• Home
  • Hukum & Kriminal
  • GMKI Desak Polrestabes Medan Proses Tindakan Satpam USU Atas Penganiayaan Imanuel Silaban
Sabtu, 21 Oktober 2017 | 20:44:52

GMKI Desak Polrestabes Medan Proses Tindakan Satpam USU Atas Penganiayaan Imanuel Silaban

Patrolinews.com/IST
Swangro Lumbanbatu, ST koordinator Wilayah 1 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-NAD (kiri)
PATROLINEWS.COM, Medan - Swangro Lumbanbatu, ST koordinator Wilayah 1 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-NAD mendesak pihak Kepolisian Polrestabes Medan untuk segera memproses penganiayaan yang dilakukan oleh aparat pengamanan kampus USU (Satpam) kepada Imanuel Silaban di kawasan kampus USU Fakultas Ilmu budaya pada Kamis (19/10/2017) WIB malam.

"Kami sangat menyesalkan pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan oleh aparat pengamanan kampus USU sampai Kritis dan tak sadarkan diri hingga saat ini korban masih berada di rumah sakit Colombia Asia di temani oleh keluarga dan beberapa rekan mahasiswa," pungkasnya pada awak media ini dalam pernyataan sikapnya yang diterima redaksi Patrolinews.com, Sabtu (21/10/2017).

Dikatakannya, aparat Kemanan USU seharusnya memberi pengertian dan menjelaskan apa sebenarnya yang menjadi pokok masalah, bukan malah membabi buta manganiaya mahasiswa tersebut sampai kritis.

"Kalau pun ada masalah dari pihak keamanan Universitas Sumatera Utara (USU) dengan mahasiswa harus diselesaikan secara kekeluargaan dan dikasih peringatan, seberat apapun masalah tidak harus dilakukan dengan kekerasan. 

Ia menegaskan atas tindakan kekerasan tersebut pihak keamanan USU bisa dikenakan pasal 170 ayat 2 KUHP tentang tindakan kekerasan dan pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan. 

"Kami dari GMKI Wilayah I meminta kepada pihak Kepolisian Polrestabes Medan untuk segera memproses kejadian tersebut dan Polresta harus menindaklanjuti dengan objektif persoalan ini secara hukum yang berlaku," tegasnya.

Selain itu, Swangro meminta pihak USU juga harus memberi hukuman dan mengingatkan kepada Satpam di USU agar kejadian ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

"Karena perguruan tinggi adalah tempat menimba ilmu dan peningkatan sumber daya manusia, pengembangan kerja sama internasional, kedamaian dunia, dan kesejahteraan umat Manusia bukan malah tempat kekerasan," katanya. (*/Nando)


BERITA LAINNYA
Jumat, 23 Februari 2018 | 22:21:23
Anak Palembang Tewas Mengenaskan Disenggol Truk
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:53:17
Beraksi Pagi Buta, Seorang Jambret Ditangkap Polisi
Rabu, 21 Februari 2018 | 19:21:23
Spesialis Bongkar Rumah Diciduk Polisi
Kamis, 15 Februari 2018 | 22:42:02
177 Prajurit Bintara Remaja TNI AD Dilantik
Rabu, 14 Februari 2018 | 22:54:26
Cekcok Mulut, Dua Supir Angkot Rahayu Adu Jotos
BERIKAN KOMENTAR
Top