatan Tutupi Status Kependudukan Pelaku Terduga Narkoba J City

Ilham
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Medan - Terkait tertangkapnya dua warga terduga pelaku sabu-sabu pemilik tiga kilogram sabu yang digrebek oleh tim Polda Sumut di perumahan elit, Komplek J City Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa (31/10/2017), pihak kelurahan maupun kecamatan masih enggan berkomentar dan malah membohongi para awak media.  

"Komputer aja kami gak punya, gimana mau lihat data penduduknya. Kalau mau lebih lengkap ke kantor camat aja," ungkap Lurah Pangkalan Mahsyur, Ahmad Minwal berdalih saat dikonfirmasi awak media ini, Rabu (1/11/2017) sekira pukul 08.00 Wib.

Selanjutnya, awak media ini juga menyambangi kantor Kecamatan Medan Johor, anehnya pegawai kecamatan disana juga malah berbohong dengan mengatakan bahwa Camat dan Sekcamnya opname di rumah sakit.

"Pak Camat dan Sekcam lagi opname, coba ke Kasi Pemerintahan aja minta keterangannya," ungkap pria berbaju putih tersebut sambil berlalu ke ruangan Camat. 

Namun kebohongan pria pegawai di Kecamatan itu terjawab saat ia memasuki ruangan camat, tampak Camat Medan Johor memang enggan dan diduga menutupi status pelaku narkoba melalui bawahannya itu.

Sementara, Kasi Pemerintahan Kecamatan Medan Johor, Agustiana saat dikonfirmasi dengan suara tegas mengatakan bahwa status kependudukan terduga pelaku narkoba itu bukan urusan mereka dan untuk keterangan lebih rinci agar ditanya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan.

"Kalau itu warga mana, bukan urusan kami, kau tanya aja ke Disdukcapil," ketusnya menjawab.

Terpisah, Ketua Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Sumatera Utara Mangatas Siagian mengatakan bahwa pihak kelurahan dan kecamatan seharusnya dapat mengetahui siapa warganya dan aktivitas di lingkungan pemerintahannya.

"Ini buktinya memang mereka turut melindungi para bandar narkoba, selama ini kita hanya menyalahkan pihak kepolisian saat pelaku narkoba ada di lingkungan kita. Padahal, seharusnya, pihak kelurahan dan kecamatan mengetahui apa aktivitas warganya, karena mereka yang sering berinteraksi kepada warganya," tegas Mangatas Siagian. 

Untuk itu, dirinya meminta agar Walikota Medan segera mengevaluasi bawahannya tersebut yang tidak memiliki kinerja maksimal dan malah buang badan saat ada tertangkap bandar narkoba di wilayahnya.

"Ya, Walikota Medan harus mengeluasi bawahannya. Mereka harus turut mendukung pemberantasan narkoba di wilayahnya, tidak bisa mereka membuat berbagai macam alasan. Mereka sudah terbukti gagal menjalankan tugas pemerintahannya," ungkapnya. 

Mangatas juga menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Lurah dan Camat Medan Johor merupakan tindakan yang dikategorikan telah menghalangi tugas jurnalistik.

"Itu dapat dipidanakan, karena mereka telah menghalagi tugas jurnalistik dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial. Seharusnya mereka tidak alergi dan menututupi dan malah buang badan seperti itu," tukas Mangatassembari mengapresiasi pihak kepolisian yang mampu mengendus peredaran narkoba di komplek J City. (Ham) 

BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:44
Polda Malut Amankan Peredaran 998 Pil PCC
BERIKAN KOMENTAR
Top