• Home
  • Hukum & Kriminal
  • Dikutip Rp500 Ribu per Hari, Pengusaha Galian C Minta Tim Saber Pungli Satroni Dinas LH Karo
Rabu, 11 Oktober 2017 | 21:44:18

Dikutip Rp500 Ribu per Hari, Pengusaha Galian C Minta Tim Saber Pungli Satroni Dinas LH Karo

Anita
Kabid Sumber Daya Mineral ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.
PATROLINEWS.COM, Karo - Ada aroma tak sedap dalam penarikan retribusi tambang galian C di Dinas Lingkungan Hidup Karo. Sejatinya, pajak retribusi yang ditarik sesuai peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2013 tentang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan seharusnya masuk ke kas daerah. Namun, malah sebaliknya, pengutipan yang diduga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo malah merugikan Pemkab Karo.

Menurut beberapa warga yang membuka galian C di daerah Kecamatan Payung dan Kecamatan Lau Baleng, Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Karo tiap hari meminta setoran maksimal Rp500 ribu. Sehingga keberadaan usaha galian C di wilayah Kabupaten Karo menjadi ladang pungli Dinas tersebut. Hal ini tentunya sangat merugikan realisasi pajak mineral bukan logam dan batuan yang merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah Karo.  

"Setiap hari ada seseorang yang bawa faktur atau surat setoran pajak daerah (SSPD) Dinas Lingkungan Hidup, dan meminta bayaran. Dia mengaku pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Karo. Dia minta setoran 5 DO (pesanan,red) Pasir sebesar Rp120 ribu, 5 DO Batu sebesar Rp285 ribu dan uang jaga keamanan sebesar Rp150 ribu. 

"Jadi kami setiap harinya harus menyetor uang itu, jika ditotalkan hampir Rp.500 ribu," ujar salah seorang pengusaha tambang, Rabu (11/10/2017) kepada wartawan sembari mengatakan pihaknya berharap Tim Saber Pungli menyambangi Dinas LH Karo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Karo, Ir. Timotius Ginting melalui Kabid Sumber Daya Mineral Valentina beru Sembiring, ST ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya sekira pukul 12.45 Wib di ruang kerjanya membantah adanya pungli di Dinasnya.

"Itu gak ada, gak mungkin dari dinas kita ini, mungkin faktur atau blankonya itu dipalsukan. Sebab setiap blanko yang keluar ditandatangani Kepala Dinas dan distempel serta di porporasi. Blanko ada nomor urutnya, jadi gak sembarangan keluar," bantahnya.

Terkait jumlah pasti pengusaha tambang yang membayar pajak sesuai data blanko yang dikeluarkan Dinasnya. Pihaknya belum mengetahui pasti.

"Nanti saja kalian balik lagi, soalnya pengusaha harus menyetor ke Bank bukan ke Dinas. Kecuali, jika mereka meminta tolong untuk dibayarkan,"ujarnya sambil menghitung jumlah blanko yang telah dikeluarkan pihaknya sembari mengakui kalau ada blanko yang belum di porporasi dari Dinas Pendapatan.

Total blanko yang sudah dikeluarkan sebanyak 1150 lembar dengan rincian, galian C jenis pasir sebanyak 750 lembar blanko dan jenis batu sebanyak 400 lembar blanko terhitung sejak 2 minggu terakhir. "Sebenarnya Dinas kami bakal tak mencapai target PAD tahun anggaran 2017 sebesar Rp1.2 Miliar.

"Perhitungan resmi pajak 20 persen dari harga dasar penjualan atau nilai jual.  Dan itu tidak bisa main-main, di faktur itu, pengusaha yang tulis sendiri dan menyetornya. Kalau ada yang minta setoran berarti itu pungli," ujarnya.

Ditambahkannya, Subjek Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, adalah orang pribadi atau badan yang dapat mengambil mineral bukan logam dan batuan. 

"Kita menerima pembayaran pajak itu hanya melalui laporan dari pembeli dan pemilik lahan. Jika masyarakat menemukan aktivitas pungutan liar yang dilakukan oknum pegawai. Silahkan segera laporkan," ujarnya mengakhiri. (Anita)

BERITA LAINNYA
Minggu, 10 Desember 2017 | 22:24:25
Pelaku Pencurian Toko Terekam CCTV
Kamis, 7 Desember 2017 | 21:45:25
FKUB Sumut Gelar Dialog Umat Beragama
Selasa, 5 Desember 2017 | 22:54:41
Penemuan Tulang Tengkorak Gegerkan Warga Ponorogo
Selasa, 5 Desember 2017 | 08:28:51
Cipayung Plus Sumut Tolak Pengesahan R-APBD 2018
Selasa, 28 November 2017 | 22:52:54
Main Judi KIM, Marudut Diringkus Polsek Pakkat
Rabu, 22 November 2017 | 22:26:18
Konsumen Bandar Sabu Pasar XII Diciduk Polisi
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
BERIKAN KOMENTAR
Top